Difference between revisions 21263257 and 21269581 on idwiki

{{pp-vandalism|small=yes}}
{{lindungidarianon}}
{{vlindungi}}
{{artikel bermasalah|{{moreref}}}}
{{distinguish|Republik Rakyat Tiongkok}}{{For|Pemerintah Partai [[Kuomintang]] yang memerintah di [[Tiongkok Daratan]] sebelum 1949|Republik Tiongkok (1912–1949)}}
{{Republik Tiongkok infobox}}
{{Infobox Chinese
|title=Republik Tiongkok
|collapse=no
|pic=
|piccap= 
|t={{linktext|中華民國}}
|mi={{IPAc-cmn|zh|ong|1|h|ua|2|-|m|in|2|g|uo|2}}
(contracted; show full)[Makau]]. Republik Tiongkok (Taiwan) berbeda dengan Republik Rakyat Tiongkok. Walaupun "Republik Tiongkok" adalah nama resmi negara ini, perkataan "Tiongkok" itu sendiri sekarang biasanya merujuk kepada Tiongkok Daratan yang pemerintahannya diambil alih oleh [[Republik Rakyat Tiongkok]] setelah berakhirnya pemerintahan [[Republik Tiongkok (1912-1949)]] pada tahun [[1949]]. Lihat [[Republik Tiongkok (1912-1949)]] dan [[Perang Saudara Tiongkok]] untuk keterangan lanjut.

Republik Tiongkok
 (RT) sendiri bermula di Tiongkok Daratan, setelah penggulingan pemerintahan [[Dinasti Qing]] pada tahun [[1912]] menandakan berakhirnya 2.000 tahun masa pemerintahan kekaisaran. Kemunculannya di Tiongkok Daratan adalah secara kemunculan panglima perang (''war lords''), [[Perang Tiongkok-Jepang Kedua|Pendudukan Jepang]], dan perang saudara. Pemerintahannya di tanah besar tamat pada tahun [[1949]] saat [[Partai Komunis Tiongkok]] menggulingkan pemerintahan Partai Nasionalis Tiongkok (juga dikenal sebagai [[Kuomintang]]). Lihat [[Republik Tiongkok (1912-1949)]]

Pemerintah Republik Tiongkok pindah ke [[Pulau Taiwan]] dan mendirikan ibu kota sementaranya di [[Taipei]] di mana ia terus menganggap dirinya sebagai satu-satunya pemerintah seluruh Tiongkok, termasuk tanah daratan, yang sah. Pada masa yang sama, Komunis di tanah daratan (mainland) menafikan kemunculan Republik Rakyat Tiongkok dan mendakwa menjadi [[negara pengganti]] Republik Tiongkok di seluruh negara Tiongkok (termasuk Taiwan) dan pemerintahan nasionalis di Taiwan tidak sah. Dari pendiriannya hingga pemindahannya ke pulau Taiwan, Republik Tiongkok telah dikatakan sebagai satu produk [[Kuomintang]] (KMT)—sebuah partai politik yang muncul sebagai hasil revolusi yang telah mendirikan Republik, sekalipun partai itu tidak lagi memerintah di Republik Tiongkok.

Pemerintah Republik Tiongkok kini telah mengukuhkan kedudukannya di Taiwan dan menjadi identik dengan Taiwan. Oleh sebab ini, ia tidak lagi menuntut hak pemerintahan di Tiongkok Daratan dan [[Mongolia]]. Dewan Undangan Nasional (yang tidak ada lagi) juga telah meluluskan perubahan konstitusi untuk memberikan penduduk Taiwan, Pescadores, Quemoy, dan Matsu satu-satunya hak memerintah Republik melalui pemilu, melantik presiden dan keseluruhan anggota legislatif serta bersama dalam pemilu mengesahkan amendemen konstitusi Republik Tiongkok. Ini menandakan bahwa pemerintah Republik mengakui bahwa hak pemerintahannya terbatas pada kawasan taklukannya saja. Reformasi yang dimulai oleh Republik di Taiwan pada tahun [[1980-an]] dan tahun [[1990-an]] telah mengubah Taiwan dari satu kediktatoran [[pemerintahan satu partai|satu partai]] ke suatu negara demokrasi.

