Difference between revisions 10229541 and 10320500 on idwiki{{tentang|Persebaya yang mengikuti [[Liga Super Indonesia]]|Persebaya yang mengikuti [[Liga Primer Indonesia]]|Persebaya 1927}} {{Infobox sepak bola Ligina |clubname = Persebaya Surabaya |current = Liga Primer Indonesia |image = [[Berkas:Logo Persebaya Surabaya.png|200px|Logo Persebaya]] |fullname = Persatuan Sepak bola {{br}}Surabaya |nickname = Buaya Hijau<br />Bajul Ijo<br />Green Crocodile<br />Kekuatan Hijau<br />Green Force |founded = [[1927]] |alamat = Jl. Karanggayam No. 1 Surabaya |ground = [[Stadion Gelora Bung Tomo|Gelora Bung Tomo]],{{br}}[[Surabaya]], [[Indonesia]] |capacity = 55.000 |CEO = {{flagicon|Indonesia}} Diar Kusuma |Komisaris = {{flagicon|Indonesia}} Saleh Ismail Mukadal |Media Officer = Ram Surahman |bendahara = |manajer = Edu Harijanto |pelatih = {{flagicon|Indonesia}} [[Rahmad Darmawan]] |asisten pelatih = {{flagicon|Indonesia}} [[Tony Ho]] |dokter tim = {{flagicon|Indonesia}} Heri Siswanto |league = [[Liga Super Indonesia]] |season = [[Divisi Utama Liga Indonesia 2013|2013]] |position = Juara, Divisi Utama<br>(promosi) |pattern_la1=|pattern_b1=_thingreyhoops|pattern_ra1=| |leftarm1=008000|body1=008000|rightarm1=008000|shorts1=008000|socks1=008000| | pattern_la2=|pattern_b2=|pattern_ra2= | leftarm2=FFFF00|body2=FFFF00|rightarm2=FFFF00|shorts2=FFFF00|socks2=FFFF00 | fansgroup = [[Bonek]]<br>[[Yayasan Suporter Surabaya]] }} '''Persatuan Sepak bola Surabaya''' (disingkat '''Persebaya''') adalah sebuah tim [[sepak bola]] [[Indonesia]] yang berbasis di [[Surabaya]], [[Jawa Timur]], [[Indonesia]]. Persebaya saat ini bermain di [[Liga Super Indonesia]]. <ref name="Persebaya 1927">[http://bola.vivanews.com/news/read/198463-ada-dua-opsi-ganti-nama-persebaya Persebaya Pecah, Salah Satu Ganti Nama]</ref> [[Berkas:Bondho Nekat.JPG|thumb|Contoh logo [[Bondho Nekat|Bonek]] dari sekelompok pendukung atau suporter kesebelasan [[Persebaya]] [[Surabaya]].]] == Sejarah == Persebaya didirikan oleh Paijo dan M. Pamoedji pada [[18 Juni]] [[1927]]. Pada awal berdirinya, Persebaya bernama ''Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond'' (SIVB). Pada saat itu di [[Surabaya]] juga ada klub bernama ''Sorabaiasche Voebal Bond'' (SVB), ''bonden'' (klub) ini berdiri pada tahun [[1910]] dan pemainnya adalah orang-orang [[Belanda]] yang ada di Surabaya. Pada tanggal [[19 April]] [[1930]], SIVB bersama dengan VIJ Jakarta, BIVB Bandung (sekarang Persib Bandung), MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran [[Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia]] (PSSI) dalam pertemuan yang diadakan di ''Societeit Hadiprojo'' Yogyakarta. SIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh M. Pamoedji. