Difference between revisions 10486671 and 10486696 on idwiki{{Infobox Ulama Muslim |honorific_prefix = Abuya Dimyathi |image = |caption = |title = |kunya = |name = Muhammad Dimyathi |nasab = (contracted; show full) Abuya Dimyathi dikenal sosok ulama yang cukup sempurna dalam menjalankan perintah agama. Dia bukan saja mengajarkan ilmu syariah, tetapi juga menjalankan kehidupan sufistik. Tarekat yang dianutnya adalah [[Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah|Naqsabandiyah Qodiriyyah]]. Dalam buku ''Tiga Guru Sufi Tanah Jawa'' karya H. Murtadho Hadi, Abuya Dimyathi digolongkan bersama [[Syekh Muslih bin Abdurrahman al-Maraqi]] ([[Mranggen, Demak]]) dan [[Syekh Romli Tamim]] (Rejoso, [[Jombang]]) sebagai tiga ulama sufi berpengaruh di Jawa. Bahkan, dalam buku Manaqib Abuya Cidahu (Dalam Pesona Langkah di Dua Alam), Abuya yang juga keturunan [[Sultan Maulana Hasanuddin]] dan [[Syarif Hidayatullah]] ini dikenal sebagai ''wali qutub''. === Ngaji === Sebagai seorang sufi, Abuya mengajarkan jalan spiritual yang unik, yaitu “tarekat ngaji”. Dia secara tegas menyeru,”''Thariqah aing mah ngaji''” (Jalan saya adalah ngaji). === Meninggal dunia === Abuya Dimyathi meninggal pada malam Jumat pahing, 3 Oktober 2003 (7 Sya’ban 1424 H) sekitar pukul 03.00 WIB di Cidahu, Cadasari, Pandeglang, Banten.<ref>Majalah Hidayah edisi 114, Februari 2011 hal.64-68</ref> == Referensi == {{reflist}} {{islam-bio-stub}} {{lifetime|1925|2003|Dimyathi, Abuya}} [[Kategori:Tokoh Islam Indonesia]] All content in the above text box is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike license Version 4 and was originally sourced from https://id.wikipedia.org/w/index.php?diff=prev&oldid=10486696.
![]() ![]() This site is not affiliated with or endorsed in any way by the Wikimedia Foundation or any of its affiliates. In fact, we fucking despise them.
|