Pada akhir [[Perang Dinasti Qing–Jepang Pertama]] pada tahun 1895, [[Dinasti Qing]] menyerahkan kedaulatan [[Pulau Taiwan]] kepada [[Jepang]] di bawah [[Perjanjian Shimonoseki]]. Inilah intinya, 123 tahun yang lalu, ketika [[Taiwan di bawah pemerintahan Dinasti Qing|klaim kedaulatan Dinasti Qing atas Pulau Taiwan]] dilepaskan. [[Taiwan di bawah pemerintahan Jepang|Pulau Taiwan]] tetap menjadi bagian dari Jepang hingga akhir [[Perang Dunia kedua|Perang Dunia Kedua]] pada tahun 1945. Ketika Jepang dikalahkan, Pasukan [[Partai Kuomintang]] (KMT) dari [[Republik Tiongkok (1912–1949)|Republik Tiongkok/Taiwan]] menduduki Pulau Taiwan. Tetapi, Jepang mempertahankan kedaulatan atas Pulau Taiwan hingga 28 April 1952, ketika [[Perjanjian Perdamaian San Francisco|Perjanjian Perdamaian San Francisco 1951]] mulai berlaku. Di bawah ketentuan perjanjian yang mengikat secara hukum inilah Jepang akhirnya melepaskan klaim mereka atas kedaulatan atas [[Republik Tiongkok/Taiwan|Pulau Taiwan]].

Oleh karena itu, satu-satunya kesimpulan yang dapat diakui di bawah [[hukum internasional]] adalah bahwa ketika Jepang melepaskan kedaulatan atas [[Taiwan di bawah pemerintahan Jepang|Pulau Taiwan]] pada 28 April 1952, Jepang secara efektif memberikan [[Republik Tiongkok/Taiwan|Pulau Taiwan]] kemerdekaannya. Pada saat itu, Pulau Taiwan sudah diduduki oleh [[Republik Tiongkok/Taiwan]], tetapi ini tidak mengubah fakta bahwa Republik Tiongkok/Taiwan menjadi negara-bangsa yang merdeka di mata hukum internasional. Republik Tiongkok/Taiwan tidak pernah menjadi bagian dari [[Republik Rakyat Tiongkok/Cina]]. Klaim kedaulatan Republik Rakyat Tiongkok/Cina atas Republik Tiongkok/Taiwan berakar pada agenda nasionalis garis keras yang didorong oleh [[Partai Komunis Tiongkok]] (PKT) untuk mengkondisikan rakyatnya untuk menerima penguasa otoriter mereka. 'Hanya Partai Komunis Tiongkok yang dapat menyatukan kembali Satu Tiongkok dan menyatukan kembali tanah air,' mantra itu berbunyi, dan tidak ada keraguan bahwa itu efektif di dalam negeri. Masalahnya adalah bahwa itu adalah mitos belaka ketika datang ke [[Pulau Taiwan]]. [[Taiwan di bawah pemerintahan Dinasti Qing|Pulau Taiwan ditaklukkan oleh Dinasti Qing pada tahun 1683]] ketika cucu [[Koxinga]] menyerah kepada pasukan Dinasti Qing. Sebelum ini, ada bukti kunjungan [[Dinasti Cina|Dinasti Cina daratan]] ke Pulau Taiwan dan bahkan beberapa saran hubungan perdagangan, tetapi Pulau Taiwan selalu merupakan [[entitas]] [[independen]] dan tidak pernah di bawah administrasi [[Dinasti Cina|Dinasti Cina daratan]] atau negara lain sebelum [[Kerajaan Belanda|Belanda]] tiba pada awal abad ke-17. Pulau Taiwan tetap menjadi bagian dari Dinasti Qing selama 212 tahun sampai penandatanganan Perjanjian Shimonoseki melihat kedaulatan diserahkan ke Jepang. Seperti yang telah kita lihat, setelah Perang Dunia Kedua, Jepang mempertahankan kedaulatan sampai melepaskannya pada tahun 1952. Republik Tiongkok/Taiwan tidak pernah menjadi bagian dari Republik Rakyat Tiongkok/Cina. Memang, dalam keseluruhan sejarahnya, Pulau Taiwan hanya pernah menjadi bagian dari Dinasti Qing selama lebih dari 200 tahun. Sebaliknya, Dinasti Qing menaklukkan Pulau Taiwan dengan paksa, mendudukinya selama lebih dari 200 tahun, dan kemudian menyerahkan kedaulatan. Kedaulatan ini tidak pernah dikembalikan kepada Republik Rakyat Tiongkok/Cina. Retorika nasionalistik historis yang terus dilontarkan Partai Komunis Tiongkok (PKT) tentang Republik Tiongkok/Taiwan menjadi bagian dari Republik Rakyat Tiongkok/Cina sama sekali tidak benar. Pulau Taiwan diduduki oleh Dinasti Qing untuk waktu yang singkat. Tapi itu tidak pernah menjadi bagian dari Republik Rakyat Tiongkok/Cina.