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. SIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1938 meski kalah dari VIJ Jakarta. Ketika Belanda kalah dari Jepang pada 1942, prestasi SIVB yang hampir semua pemainnya adalah pemain [[pribumi]] dan sebagian kecil keturunan [[Tionghoa]] melejit dan kembali mencapai final sebelum dikalahkan oleh Persis Solo. Akhirnya pada tahun 1943 SIVB berganti nama menjadi Persibaja (Persatuan Sepak Bola Indonesia Soerabaja). Pada era ini Persibaja diketuai oleh Dr. Soewandi. Kala itu, Persibaja berhasil meraih gelar juara pada tahun 1950, 1951 dan 1952. Tahun 1960, nama Persibaja diubah menjadi Persebaya (Persatuan Sepak Bola Surabaya). Pada era perserikatan ini, prestasi Persebaya juga istimewa. Persebaya adalah salah satu raksasa perserikatan selain PSMS Medan, PSM Makassar, Persib Bandung maupun Persija Jakarta. Dua kali Persebaya menjadi kampiun pada tahun 1978 dan 1988, dan tujuh kali menduduki peringkat kedua pada tahun 1965, 1967, 1971, 1973, 1977, 1987, dan 1990. Prestasi gemilang terus terjaga ketika PSSI menyatukan klub Perserikatan dan Galatama dalam kompetisi bertajuk Liga Indonesia sejak 1994. Persebaya merebut gelar juara Liga Indonesia pada tahun 1997. Bahkan Persebaya berhasil mencetak sejarah sebagai tim pertama yang dua kali menjadi juara Liga Indonesia ketika pada tahun 2005 Green Force kembali merebut gelar juara. Kendati berpredikat sebagai tim klasik sarat gelar juara, Green Force juga sempat merasakan pahitnya terdegradasi pada tahun 2002 lalu. Pil pahit yang langsung ditebus dengan gelar gelar juara Divisi I dan Divisi Utama pada dua musim selanjutnya. == Pemain-pemain terkenal == Persebaya juga dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke [[timnas sepak bola Indonesia|tim nasional Indonesia]] baik yunior maupun senior. Sederet nama seperti Abdul Kadir, [[Rusdy Bahalwan]], [[Rudy Keltjes]], [[Didiek Nurhadi]], [[Soebodro]], [[Riono Asnan]], [[Yusuf Ekodono]], [[Syamsul Arifin]], [[Subangkit]], [[Mustaqim]], [[Eri Irianto]], [[Sugiantoro|Bejo Sugiantoro]], [[Anang Ma'ruf]], [[Hendro Kartiko]], [[Uston Nawawi]], [[Chairil Anwar (pemain sepak bola)|Chairil Anwar]], dan [[Mursyid Effendi]] merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persebaya dan ada satu lagi pemain Persebaya yang sekarang Mamang terkenal walaupun kecil tapi larinya sangat kencang siapa siapa yang tidak tahu dengan nama [[Andik Vermansyah]]. Salah satu yang cukup dikenang adalah Eri Irianto, pemain timnas era 1990-an yang meninggal dunia pada tanggal [[3 April]] [[2000]] setelah tiba tiba menderita sakit saat Persebaya menghadapi [[PSIM Yogyakarta]] dalam pertandingan [[Divisi Utama Liga Indonesia 1999/2000]]. Eri Irianto meninggal di rumah sakit pada malam harinya. Nama Eri kemudian dipakai sebagai nama Wisma/Mess Persebaya yang diresmikan pada tanggal 25 April 1993. [[Persebaya]] pernah mendapat pemain yang sangat berkualitas di ajang [[Liga Djarum]] 2005, pemain itu bernama [[Zeng Cheng]] ia berposisi sebagai [[Kiper]]. [[Zeng Cheng]] berasal dari [[China]] dan bagusnya ia membela Timnas U-20 China sebagai Kiper Cadangan. Dan sekarang, [[Zeng Cheng]] masuk daftar Kiper ketiga di Timnas Senior China. == Kejadian kontroversial == Selain itu, dalam perjalanannya, Persebaya beberapa kali mengalami kejadian kontroversial. Saat menjuarai Kompetisi Perserikatan pada tahun 1988, Persebaya