Difference between revisions 21208568 and 21208574 on idwiki{{kembangkan}} {{tanpa referensi}} {{wikifikasi}} {{rapikan}} (contracted; show full)akhir [[Perang Dunia Kedua]] pada tahun 1945. Ketika Jepang dikalahkan, Pasukan [[Partai Nasionalis Tiongkok]] dari [[Republik Tiongkok (1912–1949)|Republik Tiongkok Lama]] menduduki Pulau Taiwan. Tetapi, Jepang mempertahankan kedaulatan atas Pulau Taiwan hingga 28 April 1952, ketika [[Perjanjian Perdamaian San Francisco]] mulai berlaku. Di bawah ketentuan perjanjian yang mengikat secara hukum inilah Jepang akhirnya melepaskan klaim mereka atas kedaulatan atas Pulau Taiwan. == Sejarah == {{utama|Sejarah TaiwanRepublik Tiongkok}} Taiwan pernah dijajah oleh [[Belanda]] (1624-1662), kemudian dibebaskan oleh [[Cheng Cheng-Kung]] pada tahun 1662, seorang loyalis [[Dinasti Ming]] ketika Dinasti Ming mengalami kekalahan dan digantikan oleh Dinasti Qing, dan mendirikan pemerintahan [[Kerajaan Tungning]] ([[1662]]-[[1683]]). Dengan [[Tainan]] sebagai ibu kotanya, Dinasti Cheng melakukan serangkaian operasi militer dan upaya untuk kembali merebut Tiongkok daratan yang sudah dikuasai oleh Dinasti Qing. Seperti halnya pemerintahan Republik(contracted; show full)wakil presiden [[Annete Lu]] tertembak sewaktu berpawai dalam satu kampanye di kota Tainan. Chen dilantik kembali sebagai Presiden Republik Tiongkok dengan kemenangan tipis 0,2%. Partai Pimpinan Chen dan Progresif Demokrat juga gagal menguasai dewan majelis dengan memenangkan mayoritas kursi, dan kalah atas Partai Nasionalis yang menginginkan penyatuan kembali dengan Tiongkok Daratan pada tahun 2005. Namun, Progresif Demokrat berhasil menguasai Dewan Nasional Republik Tiongkok. == Referensi == {{reflist}} All content in the above text box is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike license Version 4 and was originally sourced from https://id.wikipedia.org/w/index.php?diff=prev&oldid=21208574.
![]() ![]() This site is not affiliated with or endorsed in any way by the Wikimedia Foundation or any of its affiliates. In fact, we fucking despise them.
|