Difference between revisions 10862555 and 11307535 on idwiki{{Infobox Person |name = Dr. H. Aam Amiruddin, Msi |image = |imagesize = |caption = |birth_date = {{birth date and age|1965|8|14}} |birth_place = {{negara|indonesia}} [[Bandung]] |death_date = |death_place = |other_names = Ustadz Aam |spouse = [[Hj. Sasa Esa Agustiana]] |children = |known_for = |Parents = |occupation = Dosen [[Universitas Islam Bandung]] <br /> [[Penceramah]]<br> [[Pengusaga]]<ref name="Khazanah Intelektual" /> <br> <ref name="Percikan Iman" /> |nationality = [[Indonesia]] |religion = [[Islam]] }} ''' Aam Amiruddin ''' Biasa di panggil Ustadz Aam ini, ({{lahirmati|[[Bandung]], [[Jawa Barat]]|14|8|1965}}) . Anak pertama dari dua belas bersaudara pasangan bapak Nurdin (alm) dan Ibu Siti Asiah ini, banyak menghabiskan masa kecilnya di Bandung. Ustadz Aam, dikenal sebagai pribadi yang sederhana, santun dan lemah lembut. Dia dikenal dengan ustadz digital, karena sering terlihat menggunakan smartphone dari generasi awal sampai sekarang dalam menunjang dakwahnya. Dia juga merupakan pengasuh dan pembina yayasan Percikan Iman. == Riwayat Hidup == Setelah tamat dari SD Pabaki I, ia melanjutkan sekolahnya ke Tsanawiyah dan Mualimin Persantren Persatuan Islam Bandung. Pada tahun 1984, hijrah ke Jakarta untuk menimba ilmu di Ma'had Ta'lim Lughah Al-Arabiyyah (Sekolah milik kedutaan Saudi Arabia). Tahun 1986, mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Saudi Arabia untuk menekuni bidang Islamic Studies di International Islamic Educational Institute. Tahun 1991-1995, menekuni bidang ilmu Public Relations di Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba. Mei 2004, Menamatkan program Magister Sains (M.Si) Bidang Kajian Utama Ilmu Komunikasi di Program Pasca Sarjana Universitas Padjajaran, bidang kajian utama Ilmu Komunikasi. September 2009, menamatkan program Doktor Konsentrasi Ilmu Komunikasi dengan yudisium Cumlaude dari Program Pasca Sarjana Universitas Padjajaran Bandung. == Kehidupan Pribadi == 1 Oktober 1989, ia menikah dengan Sasa Esa Agustiana, SH. dan diberkahi satu putera; Iqbal Rasyid Ridha (Ridha) dan dua puteri; Tsania Shofia Afifa (Sofie) dan Tsalitsa Syifa Afia (Syifa). == Riwayat Pendidikan == Setelah menamatkan Sekolah Dasar di SD Pabaki I Bandung, SLTP (Tsanawiyah) dan SLTA (Muallimin) di Pesantren Persatuan Islam No. 1 Bandung, kemudian melanjutkan studi nya di perguruan tinggi di antaranya, * 1. Diploma di Ma’had Ta’lim Lughah Al-‘Arabiyyah (LIPIA – Jakarta) * 2. S1 – Fakultas Ilmu Komunikasi – [[Universitas Islam Bandung]] * 3. S2 – Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran Bandung – Bidang Ilmu Komunikasi * 4. S3 – Program Pascasarjana Doktoral [[Universitas Padjadjaran]] [[Bandung]] – Bidang Ilmu Komunikasi. Lulus dengan Yudisium [[CumLaude]]. == Kegiatan == Kegiatan kesehariannya cukup padat dan beragam; Nara sumber di sejumlah media cetak dan elektronik, pendidik, konsultan, jurnalis, penulis buku dan sebagai professional. Di antarakegiatannya : * 1. Narasumber acara dakwah di sejumlah TV swasta seperti TV One, RCTI, SCTV, dll. * 