pernah memainkan pertandingan yang terkenal dengan istilah "sepak bola gajah" karena mengalah kepada Persipura Jayapura 0-12, untuk menyingkirkan saingan mereka [[PSIS Semarang]] yang pada tahun sebelumnya memupuskan impian Persebaya di final kompetisi perserikatan. Taktik ini setidaknya membawa hasil dan Persebaya berhasil menjadi juara perserikatan tahun 1988 dengan menyingkirkan PSMS 3 - 1 Pada Liga Indonesia 2002, Persebaya melakukan aksi mogok tanding saat menghadapi [[PKT Bontang]] dan diskors pengurangan nilai. Kejadian tersebut menjadi salah satu penyebab terdegradasinya Persebaya ke divisi I. Tiga tahun kemudian atau tahun 2005, Persebaya menggemparkan publik sepak bola nasional saat mengundurkan diri pada babak delapan besar sehingga memupuskan harapan PSIS dan PSM untuk lolos ke final. Atas kejadian tersebut Persebaya diskors 16 bulan tidak boleh mengikuti kompetisi Liga Indonesia. Namun, skorsing diubah direvisi menjadi hukuman degradasi ke Divisi I Liga Indonesia. == Perpecahan == Pada akhir tahun 2010, Persebaya terpecah menjadi dua tim. Satu tim, Persebaya di bawah [[Saleh Ismail Mukadar]] mengikuti [[Liga Primer Indonesia]]. Persebaya yang berkompetisi di Liga Primer Indonesia dengan menggunakan nama [[Persebaya 1927]].<ref name="Persebaya 1927" /> PT Pengelola Persebaya Indonesia didapuk menjadi pengelola konsorsium untuk PT Persebaya Indonesia. PT Pengelola Persebaya Indonesia didirekturi oleh [[Llano mahardhika]], seorang mantan pegawai BLI. Walaupun akhirnya berhasil menjuarai [[Liga Primer Indonesia]], namun manajemen PT Pengelola Persebaya tetap menimbulkan polemik karena kurangnya sosialisasi terhadap suporter, walaupun program yang dijalankan sangat bagus. Satu tim lainnya dengan manajer Wisnu Wardhana tetap ikut [[Divisi Utama Liga Indonesia]] Tahun 2011 berlanjut, kali ini PSSI menyatakan legal kompetisi IPL dan Divisi Utama yang dikelola oleh PT LPIS dan ilegal untuk ISL dan Divisi Utama yang dikelola oleh PT Liga Indonesia. Walaupun IPL dinyatakan legal, kubu Saleh Mukadar tidak mengganti kembali nama Persebaya Surabaya yang sudah sangat bersejarah tersebut tapi tetap memakai nama [[Persebaya 1927]].<ref name="Persebaya 1927" /> yang baru timbul sejak tahun 2010 tersebut. Sedangkan kubu Wisnu Wardhana menggunakan kembali nama Persebaya Surabaya dan tetap mengikuti [[Divisi Utama Liga Indonesia|Divisi Utama Liga Indonesia.]] Tahun 2012, [[Persebaya 1927]].<ref name="Persebaya 1927" /> gagal meraih Juara IPL yang saat itu direbut oleh Semen Padang FC. Persebaya Surabaya [[Divisi Utama Liga Indonesia|Divisi Utama Liga Indonesia.]] gagal menembus kompetisi ISL 2013. Di akhir Kompetisi [[Divisi Utama Liga Indonesia]] 2012 , Persebaya Divisi Utama melakukan rapat anggota dan mengganti Ketua Umum Persebaya dari Wishnu Wardhana ke Diar Kusuma Putra.Sekaligus yang memayungi badan hukum Persebaya di PT Mitra Muda Inti Berlian (gabungan pengusaha-pengusaha muda asli Surabaya). Tahun 2013, KLB PSSI tanggal 17 Maret 2013, kubu La Nyalla Mattalitti (Ketua KPSI) bersatu dengan kubu Djohar Arifin Husin (Ketua PSSI). Djohar Arifin Husin tetap menjadi Ketua Umum PSSI dan La Nyalla Mattalitti menjadi Wakil Ketua Umum PSSI. PSSI akhirnya memutuskan hanya mengakui Persebaya Surabaya Divisi Utama PT Liga Indonesia sebagai anggota PSSI yang sah dan tidak mengakui keberadaan. [[Persebaya 1927]].