Republik Tiongkok/Taiwan memenuhi definisi internasional sebagai negara-bangsa yang berdaulat. Hukum internasional menawarkan definisi yang sangat jelas tentang apa yang dimaksud dengan negara-bangsa yang berdaulat. Ini adalah negara yang memiliki populasi permanen, wilayah yang ditentukan, satu pemerintahan, dan kapasitas untuk menjalin hubungan dengan negara berdaulat lainnya. Tidak ada yang bisa memberikan argumen meyakinkan apa pun bahwa Republik Tiongkok/Taiwan tidak memenuhi definisi ini. Ini memiliki populasi permanen sekitar 23,5 juta. Batas unit geografisnya, terdiri dari [[Pulau Taiwan|Kepulauan Taiwan]], [[Kepulauan Penghu|Penghu]], [[Kinmen]], [[Kepulauan Matsu, Republik Tiongkok/Taiwan|Matsu]], [[Wuqiu, Kinmen, Republik Tiongkok/Taiwan|Wuqiu]], [[Pulau Pratas|Tungsha/Dongsha]], dan [[Nansha, Republik Tiongkok/Taiwan|Nansha]]. Yurisdiksi teritorialnya terdiri dari 36.193 kilometer persegi menjadikannya negara terbesar ke-137 di dunia, terjepit di antara [[Swiss]] dan [[Belgia]]. Ada satu pemerintahan yang mengatur wilayah ini dari [[Taipei]]. Untuk waktu yang lama ini adalah kediktatoran militer [[Partai Kuomintang]] (KMT), tetapi dalam beberapa tahun terakhir Republik Tiongkok/Taiwan telah menjadi [[demokrasi]] yang berfungsi penuh dan berkembang pesat dan tidak hanya mempunyai [[Satu partai|1 partai]] lagi. Republik Tiongkok/Taiwan juga memiliki kapasitas untuk menjalin hubungan dengan negara-negara berdaulat lainnya. Saat ini memiliki belasan sekutu diplomatik formal dan jumlahnya akan jauh lebih tinggi tanpa permusuhan diplomatik dari Republik Rakyat Tiongkok/Cina. Perlu juga dicatat bahwa negara-bangsa yang berdaulat masih dapat eksis di bawah hukum internasional tanpa diakui oleh negara-negara berdaulat lainnya. Jadi, bahkan jika Republik Rakyat Tiongkok/Cina berhasil memburu semua sekutu Republik Tiongkok/Taiwan yang tersisa, itu tidak akan mengubah fakta bahwa Republik Tiongkok/Taiwan masih memenuhi definisi sebagai [[negara berdaulat]].

