Difference between revisions 7012148 and 7037611 on idwiki{{Islam}} '''Rukun Iman''' (bahasa arab: أركان الإسلام) yaitu pilar keimanan dalam Islam yang harus dimiliki seorang muslim. Jumlahnya ada enam. Enam rukun iman ini didasarkan dari ayat-ayat Al-Qur'an dan [[Hadits Jibril]] yang terdapat dalam kitab [[Shahih Bukhari]] dan [[Shahih Muslim]] yang diriwayatkan dari Umar bin Khathab. == Pengertian istilah Iman == Iman secara bahasa berarti tashdiq (membenarkan). Sedangkan secara istilah syar’i, iman adalah "Keyakinan dalam hati, Perkataan di lisan, amalan dengan anggota badan, bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan maksiat". Para ulama salaf menjadikan amal termasuk unsur keimanan. Oleh sebab itu iman bisa bertambah dan berkurang, sebagaimana amal juga bertambah dan berkurang". Ini adalah definisi menurut Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Al Auza’i, Ishaq bin Rahawaih, madzhab Zhahiriyah dan segenap ulama selainnya.<ref>Kitab Tauhid li Shaff Ats Tsaani Al ‘Aali, hal. 9.</ref> Dengan demikian definisi iman memiliki 5 karakter: keyakinan hati, perkataan lisan, dan amal perbuatan, bisa bertambah dan bisa berkurang. {{quote|“Agar bertambah keimanan mereka di atas keimanan mereka yang sudah ada.”|QS. Al Fath [48] : 4}} Imam Syafi’i berkata, “Iman itu meliputi perkataan dan perbuatan. Dia bisa bertambah dan bisa berkurang. Bertambah dengan sebab ketaatan dan berkurang dengan sebab kemaksiatan.” Imam Ahmad berkata, “Iman bisa bertambah dan bisa berkurang. Ia bertambah dengan melakukan amal, dan ia berkurang dengan sebab meninggalkan amal.”<ref>Al Wajiz fii ‘Aqidati Salafish shalih, hal. 101-102</ref> Imam Bukhari mengatakan, “Aku telah bertemu dengan lebih dari seribu orang ulama dari berbagai penjuru negeri, aku tidak pernah melihat mereka berselisih bahwasanya iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang.”<ref>Fathul Baari Syarhu Shahih al-Bukhari, karya Ibnu Hajar Asqalani, I/60</ref>⏎ ⏎ == Rukun Iman == * '''Iman kepada Allah''' :Seseorang tidak dikatakan beriman kepada Allah hingga dia mengimani 4 hal: Mengimani '''adanya''' Allah. Mengimani '''rububiah''' Allah, bahwa tidak ada yang mencipta, menguasai, dan mengatur alam semesta kecuali Allah. Mengimani '''uluhiah''' Allah, bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah dan mengingkari semua sembahan selain(contracted; show full)tabNya; para RasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,” ia berkata, “Engkau benar.” ...Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga Nabi bertanya kepadaku : “Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?” Aku menjawab,”Allah dan RasulNya lebih mengetahui,” Beliau bersabda,”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.”"| HR Muslim, no. 8<ref> Arba'in an-Nawawi, oleh Imam Nawawi, Hadits ke-2.</ref>}} == Pengertian istilah Iman == Iman secara bahasa berarti tashdiq (membenarkan). Sedangkan secara istilah syar’i, iman adalah "Keyakinan dalam hati, Perkataan di lisan, amalan dengan anggota badan, bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan maksiat". Para ulama salaf menjadikan amal termasuk unsur keimanan. Oleh sebab itu iman bisa bertambah dan berkurang, sebagaimana amal juga bertambah dan berkurang". Ini adalah definisi menurut Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Al Auza’i, Ishaq bin Rahawaih, madzhab Zhahiriyah dan segenap ulama selainnya.<ref>Kitab Tauhid li Shaff Ats Tsaani Al ‘Aali, hal. 9.</ref> Dengan demikian definisi iman memiliki 5 karakter: keyakinan hati, perkataan lisan, dan amal perbuatan, bisa bertambah dan bisa berkurang. {{quote|“Agar bertambah keimanan mereka di atas keimanan mereka yang sudah ada.”|QS. Al Fath [48] : 4}} Imam Syafi’i berkata, “Iman itu meliputi perkataan dan perbuatan. Dia bisa bertambah dan bisa berkurang. Bertambah dengan sebab ketaatan dan berkurang dengan sebab kemaksiatan.” Imam Ahmad berkata, “Iman bisa bertambah dan bisa berkurang. Ia bertambah dengan melakukan amal, dan ia berkurang dengan sebab meninggalkan amal.”<ref>Al Wajiz fii ‘Aqidati Salafish shalih, hal. 101-102</ref> Imam Bukhari mengatakan, “Aku telah bertemu dengan lebih dari seribu orang ulama dari berbagai penjuru negeri, aku tidak pernah melihat mereka berselisih bahwasanya iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang.”<ref>Fathul Baari Syarhu Shahih al-Bukhari, karya Ibnu Hajar Asqalani, I/60</ref>⏎ ⏎ ==Cabang-cabang keimanan == Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah, {{quote|“Iman itu ada 70 atau 60-an cabang. Yang paling tinggi adalah perkataan ‘la ilaha illallah’, yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalanan, dan sifat malu (juga) merupakan bagian dari iman.”| HR. Bukhari no. 9 dan Muslim no. 35.}} Perkataan ‘Syahadat’ menunjukkan bahwa iman harus dengan ucapan di lisan. Menyingkirkan duri dari jalan menunjukkan bahwa iman harus dengan amalan anggota badan. Sedangkan sifat malu menunjukkan bahwa iman harus dengan keyakinan dalam hati, karena sifat malu itu di hati. Inilah dalil yang menunjukkan bahwa iman yang benar hanyalah jika terdapat tiga komponen di dalamnya yaitu (1) keyakinan dalam hati, (2) ucapan di lisan, dan (3) amalan dengan anggota badan. Maka tanpa adanya amalan, meskipun ada keyakinan dan ucapan, tidaklah disebut beriman. ==Menurut Syi'ah== Rukun Iman menurut aliran Syi'ah berbeda dengan ''mainstream'' Islam. Prinsip-prinsip keimanan Syiah terdiri dari: * At-Tauhid (Keesaan) * Al-Adhalah (Keadilan) * An-Nubuwah (Kenabian) * Al-Imamah (Keimaman, kepemimpinan pasca Nabi Muhammad saaw) * Al-Ma'ad ==Rujukan == {{reflist}} == Pranala luar == * {{id}} [http://al-atsariyyah.com/penjelasan-rukun-iman.html Penjelasan Rukun Iman] * {{id}} [http://abu0mushlih.wordpress.com/2008/12/28/definisi-iman/ Definisi Iman] * {{id}} [http://www.goodreads.com/book/show/17287589-inti-ajaran-islam Goodreads.com] {{islam-stub}} [[Kategori:Islam]] All content in the above text box is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike license Version 4 and was originally sourced from https://id.wikipedia.org/w/index.php?diff=prev&oldid=7037611.
![]() ![]() This site is not affiliated with or endorsed in any way by the Wikimedia Foundation or any of its affiliates. In fact, we fucking despise them.
|