3. Narasumber acara Percikan Iman di Radio OZ 103,1 FM – Bandung setiap pagi jam 05.15-06.00 * 4. Komisaris Utama PT. Khazanah Intelektual * 5. Komisaris Utama PT. Percikan Iman Tour & Travel<ref name="Percikan Iman">[http://www.percikanimantours.co.id]</ref> * 6. Ketua Pembina Yayasan Dakwah Percikan Iman<ref name="Percikan Iman" /> * 7. Konsultan Corporate Religious di sejumlah perusahaan swasta dan pemerintah * 8. Dosen Program S1 dan S2 di Universitas Islam Bandung 9. Dll. == Buku dan Karya Tulis == Aam Amiruddin termasuk intelektual yang produktif menulis, lebih dari selusin buku telah ditulisnya, di antaranya: * Tafsir Kontemporer Juz ‘Amma (3 jilid) (Terbit thn. 2004, 956 hal.)<ref name="galery buku">[http://www.palasarionline.com]</ref> * Bedah Masalah Kontemporer (2 jilid) (Terbit thn. 2005, 542 hal.)<ref name="galery buku" /> * Dzikir Orang-Orang Sukses (Terbit thn. 2008, 250 hal.)<ref name="galery buku" /> * Kunci Sukses Meraih Cinta Illahi (Terbit tahun 2008 , 240)<ref name="galery buku" /> * Sudah Benarkah Shalatku? (Terbit tahun 2008, setebal 274)<ref name="galery buku" /> * Melangkah ke Surga dengan Shalat Sunat (Terbit tahun 2009, 160 hal)<ref name="Khazanah Intelektual">[http://www.khazanahintelektual.com/]</ref> * Ketika Shofie Bertanya (Buku For Teenager) (Terbit 2005, 172 hal.)<ref name="Khazanah Intelektual" /> * Menelanjangi Strategi Jin (Terbit 2005, 200 hal.) * Doa Orang2 Sukses (Terbit 2004, 128 hal.)<ref name="galery buku" /> * Seks Tak Sekadar Birahi-ditulis bersama dr. Hanny Ronosulistyo- (Terbit 2005, 216 hal.)<ref name="Khazanah Intelektual" /> * Kehamilan yang Didamba-ditulis bersama dr. Hanny Ronosulistyo- (Terbit 2007, 132 hal.)<ref name="Khazanah Intelektual" /> * Cinta dan Seks Rumah Tangga Muslim – ditulis bersama dr. Untung Sentosa-(Terbit 2006, 226 hal.)<ref name="Khazanah Intelektual" /> * Anak anda bertanya seks? -ditulis bersama Dra. Alfa Handayani-(Terbit 2008, 160 hal.)<ref name="Khazanah Intelektual" /> * Membingkai Surga Dalam Rumah Tangga-ditulis bersama Priyatna Muhlis-(Terbit 2006, 194 hal.)<ref name="Khazanah Intelektual" /> * InsyaAllah Sakinah (Terbit 2015) * Al Qur'an Al Muasir (Terbit 2014) Seluruh buku tersebut diterbitkan oleh Khazanah Intelektual [[Bandung]]<ref name="Khazanah Intelektual" /> == Referensi == {{reflist}} == Pranala Luar == * {{id}} [http://www.percikaniman.org situs resmi Percikan Iman Bandung] * {{id}} [http://www.khazanahintelektual.com situs resmi buku - buku islam] * (Indonesia) situs resmi AamAmiruddin.Com [[Kategori:Tokoh Islam Indonesia]] [[Kategori:Tokoh Persatuan Islam]] [[Kategori:Dosen]] [[Kategori:Alumni Universitas Padjadjaran]] [[Kategori:Tokoh dari Bandung]] [[Kategori:Tokoh Sunda]] [[Kategori:Pengusaha Indonesia]] All content in the above text box is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike license Version 4 and was originally sourced from https://id.wikipedia.org/w/index.php?diff=prev&oldid=11307535.
![]() ![]() This site is not affiliated with or endorsed in any way by the Wikimedia Foundation or any of its affiliates. In fact, we fucking despise them.
|