Difference between revisions 5829036 and 5829046 on idwiki

'''HURRY MONTANA''' Hurry Montana''' a.k.a Harry Montana Lahir di Medan, sumatra utara 9 agustus 1984. dengan nama asli Suharyanto. masa kecil di habiskan di Medan sampai tahun 1996. Meneruskan study SMP di Yogyakarta di tahun 1996. Tepatnya di SMP Kanisius Pakem, Yogyakarta. Tahun 1997 Hurry berpindah keyakinan menjadi seorang Katholik. Setelah diBaptis, Hurry mempunyai Santo Pelindung yang tertera pada namanya yang sekarang, ANTONIUS. Melanjutkan study menengah atas di SMK Sanjaya pakem di tahun 1999. Tepat 3 hari sebelum hurry masuk di sekolah itu, Hurry harus menerima kenyataan menjadi seorang yatim piatu. Ayah Hurry meninggal sekitar bulan Juli 1999. Sebelumnya Hurry juga sudah kehilangan Ibunya tahun 1995. Masa-masa berat dilalui Hurry tanpa orang tua. Hurry tingal bersama 3 saudaranya di rumah kecil di desa terpencil, di Yogyakarta. saat itu hanya kakak perempuan Hurry yang mencari nafkah untuk keluarga. Beliau bekerja dari satu tempat ketempat lain yang bahkan tidak sesuai dengan bidang keahliannya. Tahun 2003, Hurry masuk di sebuah PTS yang notabenya tidak mempunyai kelas di Yogyakarta. Politeknik PPKP yogyakarta. Dikarenakan saat itu kondisi keuangan keluarga Hurry sangat tidak mencukupi untuk mendaftar di Perguruan tinggi yang lebih berkualitas. Tahun 2006, Masa bersenang-senang saat kuliah telah usai. Hurry lulus dari kuliah. Masa-masa berat kembali dilalui. Mendaftar kerja dari satu tempat ketempat lain tidak ada yang mau menerima. Entah apa yang tidak memenuhi syarat. Pada akhirnya, di tahun 2007 Hurry harus rela bekerja sebagai Operator di sebuah Game Center. Di akhir 2007 Hurry jatuh cinta pada seorang wanita, yang notabenya adalah teman sekolah Hurry semasa SMK. Wanita itu bernama Nina Hartati, dan pada tanggal 11 Februari 2008 Hurry resmi berpacaran dengan Nina. Hurry resign dari Game Center tersebut tahun 2008, karena sebuah kasus yang dilakuan oleh beberapa temen Hurry di tempat kerjanya yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan Hurry. Ditahun yang sama, tepatnya akhir Juli 2008, Hurry kembali bekerja sebagai Operator Game Center tapi kali ini di tempat berbeda. Hari-hari dilalui dengan gaji seadanya, Hurry masih harus berjuang untuk memperbaiki hidupnya sendiri. Sangat berbeda dengan 3 saudaranya yang kini sudah sukses. Hurry masih berjuang di bawah. Dua Tahun Hurry bertahan di Game Center tersebut, tepatnya 2 Oktober 2010 Hurry mengakhiri karirnya sebagai Operator Game Center. Babak baru dimulai, setelah lepas dari Game Center tersebut Hurry mendapat tawaran kerja di Jakarta (referensi oleh kakaknya yang bekerja di Bank Danamon. 4 Oktober 2010 Hurry terdaftar sebagai karyawan kontrak (outsourcing) di Bank Danamon. Setelah 1 bulan beradaptasi, Hurry mendapatkan kepercayaan dirinya di tempat kerjanya yang baru. Setelah sebelumya sempat putus asa dan ingin pulang ke kampung halaman (Yogyakarta). Saat Hurry sedang menikmati hidupnya di Jakarta, kejadian buruk harus menimpa Hurry dan teman-teman outsourcing lainnya. Tanggal 27 Oktober 2011 kami kaum outsource harus di PHK dari perusahaan karena alasan yang sangat banci, menurut mereka (outsource). Kontrak kerja beberapa karyawan outsource tidak diperpanjang per 31 Desember 2011. Hurry mengakhiri karirnya di Danamon tanggal 21 Desember 2011, dan harus pulang kampung ke Yogyakarta lagi. Setelah satu bulan menganggur, Hurry mendapat tawaran kerja di Bank Danamon Solo (atas referensi dari seorang teman dari saudara Hurry yang bekerja di Bank Danamon Yogyakarta). Bulan Januari 2012 Hurry mulai bekerja di Bank Danamon Solo, tapi hanya mampu bertahan beberapa hari saja, karena tidak kerasan, masih terlena dengan kenyamannan hidup di Jakarta yang pernah dilaluinya. Tepat tanggal 26 Januari 2012 Hurry resign dari Bank Danamon Solo. Hurry kembali menganggur. Ada penyesalan yang sangat dalam setelah Hurry memutuskan untuk tidak melanjutkan karirnya di Bank Danamon Solo. Hari-hari yang dilaluinya adalah tak berarti, dia mulai sadar bahwa dia tidak mempunyai sesuatu yang dibanggakan untuk keluarga dan kekasihnya. Dan saat itu Hurry merasa bahwa dia adalah orang yang paling tidak berguna dan bodoh. Hurry mulai bangkit lagi, dia mulai getol mencari informasi pekerjaan. Beberapa wawancara telah di laluinya walaupun tidak ada satu perusahaanpun yang mau menerima. Hurry terus berdoa dan berusaha. Tanggal 8 Februari 2012 Hurry mendapat informasi lowongan pekerjaan dari kakaknya (lagi), yaitu di Bank Pundi Jakarta. Dan ternyata aplikasi lamaran kerja dan Resume sudah di email oleh kakak Hurry ke Bank Pundi. Gayung bersambut, hanya berselang 2 jam mendapatkan informasi tersebut, pihak Bank Pundi menelefon Hurry untuk panggilan wawancara pada tanggal 10 Februari 2012. Tanpa pikir panjang Hurry langsung berangkat ke Jakarta satu hari sebelumnya. Sesampainya di Jakarta (09/02/12), Hurry di jemput kakaknya di stasiun kereta api Pasar Senen dan menginap di rumah kakaknya di Kampung Rambutan. Hari wawancara tiba (10/02/12), Hurry bertemu 2 orang pewawancara ( manager operasional dan HC). Proses wawancara hampir 2 jam, dan hasilnya tidak begitu memuaskan. Akhirnya setelah ditunggu 5 hari dan tidak ada informasi tentang hasil wawancara di Bank Pundi, Hurry kembali lagi ke Yogyakarta (15/02/12) dengan perasaan kecewa dan hampir putus asa. Hurry kembali menganggur dan tetap apply alpikasi lamaran pekerjaan ke perusahaan-perusahaan yang membuka lowongan kerja. Namun masih belum ada kesempatan. Setelah satu bulan menganggur, tepat tanggal 5 Maret 2012 Bank Pundi kembali memanggil Hurry untuk tandatangan penawaran kerja. Dan pada tanggal 8 Maret 2012 Hurry sudah mulai bekerja sebagai karyawan percobaan (3 bulan masa percobaan)Bank Pundi Jakarta. Masa adaptasinya di kantor kurang baik. Hurry kesulitan beradaptasi, mungkin karena dia terlalu berharap menemukan suasana yang karakternya sama seperti saat bekerja di Bank Danamon Jakarta. Satu yang menjadi harapannya adalah tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti yang pernah dilakukannya di Bank Danamon Solo.





== Referensi ==
{{Reflist}}
*http://www.facebook.com/hurry.montana
*http://www.twitter.com/hurrymontana
*