Difference between revisions 7611435 and 11346817 on idwiki

{{rapikan}}

'''Ilmu Sosiatri''' merupakan salah satu cabang [[ilmu sosial]] terapan yang memusatkan perhatian pada organisasi dan pembangunan masyarakat Indonesia.Ilmuwan yang mengabdikan diri pada pengembangan ilmu ini dikenal sebagai Sosiatrist, praktisi/ilmuwan pembangunan masyarakat Indonesia. Sosiatrist, di dalam menjalankan tugasnya, belajar bersama-sama dengan masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial di dalam hubungan sosial  [http://archive.is/20130630003601/freewriting.ning.com/profiles/blogs/sosiatri-an-applied-social (Lihat Definisi di sini)]. Pola hubungan sosial yang dikaji oleh ilmu ini menyangkut hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan antara kelompok dengan kelompok. Kekhasan Ilmu Sosiatri terletak pada wilayah kerjanya yaitu masyarakat Indonesia. Ilmu Sosiatri merupakan cabang ilmu sosial yang lahir dan berkembang di Indonesia, atau dengan kata lain originalitas dari ilmu ini ada di Indonesia  [https://archive.is/20121130004834/sosiatriupdate.blogspot.com/2011/02/abstrak-lmu-sosiatri-sebagai-salah-satu.html (Lihat Sosiatri Update)].  

Dibukanya Jurusan Ilmu Sosiatri pada tanggal 10 Juli 1957 dengan dasar hukum berupa Peraturan Pemerintah (PP) No. 15 tahun 1957 menjadi peneguhan secara resmi lahirnya Ilmu Sosiatri. Jurusan Ilmu Sosiatri di Universitas Gadjah Mada (UGM)[http://sosiatri.fisipol.ugm.ac.id/ (Lihat Website Jurusan Sosiatri Fisipol UGM)] pada saat dilahirkan ditetapkan menjadi bagian dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.  

Proses perumusan ilmu ini melalui kerja keras Panitia Ad Hoc Senat UGM dan proses diskusi yang sangat panjang. Latar belakang dipandang perlunya pembentukan Ilmu Sosiatri adalah kondisi sosial, ekonomi dan politik Indonesia pada awal kemerdekaan yang sangat buruk. Kondisi buruk tersebut jika dibiarkan akan mengganggu ketahanan negara, stabilitas nasional, dan integrasi sosial. Ancaman disintegrasi dan disorganisasi sosial sangat besar untuk sebuah negara besar yang baru saja merdeka. Kelainan-kelainan sosial (social disorganization) pada awal kemerdekaan jika tidak ditangani dengan baik dapat dengan cepat dimanfaatkan oleh golongan ekstrimis, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk memecah belah integrasi nasional, yang merupakan tujuan ideal dari kemerdekaan/Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  

Pembangunan masyarakat Indonesia sangat khas dan tidak bisa disamakan begitu saja dengan proses pembangunan yang telah dilaksanakan di negara-negara lain. Karakteristik khusus yang dimiliki oleh Indonesia antara lain: ideologi negara yakni Pancasila, kemajemukan sosial-ekonomi dan geografi, latar belakang sejarah, dan adanya nilai-nilai dan tradisi lokal yang berakar kuat pada masyarakat setempat. Kepaduan karakteristik ini pada masyarakat Indonesia membuat metode-metode ilmu sosial tidak dapat begitu saja diterapkan untuk organisasi dan pembangunan masyarakat Indonesia. Metode-metode kerja ilmu-ilmu sosial yang ada perlu disesuaikan ketika diadaptasi. Selain itu, dalam penerapannya, harus dipadukan berbagai pendekatan ilmu sosial dan juga ilmu-ilmu lainnya. Dengan kata lain, untuk melaksanakan organisasi dan pembangunan masyarakat Indonesia diperlukan penerapan multi-metode, multi-perspektif, dan pendekatan interdisipliner [http://sosiatri.fisipol.ugm.ac.id/phka3/article/132/model-pelayanan-sosial.html Baca Buku Lembaga Sosial, Sugianto, 2002]. Oleh sebab itu, Panitia Ad Hoc Senat UGM, yang terdiri dari ilmuwan yang memiliki bidang kajian sangat beragam, memandang perlu ada sebuah disiplin atau pendekatan baru yang mampu melakukan kajian tersebut.  