<ref name="Persebaya 1927" />, Dan keputusan tidak diakuinya [[Persebaya 1927]].<ref name="Persebaya 1927" /> kembali ditegaskan pada Kongres PSSI tanggal 17 Mei 2013. Di [[Divisi Utama Liga Indonesia]] 2013, Persebaya Surabaya akhirnya berhasil keluar menjadi Juara dan lolos ke Indonesia Super League tahun 2014. == Musim 2014 == Persebaya Surabaya bersiap menaungi musim 2014 di [[Indonesia Super Liga|'''''Indonesia Super Liga''''']]. Dengan bermodalkan dana Rp. 35 Miliar, persebaya mampu mendatangkan pemain berkelas seperti '''''[[Hasyim Kipuw]]''''', '''''[[Emmanuel Pacho Kenmogne]]''''', '''''[[Fachrudin Ariyanto]]''''', '''''[[Patrice Nzekou Nguenheu]]'''''. Selain pemain berkelas persebaya juga mempertahankan skuat musim lalu yakni '''''[[Thomas Ryan Bayu]]''''', '''''[[Firmansyah Aprillianto]]''''', '''''[[Akbar Rasyid]]''''', '''''[[Ari Supriatna]]'''''. Ada juga pemain asli surabaya yang sebelumnya memperkuat '''''[[Persela Lamongan|Persela]]''''' '''''[[Fandi Eko Utomo]]'''''. Selain membeli pemain pemain berkelas persebaya juga mengkontrak pelatih '''[[Rahmad Darmawan|''Rahmad Darmawan'']]''' beserta staff pelatih yang sebelumnya bergabung di '''''[[Arema FC|Arema]]'''''. Pelatih Persebaya Surabaya musim lalu '''''[[Tony Ho]]''''' dipertahankan menjadi assisten pelatih. Persebaya Surabaya tengah mengincar pemain '''''[[Manahati Lestusen]]''''', '''''[[Diego Michiels]]''''', '''''[[Alfin Tuasalamony]]''''', '''''[[Raphael Maitimo]]''''', '''''[[Stefano Lilipaly]]'''''Bonek Surabaya FC''' atau dulunya '''Persatuan Sepak bola Surabaya''' (disingkat '''Persebaya''') adalah sebuah tim sepak bola Indonesia yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Bonek FC tahun 2014 bermain di Liga Super Indonesia. Bonek FC merupakan klub baru yang didirikan tahun 2010 dengan mengambil alih seluruh skuat [[Persikubar Kutai Barat]] setelah Persebaya Surabaya 1927 memilih berlaga di [[Liga Primer Indonesia]] (LPI) [[Berkas:Bondho Nekat.JPG|thumb|Contoh logo [[Bondho Nekat|Bonek]] dari sekelompok pendukung atau suporter kesebelasan [[Persebaya]] [[Surabaya]].]] == Sejarah == Pada awal berdirinya, Klub ini bernama [[Persikubar Kutai Barat]] dan berubah menjadi [[Persebaya Surabaya]] tahun 2010. Kronologi perubahan nama dan logo akibat [[Persebaya 1927|Persebaya Surabaya]] asli membelot ke Liga ilegal bernama [[Liga Primer Indonesia]]. Semua skuad Persikubar diboyong ke Surabaya untuk mengarungi kompetisi [[Divisi Utama Liga Indonesia|Divisi Utama]] 2010-2011. Diakhir kompetisi 2011 atau kompetisi perdananya, [[Persebaya Surabaya|Bonek FC]] Finish diposisi 4 klasemen dan gagal lolos ke [[Liga Super Indonesia]] di bawah [[Persidafon Dafonsoro]], [[Persiba Bantul]], dan [[PSBI Blitar]]. Di akhir Kompetisi [[Divisi Utama Liga Indonesia]] 