Ada sejumlah faktor lain yang menunjukkan posisi Republik Tiongkok/Taiwan sebagai negara bangsa yang berdaulat juga. Ini memiliki [[mata uang]] sendiri, [[Dolar Baru Republik Tiongkok/Taiwan]]. Ini memiliki [[bahasa]] sendiri, [[Mandarin Tradisional]] yang dipakai juga oleh [[Hong Kong]] dan [[Makau]] dan tidak menggunakan [[Mandarin Sederhana]] yang dipakai oleh Republik Rakyat Tiongkok/Cina dan [[Singapura]] (seperti [[Bahasa Melayu|Melayu]] dan [[Bahasa Indonesia|Indonesia]]). Ia memiliki [[militer]]<nowiki/>nya sendiri dan [[Ekonomi Taiwan|ekonomi]] domestiknya sendiri yang berkembang pesat. Ini mengeluarkan [[Paspor Republik Tiongkok (Taiwan)|paspornya]] sendiri yang diakui di seluruh dunia dan bahkan memiliki perjanjian bebas [[visa]] dengan lebih dari 150 negara. Dan Republik Tiongkok/Taiwan juga memiliki [[ideologi]] sendiri yaitu [[Demokrasi|Ideologi Demokrasi]] seperti [[Amerika Serikat]] dan [[Indonesia]] yang jelas berbeda dengan Republik Rakyat Tiongkok/Cina yang [[Komunisme|berideologi Komunisme]]. Yang terpenting, ia juga memiliki [[budaya]] unik dan [[identitas nasional]]<nowiki/>nya sendiri. Bahkan Partai Komunis Tiongkok (PKT) menilai bahwa orang Republik Tiongkok/Taiwan mengidentifikasi diri mereka sebagai orang [[Tionghoa|Tionghoa/Chinese]]. Tetapi orang Republik Tiongkok/Taiwan mengatakan itu tidak benar dan jajak pendapat demi jajak pendapat terus menunjukkan bahwa mayoritas orang di Republik Tiongkok/Taiwan mengidentifikasi diri mereka sebagai orang [[Orang Republik Tiongkok/Taiwan|Republik/Tiongkok/Taiwan/Taiwanese]]. Meskipun ada banyak kesamaan antara budaya Republik Rakyat Tiongkok/Cina dan Republik Tiongkok/Taiwan, ada juga banyak perbedaan. Di bawah definisi yang diakui secara internasional, Republik Tiongkok/Taiwan memenuhi semua kriteria untuk menjadi [[negara]]. Hanya saja dibutuhkan pengakuan lebih banyak dari negara-negara lain agar Republik Tiongkok/Taiwan lebih dikenal, dll di mata Internasional.

Justru jika dilihat dengan [[sejarah]] yang benar dan rinci, [[Republik Tiongkok/Taiwan]] ([[Tiongkok demokrasi]]) adalah [[Republik Tiongkok (1912–1949)|Tiongkok yang sah]] dan [[Bendera Republik Tiongkok|bendera yang sah]] sejak tahun 1912 dan 1928. Kemudian terjadilah [[kudeta]] oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) sehingga berdirilah Republik Rakyat Tiongkok/Cina ([[Tiongkok komunisme]]) sehingga berdirilah pada tahun 1949. Tetapi [[RRT]] Tidak bisa mengalahkan [[RT]] seluruhnya jadi [[logika]]<nowiki/>nya kedua negara seharusnya sama-sama sah. Sama seperti [[Republik Rakyat Demokratik Korea/Korea Utara]] ([[Korea komunisme]]) yang tidak bisa mengalahkan [[Republik Korea/Korea Selatan]] ([[Korea demokrasi]]) sepenuhnya. Seharusnya kedua negara tersebut sama-sama sah. Malahan jika dilihat dengan sejarah yang benar dan rinci, [[Republik Tiongkok/Taiwan]] lah yang sah. [[Republik Tiongkok (1912–1949)|Republik Tiongkok/Taiwan]] sudah berdiri sejak 1912 sedangkan [[Republik Rakyat Tiongkok/Cina]] baru berdiri sejak 1949. Berbeda dengan Korea karena kedua korea sama-sama merdeka di tahun yang sama. Jadi kedua korea adalah sah.<ref name=":0">{{Cite web|last=Affairs|first=Ministry of Foreign|date=2022-03-06|title=-|url=http://www.taiwan.gov.tw/content_3.php|website=Ministry of Foreign Affairs|language=en|access-date=2022-03-06}}</ref>

