Difference between revisions 10812851 and 11418041 on idwiki

{{Infobox Officeholder
|office = Wali Kota Depok
|order = 1
|term_start = [[2000]]
|term_end = [[2005]]
|president = [[Megawati Soekarnoputri]]<br/>[[Susilo Bambang Yudhoyono]]
|governor = [[Danny Setiawan]]
|lieutenant1 = Yus Ruswandi
|predecessor = '''Badrul Kamal'''<br/><small>(Sebagai Wali Kota Administratif)</small>
|successor = [[Nur Mahmudi Ismail]]
|office1 = Wali Kota Administratif Depok
|order1 = 6
|term_start1 = [[1997]]
|term_end1 = [[1999]]
|president1 = [[Soeharto]]<br/>[[B. J. Habibie]]<br/>[[Abdurrahman Wahid]]
| 1blankname1=Bupati
| 1namedata1=Eddie Yoso Martadipura<br/>[[Agus Utara Effendi]]
|governor1 =[[Nana Nuriana|Raden Nana Nuriana]]
|lieutenant1 = 
|predecessor1 = Yuyun WS
|successor1 = [[Badrul Kamal]] <br/><small>(Sebagai Wali Kota)</small>
|name = Badrul Kamal
|image = Badrul_Kamal.jpg
|imagesize = 200px
|caption = 
|birthname =
|othername = 
|religion = [[Islam]]
|nationality = {{flagicon|Indonesia}} [[Indonesia]]
|birth_date= {{Tanggal lahir dan umur|1945|12|20}}
|birthplace = {{flagicon|Indonesia}} [[Bogor]], [[Jawa Barat]], [[Indonesia]]
|location = 
|occupation = 
|spouse = 
|deathdate = 
|deathplace = 
|location =
|parents = 
|party = 
|alma_mater  = Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN)
}}
'''Badrul Kamal''' ({{lahirmati|[[Bogor]]|20|12|1945}}) adalah Wali  kota Depok pertama periode [[2000]]-[[2005]]. Wali  kota Badrul Kamal berpasangan dengan Yus Ruswandi sebagai Wakil Wali  kota Depok. Sebelum menjabat Wali  kota Depok, Badrul Kamal pernah menjabat sebagai Wali  kota Administratif Depok yang terakhir yakni pada periode [[1996]]-[[1999]].<ref name="Walikota Depok Pertama">[http://www.pelita.or.id/baca.php?id=5143 Walikota Depok Badrul Kamal, Bertekad Memajukan Kota Depok] pelita.or.id</ref>

== Biografi ==
Pada tanggal 20 Desember 1945 adalah hari yang bersejarah bagi pasangan keluarga sakinah yakni K.H. Yahya Sudjai (alm) dan Hj. Siti Djuariah (almh). Diiringi fajar subuh lahirlah seorang putra yang kemudian diberi nama ''Badrul Kamal''. Nilai-nilai keislaman tertanam sejak Badrul Kamal masih kanak-kanak dan diiringi kelembutan ibundanya yang penyabar, sifat-sifat pengasih juga kelak melekat dalam diri Badrul Kamal.

KH. Yahya Sudjai (alm) tidak ingin putranya hanya mengenal pendidikan pesantren, maka sejak usia dini “sang Putra fajar” dari Bogor tersebut akhirnya dikirim ke Sekolah Rakyat yang bagi kalangan lingkungannya masih asing. Lepas [[Sekolah Rakyat]] (SR), Badrul Kamal melanjutkan Sekolah [[SMP Negeri 1 Bogor]] dan [[SMA Negeri 1 Bogor]]. Disekolah inilah “jiwa kepemimpinan” Badrul Kamal mulai dikenal oleh teman”nya. Berbagai organisasi kepemudaan akhirnya menjadi “kawah candradimuka pertama”, bagi dirinya. Seiiring suasana revolusi pada jzaman itu telah menjadi “magnet” bagi anak” muda. Demikian pula halnya dengan Badrul Kamal yang akhirnya aktif di KAPPI Bogor.

Badrul Kamal atau selanjutnya disebut “BK” termasuk angkatan “66” yang aktif di wilayah Bogor, seangkatan dengan [[Akbar Tanjung]]. Jiwa kepemimpinannya bahkan terdengar sampai ke wilayah [[Jakarta]]. Tak jarang ketika Jakarta membutuhkan dukungan aksi pemuda, maka “BK” lah yang sering dihubungi untuk diminta bantuan.