2012 , [[Persebaya Surabaya|Bonek FC]] melakukan rapat anggota dan mengganti Ketua Umum dari Wishnu Wardhana ke Diar Kusuma Putra. Sekaligus yang memayungi badan hukum [[Persebaya Surabaya|Bonek FC]] di PT Mitra Muda ↵Inti Berlian (gabungan pengusaha-pengusaha muda asli Surabaya) Tahun 2013, KLB PSSI tanggal 17 Maret 2013, kubu La Nyalla Mattalitti (Ketua KPSI) bersatu dengan kubu Djohar Arifin Husin (Ketua PSSI). Djohar Arifin Husin tetap menjadi Ketua Umum PSSI dan La Nyalla Mattalitti menjadi Wakil Ketua Umum PSSI. PSSI akhirnya memutuskan hanya mengakui [[Persebaya Surabaya]] (Red: Bonek FC) PT Liga Indonesia sebagai anggota PSSI yang sah dan tidak mengakui keberadaan. [[Persebaya 1927]], Dan keputusan tidak diakuinya [[Persebaya 1927]]. kembali ditegaskan pada Kongres PSSI tanggal 17 Mei 2013. Di Divisi Utama Liga Indonesia 2013, [[Persebaya Surabaya|Bonek FC]] akhirnya berhasil keluar menjadi Juara dan lolos ke Indonesia Super League tahun 2014. Tahun 2014 [[Persebaya Surabaya|Bonek FC]] berhasil memuncaki klasemen Group B [[Liga Super Indonesia]], bersama [[Persipura Jayapura|Persipura]], [[Mitra Kutai Kartanegara|Mitra Kukar]], dan [[Persela Lamongan]] dan berhak lolos 8 besar Liga Super Indonesia, Di 8 besar [[Persebaya Surabaya|Bonek FC]] tergabung di Group B bersama [[Persib Bandung]], [[Pelita Bandung Raya]], dan [[Mitra Kutai Kartanegara|Mitra Kukar]]. Saat 8 besar [[Persebaya Surabaya|Bonek FC]] gagal melaju ke Semifinal dan hanya menempati posisi terakhir tanpa kemenangan. Diawal tahun 2015 [[Persebaya Surabaya|Bonek FC]] saat masih menggunakan nama Persebaya Surabaya tidak mendapatkan rekomendasi dari [[BOPI]] untuk mengikuti kompetisi [[Liga Super Indonesia]] bersama dengan [[Arema Cronus|Arema Crounus]]. Pada Agustus 2015 [[Persebaya Surabaya|Bonek FC]] yang dulu bernama Persebaya mengganti nama menjadi [[Persebaya Surabaya|Persebaya United]] agar bisa ikut turnamen [[Piala Presiden 2015]]. Akhir september 2015 saat akan berlaga away melawan Sriwijaya FC di [[Piala Presiden 2015]] berganti nama lagi menjadi Bonek Surabaya FC, nama ini dipakai hingga sekarang. == Pemain-pemain terkenal == Bonek FC juga dikenal sebagai klub yang sering membeli pemain hebat baik yunior maupun senior. Sederet nama seperti [[Uston Nawawi]],[[Jendri Pitoy]], [[Ferry Rotinsulu]], [[Ricardo Salampessy]], [[Greg Nwokolo]], tak lupa ada [[Fandi Utomo|Fandi Eko Utomo]], dan [[Evan Dimas]] merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan [[Persebaya 1927|Persebaya]]. Ada pula mantan pemain Timnas Indonesia U-19 seperti [[Putu Gede Juni Antara|Putu Gede]],dan [[Ilham Udin Armayn|Ilham Udin]]. == Perpecahan == Pada akhir tahun 2010, Persebaya terpecah menjadi dua tim. Satu tim, Persebaya di bawah [[Saleh Ismail Mukadar]] mengikuti [[Liga Primer Indonesia]]. Persebaya yang berkompetisi di Liga Primer Indonesia dengan menggunakan nama [[Persebaya 1927]].