Difference between revisions 5960590 and 5960944 on idwiki

{{kegunaanlain|Serigala Betina}}
{{Infobox Buku
  | name          = Serigala Betina
  | title_orig    = 
  | translator    = 
  | image         = [[Berkas:Serigalabetina.jpeg|200px]]
  | image_caption = 
  | author        = [[Yissa Luthana]]
  | illustrator   = Rayotama Nugraha
  | cover_artist  = Mandira Prayoga
  | country       = [[Indonesia]]
  | language      = [[Bahasa Indonesia]]
  | series        = 
  | subject       =  
  | genre         = [[Psikologi]], [[Pembunuhan]], [[Kriminal]]
  | publisher     = [[Penerbit Mahakaryanyata]] 
  | release_date = [[2012]]
  | english_release_date = 
  | timeline      = 
  | media_type    = 
  | pages         = 418
  | size_weight   =
  | size          = 20,5 x 13,5 cm
  | weight        =
  | isbn          = 979-3884-02-6
  | preceded_by   = 
  | followed_by   = 
}}
'''Serigala Betina''' merupakan [[novel]] karya penulis muda [[Yissa Luthana]] yang diterbitkan oleh [[Mahakaryanyata]] pada pertengahan bulan September [[2012]]. Novel ini berkisah tentang pelarian seorang wanita yang dituduh membunuh tunangannya.

== Sinopsis ==

Rea Kamila seorang arsitek muda yang hidup sebatang-kara sejak kematian ibunya di tahun 2007. Saat usia Kamila berusia dua belas tahun, ibunya menikah dengan seorang Jendral bernama Sumitro yang memiliki satu anak, Prabowo yang usianya lebih tua empat tahun dari Kamila. Setiap malam, Kamila sering mengintip kamar tidur ibunya dari lubang kunci. Ayah tiri Kamila itu sering menyiksa ibunya sebelum bercinta. Aksi mengintip Kamila akhirnya diketahui Prabowo. Karena takut diadukan ke ayah tirinya, Kamila lalu menuruti permintaan Prabowo untuk bercinta dengannya di ladang belakang rumah. Sampai usia tiga belas tahun, Kamila harus menahan tekanan psikologi dan seksual dari kakak tirinya, hingga ia menceritakan semua itu ke ibunya. Sang Ibu lalu memutuskan meninggalkan Sumitro, dan bercerai. Setelah itu mereka tinggal di Jakarta. Tahun 2007, Ibu Kamila yang sudah lama menderita penyakit Alzheimer akhirnya meninggal dunia. 

Sepeninggal ibunya, Kamila yang tak memiliki sanak keluarga, akhirnya bisa menemukan kebahagiaan hidup ketika bertemu dengan Aditya, seorang arsitek tampan yang mau menerima keadaan Kamila apa adanya. Empat tahun berpacaran, akhirnya di penghujung tahun 2011 mereka memutuskan untuk menikah. Kepercayaan dan cinta Kamila kepada Aditya begitu besar. Sampai di malam ia mendatangi apartemen Aditya untuk memberikan kejutan ulang tahun. Kamila menangkap basah Aditya sedang bercinta dengan Pramono, pacar sejenis Aditya yang selama ini disembunyikan. Hati Kamila saat itu hancur, dan ia langsung memutuskan hubungannya dengan Aditya saat itu juga. 

Keesokan harinya, Kamila meninggalkan Jakarta dengan mobil sedannya. Ia berencana untuk pergi ke Bali. Namun di tengah perjalanan, Kamila mendengar tentang kematian Aditya di apartemennya, dan polisi menyimpulkan jika pelaku pembunuhan itu adalah Kamila berkat bukti CCTV yang memperlihatkan kedatangan Kamila di unit apartemen Aditya kemarin malam. Kamila ketakutan dan panik. Meski ia sangat yakin jika dirinya bukan yang membunuh Aditya, namun siapa yang akan percaya. Kamila akhirnya kabur dan meninggalkan Jakarta menuju daerah Jawa Tengah. Di sisi lain, Kepolisian Ibukota menunjuk Inspektur Bara Adiyaksa untuk memimpin pengejaran Kamila. 