Meskipun [[Perang Dingin]] telah tamat, [[status politik Taiwan]] terus menjadi suatu isu hangat pada kedua belah selat Taiwan. Pemerintah Republik Tiongkok adalah salah satu pendiri utama [[Perserikatan Bangsa-bangsa]] (PBB) dan pernah menjadi salah satu anggota tetap [[Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa|Dewan Keamanan]]. Akan tetapi, pada tahun 1971, pemerintahan ini, yang hanya berkuasa di Taiwan saja, secara resmi diikeluarkan dari PBB dan digantikan oleh RRT. Meskipun begitu, pemerintah Republik Tiongkok tidak mau mengembalikan status anggota tetap yang terpaksa dilepaskan pada masa itu. Republik Tiongkok telah mencoba masuk kembali ke PBB dari masa ke masa akan tetapi gagal karena tuntutan Republik Rakyat Tiongkok atas [[Kebijakan Satu Tiongkok]] yang dipromosikan oleh pemerintah RRT di Tiongkok daratan di samping tekanan ekonomi dan diplomatik negara itu. Kebanyakan negara dunia mengubah kebijakan diplomatiknya ke pemerintah RRT di Tiongkok daratan pada tahun [[1970-an]] dan kini, Republik Tiongkok di Taiwan hanya diakui oleh 23 negara.

== Sejarah ==
{{utama|Sejarah Republik Tiongkok|Sejarah Tiongkok}}
Taiwan pernah dijajah oleh [[Belanda]] (1624-1662), kemudian dibebaskan oleh [[Cheng Cheng-Kung]] ([[Koxinga]]) pada tahun [[1662]], seorang loyalis [[Dinasti Ming]] ketika Dinasti Ming mengalami kekalahan dan digantikan oleh Dinasti Qing, dan mendirikan pemerintahan [[Kerajaan Tungning]] ([[1662]]-[[1683]]). Dengan [[Tainan]] sebagai ibu kotanya, Dinasti Cheng melakukan serangkaian operasi militer dan upaya untuk kembali merebut Tiongkok da(contracted; show full)

Taiwan juga memiliki hubungan militer dengan [[Singapura]]. Singapura menempatkan personel militernya di tempat itu karena keterbatasan wilayah yang dimilikinya terutama untuk kepentingan latihan militer. Bahkan pemerintah Singapura pada masa PM [[Goh Chok Tong]] pernah meminta RRT agar memberitahukan Singapura terlebih dahulu apabila RRT menyerang Taiwan.

== Catatan ==
{{reflist}}

<references group="lower-alpha"/>

== Rujukan ==
# {{note|reform2005}}[http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/4616043.stm "Taiwan assembly passes changes"]. [[BBC News]], 7 Jun 2005.
# Feuerwerker, Albert. 1968. The Chinese Economy, 1912-1949. Ann Arbor: University of Michigan Press.

== Lihat pula ==
{{portal|Taiwan}}
(contracted; show full)
{{ROC divisions}}
{{Asia Timur}}
{{Hubungan antar selat}}

[[Kategori:Republik Tiongkok| ]]
[[Kategori:Taiwan]]
[[Kategori:Bekas negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa]]