== Perjalanan karier ==
Tahun 1966-1970 BK menempuh pendidikan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN), yang akhirnya menjadikan titik awal bagi dirinya untuk memulai karier sebagai birokrat. Lepas APDN tahun 1970, BK memulai karier birokrat sebagai Pejabat Menteri Pamongpraja di Kec. [[Cigudeg, Bogor|Cigudeg Bogor]]. Selanjutnya tahun 1972 menjadi Pejabat [[camat]] Cigudeg. Setahun kemudian BK dipercaya menjadi camat Ciawi. Tahun 1982 menjadi Pjbt. Kabid Ekonomi Bappeda dan setahun kemudian Pjbt. Kabag Pembangunan Bogor. Kariernya semakin meningkat sejak tahun 1988 dipercaya menjadi Sekretaris Bappeda (sebuah jabatan yang sangat strategis pada jamannya). Tahun 1991-1993 BK dipercaya menjadi Pybt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemda Bogor. Dan akhirnya tahun 1994 ia dipercaya menjadi plt. Sekwilda (sekarang sekda) kabupaten Bogor. Pengalaman panjang di Birokrasi inilah yang mematangkan BK sebagai sosok pemimpin yang mengenal secara mendalam seluk-beluk birokrasi

== Walikota pertama ==
Tahun 1997 seiring dengan pesatnya Depok sebagai salah satu kecamatan di [[Kabupaten Bogor|Kabupaten Bogor,]], sudah saatnya diarahkan sebagai sebuah kota satelit yang mandiri. Maka dimulailah serangkain rencana strategis untuk menjadikan Kota Depok sebagai Kota yang mandiri. Untuk mengawal itu semua, tidak ada pilihan lain, maka [[Bupati]] [[Bogor]] menunjuk sosok birokrat aktifvis yang berpengalaman, yakni Badrul Kamal sebagai Wali  kota Administratif Depok.

Tonggak perjuangan dimulai sejak “BK”, menjadi Wali  kota Administratif Depok, serangkaian perencanaan strategis menuju Kota yang mandiri dicanangkan. Akhirnya 3 tahun kemudian tepatnya tanggal [[27 April]] 1999, berdasarkan Undang-Undang Nomor 15/1999 tentang Pembentukan [[Kotamadya]] Depok dan Cilegon, maka resmilah “DEPOK MENJADI KOTA MANDIRI”, hasil jerih payah seorang birokrat aktifvis “BADRUL KAMAL”. (Inilah fakta sejarah “Pengabdian BK untuk Depok yang pertama”).

Berkat perjuangannya yang didukung oleh jajaran birokrasinya, Depok yang masih bayi, pada tahun 2000 memilih pemimpinnya. Mudah ditebak, masyarakat Depok ingin pengabdian Badrul Kamal dilanjutkan, maka terpilihnya “BK” sebagai wali  kota Depok pertama pada tahun 2000-2005.

Geliat Bayi Depok menyeruak dan masyarakat guyup bersatu dengan pemimpinnya untuk membangun. Maka bayi yang baru lahir tersebut dalam rentang waktu lima tahun (thn 2000-2005) telah menjelma menjadi “bayi fenomenal”, bahkan saudara kembar, serta Bapak kandungnya sendiri seolah-olah iri melihat pesatnya Depok sebagai kota yang mandiri.<ref name="Jalan Juanda">[http://www1.pu.go.id/uploads/berita/ppw0312032.htm Menkimpraswil Resmikan Jalan Ir.H.Juanda di Kota Depok] pu.go.id, 3 Desember 2003</ref>

Sekolah-sekolah dibangun, puskesmas dibangun, jalan-jalan diperbaiki, bahkan Jalan Juanda yang menjadi kebanggaan hingga kini dibangun pada tahun ke 3 usia pemerintahan BK. Untuk mengantisipasi pesatnya pertumbuhan penduduk dan pesatnya ekonomi warga, pada tahun itu pula dicanangkan pembangunan ruas jalan tol. Peruntukan ruas jalan tol inilah yang direncanakan dalam perencanaan [[tata ruang]] wilayah Kota Depok. Untuk mewujudkan rencana itu kemudian Panitia Khusus [[RTRW Kota Depok]] 2000-2010 dibentuk yang di ketuai oleh [[Agus Sutondo|Agus Sutondo.]]. Maka melalui RTRW Kota Depok 2000-2010, Akhirnya perencanaan ruas [[Jalan Tol Jagorawi|Jalan Tol]] [[Cinere, Depok|Cinere]]-[[Jagorawi]] dan rencana ruas jalan tol Depok-Antasari dapat terwujud yang nantinya akan menghubungkan wilayah [[Jakarta]], [[Depok Dua Timur|Depok]] dan [[Bogor]].<ref name="Jalan Tol">[http://metropolitan.inilah.com/read/detail/2098920/jalan-tol-depok-antasari-segera-dibangun#.U3ZjX_mSzNI Jalan Tol Depok-Antasari Segera Dibangun] metropolitan.inilah.com, Diakses 8 me(contracted; show full)
{{reflist}}

== Pranala luar ==

* {{id}} [http://depokmasakini.blogspot.com/ Pengabdian Badrul Kamal]

[[Kategori:Tokoh dari Depok]]