Dalam perkembangan selanjutnya perhatian Ilmu Sosiatri tidak terbatas pada upaya-upaya mengatasi kelainan-kelainan sosial dalam kehidupan masyarakat, melainkan bergerak lebih jauh ke pasca penanganan masalah tersebut, yakni pembangunan masyarakat. Oleh karena itu, ada dua pendekatan utama yang digunakan Ilmu Sosiatri di dalam kajian tentang objek ilmunya, yakni pendekatan ''Community Organization'',"Community Service [http://sosiatri.fisipol.ugm.ac.id/phka3/article/132/model-pelayanan-sosial.html (Lihat Kekahasan model pelayanan sosial pada Sosiatri)]", dan ''Community Develompent'' (CD).

Apabila kedua pendekatan itu dijadikan basis penilaian, maka secara substansial Ilmu Sosiatri termasuk cukup berkembang. Ilmu ini dapat disebut sebagai embrio sekaligus pioner dalam pengembangan pendekatan-pendekatan pembangunan masyarakat yang bersifat aplikatif. Pendekatan tersebut juga diadopsi oleh Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial yang lahir pada awal tahun 80-an, sebagai pendekatan utama dalam kajian-kajian tentang kesejahteraan sosial. Bahkan kurikulum yang sejak awal dikembangkan oleh Jurusan Ilmu Sosiatri juga digunakan oleh jurusan baru tersebut untuk memperkuat disiplin keilmuannya.

Memang secara kuantitatif perkembangan Ilmu Sosiatri relatif lambat. Hal ini tampak antara lain dari sedikitnya perguruan tinggi yang mengembangkan Jurusan Ilmu Sosiatri. Dan dari jumlah yang sedikit itu bahkan ada yang berubah nama menjadi Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial. Barangkali hanya sekeadar mengubah nama, tetapi substansinya tetap pada apa yang menjadi basis Ilmu Sosiatri.

Sejarah Lahirnya Sosiatri

Keberadaan Sosiatri sebagai ilmu pengetahuan jika diasosiasikan dengan umur manusia dapat dikategorikan sudah dewasa. Kenyataannya, ilmu ini belum banyak dikenal. Saat ini, Istilag Sosiatri telah dapat ditemukan dalam Ensiklopedia Nasional Indonesia Volume 15 [http://sosiatri.fisipol.ugm.ac.id/phka3/article/132/model-pelayanan-sosial.html Lihat Ensiklopedia]. Walaupun demikian, kebermaknaan ilmu ini sebagai cabang ilmu sosial masih banyak ditentang dan bahkan ditolak.  

Sosiatri sebagai salah satu cabang ilmu sosial, mulai dikembangkan oleh Fakultas Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (UGM). Sosiatri ditetapkan sebagai salah satu cabang ilmu sosial oleh UGM pada tahun 1957. Pada 10 Juli 1957, secara resmi UGM membuka jurusan Ilmu Sosiatri yang berada dalam naungan Fakultas Sosial dan Politik. Jurusan ini dibuka dengan tujuan menghasilkan ahli-ahli Sosiatri atau Sosiatris.

Jurusan Sosiatri di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM dibuka dengan dikeluarkannya Keputusan Sidang Panitia Adhoc Senat UGM. Sebelum sampai pada keputusan tersebut, Senat UGM telah melalui perundingan panjang untuk memformulasikan sebuah nama bagi ilmu baru yang diperlukan untuk pembangunan masyarakat Indonesia. Sidang Panitia Adhoc Senat UGM tersebut terdiri dari 5 orang guru besar UGM. Kelima guru besar tersebut adalah: Prof. Mr. Drs. Notonegoro sebagai ketua dan Prof. Drs. Sigit, Prof. Mr. Kusuniadi, Prof. Drs. Sunardjo, dan Prof. Mr. Hardjono sebagai anggota.

Landasan Dasar Pembukaan Jurusan Sosiatri

Berdirinya Indonesia sebagai sebuah negara merdeka setelah Proklamasi Kemerdekaan bukan merupakan langkah akhir, melainkan justru langkah awal perjuangan menegakkan dan mempertahankan kedaulatan. Banyak tantangan yang harus dihadapi oleh Indonesia untuk memperoleh pengakuan kedaulatan dari dalam maupun luar negeri.  

