Difference between revisions 17904681 and 18002776 on idwiki

{{Infobox_Philosopher
|  region          = Teologi
|  era             = [[Zaman Kejayaan Islam]]
|  color           = #B0C4DE
|  name             = Abu al-Hasan al-Asy'ari
|image            = الأشعري.png
|image_size       = 185
|alt              = 
(contracted; show full)

Dari pernyataan Ibnu Khaldun tersebut ia menyimpulkan bahwa setelah al-Asy'ari keluar dari paham Muktazilah, beliau mengikuti mazhab Abdullah bin Sa'id bin Kullab, al-Qalanisi, dan al-Muhasibi yang menurutnya dia merupakan pengikut Ahlussunnah.

==
= Tiga fFase ===
Ulama-ulama seperti Ibnu Katsir, Ibnu Taimiyah, syekh Utsaimin dan ulama-ulama kontemporer lainnya berpendapat bahwa Abul Hasan Al-Asy'ari melewati tiga fase pemikiran dalam hidupnya. Yaitu dari Muktazilah ke Kullabiyah ke Ahlussunah.<ref name="Ibnu Katsir"/><ref>{{citeweb|url=https://asysyariah.com/siapakah-abul-hasan-al-asyari/?amp|title=Siapakah
Pernyataan sebagian orang yang mengatakan bahwa Imam Abu Al Hasan Al-  Asy'ari|accessdate=3 Januari 2021|author=Ustaz Abdurrahman Mubarak|web=asyariyah.com}}</ref> 

Sebagian u hidup dalama tidak menganggap Kullabiyah sebagai Ahlussunah karena ada beberapa masalah akidah yang bertentangan dengan Suni seperti hanya menetapkan tujuh sifat saja bagi Allah dan menetapkan sifat ''Dzatiyah'' tetapi menafikan sifat ''Ikhtiariyah'' bagi Allah.

Ibnu Taimiyah berkata:

“Dialah yang mengarang kitab–kitab yang isinya membantah Jahmiyah, Muktazilah dan firkah lainnya. Dia termasuk ahli kalam dalam masalah sifat-sifat Allah. Metode yang dia tempuh mendekati metode ''ahlul hadits'' dan sunah, namun masih termuat cara-cara bidah.

Karena dia menetapkan sifat ''Dzatiyah'' dan menolak sifat ''Ikhtiariyah'' bagi Allah, Tetapi ketika membantah Jahmiyah dikarenakan mereka menolak sifat dan sifat ''Uluw'' (Allah berada di tempat yang tinggi). Sarat dengan hujah dan dalil dan menerangkan keutamaan hujah dan dalil tersebut. Maka apa yang dikemukakan itu menyapu bersih syubhat Muktazilah. Dan ini membantu bagi kalangan cendekia. Jadilah dia seorang imam dan panutan bagi orang yang muncul setelahnya dalam masalah penetapan sifat dan membantah orang yang menafikannya.

Walaupun antara mereka (Ibnu Kullab dan pengikutnya dengan golongan yang dibantahnya masih ada persamaan dalam kaidah-kaidah pokok. Hal inilah yang menyebabkan sebagian kaidah yang mereka munculkan. Menjadi batil dilihat dari kaca mata akal dan karena menyelisihi sunah Rasulullah “. {{sfn|Majmu’fatwa 12/ 366}}

Dari pernyataan Ibnu Taimiyah di atas ia beranggapan bahwa kaidah-kaidah yang dilakukan Kullabiyah untuk membantah Muktazilah masih memiliki kesamaan terutama dalam kaidah pokok, ditambah karena Kullabiyah hanya menetapkan sifat ''Dzatiyah'' dan menolak sifat ''Ikhtiariyah'' bagi Allah.ga fase adalah sebuah kebohongan yang diada-adakan.  Kebohongan otu dihadirkan oleh kaaum Mujassimah dan Musyabihah dan menganggapakn aqidah Imam Abu Al Hasan Al Asy'ari sama dengan aqidah mereka

== Abu al-Hasan al-Asy'ari dalam penetapan sifat-sifat Allah ==
Abul Hasan Al-Asy'ari pada masa menjadi Muktazilah ia meniadakan semua sifat-sifat Allah dengan dalih menyucikan keesaan Tuhan, karena [[Wasil bin Atha']] berpendapat bahwa siapa pun yang menetapkan adanya sifat kadim bagi Allah, maka dia telah menetapkan adanya dua Tuhan. Muktazilah berpendapat bahwa Tuhan tidak memiliki sifat, sebab apabila Tuhan memiliki sifat, maka sifat tersebut harus kekal seperti halnya ''dzat&(contracted; show full)

[[Kategori:Ulama|Abu Hasan Al Asy'ari]]
[[Kategori:Cendekiawan Muslim|Abu Hasan Al Asy'ari]]
[[Kategori:Filsuf Islam]]
[[Kategori:Ulama Syafi'i Abad ke-3 H|Abu Hasan Al Asy'ari]]