Dieng. Tempat pelarian pertama Kamila adalah di perkebunan teh di Dataran Tinggi Dieng. Kamila menolong Rahajeng, seorang gadis desa yang hendak diperkosa gerombolan sopir truk. Rahajeng lalu mengajak Kamila mampir ke rumahnya yang sangat luas. Ayah Rahajeng bernama Sastrowilogo, seorang tuan tanah kaya yang memiliki tujuh orang istri. Rahajeng sendiri merupakan anak ayahnya dari istri pertama. Malam itu, Rahajeng memperkenalkan Kamila pada ayahnya yang sedang sibuk mencuci benda-benda pusaka di ruang kerjanya. Salah satu benda pusaka milik Sastrowilogo yang menarik hati Kamiala ia pistol kuno peninggalan Belanda, yang masih bagus digunakan sampai sekarang. Pistol itu disimpan di laci utama dalam ruang kerja. 

Setelah memamerkan benda-benda pusakanya, Sastrowilogo lalu memamerkan ketujuh istrinya. Kamila sangat terkejut setelah tahu istri ketujuh Sastowilogo yang bernama Ulfah, masih berusia tiga belas tahun. Ulfah dijual orang tuanya karena rumah mereka takut digusur oleh Sastrowilogo sang tuan tanah. Gadis kecil itu juga mengaku sering pendarahan dan kesakitan saat bercinta dengan Sastrowilogo. Kamila teringat akan cerita masa lalunya sendiri, saat dipaksa Prabowo, kakak tirinya untuk berhubungan badan. 

Malam harinya, ketika Kamila sulit tidur, ia mendengar suara Ulfah menjerit di kamar sebelahnya. Kamila lalu masuk ke dalam kamar Ulfah, dan melihat gadis itu sudah tewas, sedangkan Sastrowiligo masih asyik menyetubuhinya. Kamila shock dan murka, lalu ia keluar kamar Ulfah dan masuk ke dalam ruang kerja. Kamila mengambil pistol tua Sastrowilogo, dan membawanya ke kamar Ulfah. Sampai di sana, Kamila segera menembak Sastrowilogo sampai pria itu tewas. Kamila dituduh membunuh tunangannya sendiri, Aditya, yang tewas terbunuh di dalam apartemennya. Semua orang tak percaya termasuk polisi tentang kesaksian Kamila, jika yang membunuh Aditya sebenarnya adalah Pramono, pacar sejenis Aditya. Karena takut menerima hukuman mati, Kamila pun akhirnya nekad kabur. Kepolisian lalu menugaskan Kompol Bara Adyaksa untuk mengejar dan menghentikan pelarian Kamila. 

Selama pelarian, Kamila menyinggahi beberapa tempat diantaranya Dieng, Bali, Kapal Laut jurusan Bali - Ambon, Ambon, dan berakhir di Tembagapura Papua. Di beberapa tempat tersebut, banyak kisah yang mewarnai pelarian Kamila. Ia bertemu dengan wanita yang mengalami kekerasan psikologi dan seksual dari pria-pria yang ada di sekitar mereka.

Di Dieng, Kamila membunuh seorang tuan tanah yang menyiksa istri ketujuhnya yang masih berusia tiga belas tahun, saat bercinta hingga tewas. 

Di Bali Kamila jatuh cinta dan berpacaran sangat singkat dengan Anak Bangsawan Bali, Cokorda Agung Kusuma, yang berusia lima belas tahun, dan mendapat tentangan dari keluarga Cokorda. Kisah cinta mereka berakhir ketika Cokorda meninggal dalam kecelakaan motor saat melarikan Kamila dari kejaran Kompol Bara Adyaksa. 

Masih di Bali, Kamila menangkap basah pelaku pedofil yang akan memperkosa anak laki-laki, lalu membunuhnya. 

Di Kapal Layar yang dinaiki Kamila dari Bali ke Ambon, ia bertemu dengan Mirell, seorang musisi muda dari Ambon yang mencintai kebebasan. Mirell jatuh cinta pada Kamila namun cintanya ditolak. 

Di atas kapal juga, Kamila bertemu dengan komplotan preman yang sering melecehkan penumpang perempuan. Kamila lalu membunuh mereka satu per satu dengan caranya yang sadis dan tak meninggalkan jejak. 

Sampai Ambon, Kompol Bara sudah menunggu Kamila di pelabuhan. Gadis itu akhirnya tertangkap, namun berhasil kabur saat Kompol Bara membawanya ke bandara. 

Mau tahu kelanjutannya? Baca di novel aslinya!


== Pranala luar ==

[[Kategori:Novel tahun 2012]]
[[Kategori:Buku Indonesia]]
[[Kategori:Sastra Islami]]
[[Kategori:Serigala Betina]]

{{link FA|hu}}

[[de:Serigala Betina]]
[[jv:Serigala Betina]]
[[su:Serigala Betina]]