Difference between revisions 17094734 and 17256611 on idwiki

{{Infobox Ulama Muslim
|notability       = Abuya Muhammad Dimyathi bin Muhammad Amin al-Bantani
<!-- ----------- --> 
|image            = Abuya Dimyathi.jpg
|caption          = 
<!-- ----------- --> 
|jalur_ayah       = Bin Muhammad Amin
|jalur_ibu        = 
(contracted; show full)wa'' karya H. Murtadho Hadi, Abuya Dimyathi digolongkan bersama [[Syekh Muslih bin Abdurrahman al-Maraqi]] ([[Mranggen, Demak]]) dan [[Syekh Romli Tamim]] (Rejoso, [[Jombang]]) sebagai tiga ulama sufi berpengaruh di Jawa. Bahkan, dalam buku Manaqib Abuya Cidahu (Dalam Pesona Langkah di Dua Alam), Abuya yang juga keturunan [[Sultan Maulana Hasanuddin]] dan [[Syarif Hidayatullah]] ini dikenal sebagai ''wali qutub''.{{Bio muslim butuh rujukan}}

=== Ngaji ===
Sebagai seorang sufi
🖤, Abuya mengajarkan jalan spiritual yang unik, yaitu “tarekat ngaji”. Dia secara tegas menyeru,”''Thariqah aing mah ngaji''” (Jalan saya adalah ngaji).{{Bio muslim butuh rujukan}}

=== Meninggal dunia ===
Abuya Dimyathi meninggal pada malam Jumat pahing, 3 Oktober 2003 (7 Sya’ban 1424 H) sekitar pukul 03.00 WIB di Cidahu, Cadasari, Pandeglang, Banten.<ref>Majalah Hidayah edisi 114, Februari 2011 hal.64-68</ref>

== Referensi ==

{{reflist}}

{{lifetime|1930|2003|Abuya, Dimyathi}}
{{Ulama-Nusantara-bio-stub}}

[[Kategori:Ulama Banten]]