<ref name="Persebaya 1927">[http://bola.vivanews.com/news/read/198463-ada-dua-opsi-ganti-nama-persebaya Persebaya Pecah, Salah Satu Ganti Nama]</ref> PT Pengelola Persebaya Indonesia didapuk menjadi pengelola konsorsium untuk PT Persebaya Indonesia. PT Pengelola Persebaya Indonesia didirekturi oleh [[Llano mahardhika]], seorang mantan pegawai BLI. Walaupun akhirnya berhasil menjuarai [[Liga Primer Indonesia]], namun manajemen PT Pengelola Persebaya tetap menimbulkan polemik karena kurangnya sosialisasi terhadap suporter, walaupun program yang dijalankan sangat bagus. Satu tim lainnya dengan manajer Wisnu Wardhana tetap ikut [[Divisi Utama Liga Indonesia]] Tahun 2011 berlanjut, kali ini PSSI menyatakan legal kompetisi IPL dan Divisi Utama yang dikelola oleh PT LPIS dan ilegal untuk ISL dan Divisi Utama yang dikelola oleh PT Liga Indonesia. Walaupun IPL dinyatakan legal, kubu Saleh Mukadar tidak mengganti kembali nama Persebaya Surabaya yang sudah sangat bersejarah tersebut tapi tetap memakai nama [[Persebaya 1927]].<ref name="Persebaya 1927" /> Sedangkan kubu Wisnu Wardhana menggunakan kembali nama Persebaya Surabaya dan tetap mengikuti [[Divisi Utama Liga Indonesia|Divisi Utama Liga Indonesia.]] Tahun 2015, Arek Bonek 1927 yang di motori oleh Andi Peci berhasil mematenkan hak nama dan logo Persebaya, sehingga kubu Persebaya Surabaya versi PT.MMIB harus mengganti nama [[Persebaya Surabaya|Bonek Surabaya FC]]. == Musim 2014 == [[Persebaya Surabaya|Bonek FC]] bersiap menaungi musim 2014 di [[Indonesia Super Liga|'''''Indonesia Super Liga''''']]. Dengan bermodalkan dana Rp. 35 Miliar, Bonek FC mampu mendatangkan pemain berkelas seperti '''''[[Hasyim Kipuw]]''''', '''''[[Emmanuel Pacho Kenmogne]]''''', '''''[[Fachrudin Ariyanto]]''''', '''''[[Patrice Nzekou Nguenheu]]'''''. Selain pemain berkelas Bonek FC juga mempertahankan skuat musim lalu yakni '''''[[Thomas Ryan Bayu]]''''', '''''[[Firmansyah Aprillianto]]''''', '''''[[Akbar Rasyid]]''''', '''''[[Ari Supriatna]]'''''. Ada juga pemain asli surabaya yang sebelumnya memperkuat '''''[[Persela Lamongan|Persela]]''''' '''''[[Fandi Eko Utomo]]'''''. Selain membeli pemain pemain berkelas Bonek FC juga mengkontrak pelatih '''[[Rahmad Darmawan|''Rahmad Darmawan'']]''' beserta staff pelatih yang sebelumnya bergabung di '''''[[Arema FC|Arema]]'''''. Pelatih Bonek FC sebelumnya '''''[[Tony Ho]]''''' dipertahankan menjadi assisten pelatih. == Skuat == Manajemen Persebaya Surabaya resmi merilis daftar pemain dan pelatih baru yang akan bergabung dalam skuad ''Bajul Ijo'' demi menghadapi [[Liga Super Indonesia 2014]]. {| class="wikitable sortable" |- ! style="background:Green; color:#fff;" scope="col"|No. (contracted; show full){{Liga Prima Indonesia}} {{LSI}} {{Sepak bola di Indonesia}} {{Tim sepak bola di Jawa Timur}} }} [[Kategori:Tim sepak bola Indonesia]] [[Kategori:Kota Surabaya]] All content in the above text box is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike license Version 4 and was originally sourced from https://id.wikipedia.org/w/index.php?diff=prev&oldid=10320500.
![]() ![]() This site is not affiliated with or endorsed in any way by the Wikimedia Foundation or any of its affiliates. In fact, we fucking despise them.
|