Ancaman terhadap kemerdekaan dapat bersumber dari penolakan pengakuan terhadap adanya Republik Indonesia (RI). Oleh sebab itu, untuk memperkuat proses pengakuan kedaulatan dan tegaknya RI, kalangan kampus turut merasa bertanggungjawab. Sebagai Universitas Negeri pertama di tanah air, UGM memiliki tanggungjawab untuk menegakkan dan mempertahankan kedaulatan melalui perjuangan secara akademis.  

Perjuangan secara akademis yang dapat dilakukan oleh UGM adalah mengatasi dan mengurangi berbagai dampak negatif penjajahan yang diderita oleh rakyat Indonesia. Banyak masalah sosial patologis yang disisahkan oleh penjajahan yang belum dapat diatasi dengan baik oleh pemerintah pada masa awal kemerdekaan. Masalah sosial tersebut tampak dengan jelas dalam bentuk kemiskinan, kebodohan, pengangguran, rendahnya kualitas kesehatan, dan berbagai bentuk kepincangan-kepincangan sosial.
(contracted; show full)logi tersebut kemudian disimpulkan dalam Keputusan Panitia Ad hoc Senat UGM dengan menyatakan argumentasi yang menyatakan tepatnya penggunaan Sosiatri untuk jurusan dan ilmu baru di bawah naungan Fisipol UGM sebagai berikut: (1) Ruang lingkup tugas Sosiatri merupakan bidang tepat karena memenuhi logika berpikir kritis ilmiah yang dikenal dengan istilah analogi.terja terapan (applied) bukan teoritis. (2) Sosiatri bukan merupakan terapan Sosiologi, melainkan terapan dari Ilmu Sosial. (3) Penetapan nama sudah
 
 


Sosiatri sebagai Ilmu Pengetahuan  

Sosiatri memenuhi syarat-syarat Ilmu Pengetahuan. Sebagai ilmu pengetahuan, Sosiatri berhubungan erat dengan ilmu-ilmu sosial lainnya dan berobjek masyarakat. Hakikat Sosiatri memenuhi kriteria-kriteria umum ilmu pengetahuan. Uraiannya adalah sebagai berikut: (1) Sosiatri merupakan ilmu sosial. (2) Tujuan keilmuan Sosiatri bersifat terapan/praktis. (3) Hakikat penelitian dan pemecahan masalah yang dilakukan Sosiatri bersifat empirik (berlandaskan kenyataan dan rasio). (4) Sosiatri tidak memiliki teori sendiri, tetapi memanfaatkan semua teori-teori dalam ilmu sosial yang ada untuk membantu memecahkan persoalannya. (5) Konstruksi keilmuan yang dibangun Sosiatri bersifat operasional. (6) Metode kerja Sosiatri adalah metode ilmu sosial.

Sosiatri berada di dalam naungan Fisipol. Pada hakikatnya rumpun ilmu pada Fisipol dapat digolongkan menjadi dua kelas besar, yakni: (1) Ilmu sosial politik yang mengenai masyarakat, baik berupa yang langsung mengenai keadaan masyarakat atau yang menyangkut publikasinya. (2) Ilmu sosial politik yang berhubungan dengan kehidupan kenegaraan, yang mencakup hubungan dalam negara dan hubungan luar negara.  

Jurusan dalam sebuah Fakultas merupakan identitas yang menjelaskan spesifikasi keahlian seorang ilmuwan. Jurusan menjadi wadah pengembangan ilmu secara lebih fokus pada bidang dan objek kerja ilmuwan. Fisipol dianggap tepat untuk membuka Jurusan Sosiatri, karena Fakultas ini menjadi wadah bagi penanganan masalah-masalah kemasyarakatan yang terkait erat dengan pembangunan sosial dan politik.  

Jurusan Sosiatri menjadi subwadah yang diberi tugas dan diarahkan ke pengembangan ilmuwan yang memiliki keahlian dalam pembangunan dan penanganan masalah sosial patologis masyarakat Indonesia. Pada tingkat fakultas, calon-calon Sosiatris mendapat bekal keilmuan yang sama seperti mahasiswa Fisipol lainnya, tetapi secara khusus di Jurusan mereka mendapatkan matakuliah keahlian khusus yang menitikberatkan pada usaha pembangunan masyarakat Indonesia.

Ruang Lingkup Sosiatri

(contracted; show full)

Peranan Sosiatris

Sosiatris pada awal perkembangannya difokuskan untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli untuk bertugas dalam departemen pemerintah yang menangani masalah pembangunan masyarakat. Departemen tersebut antara lain: Departemen Sosial, Departemen Transmigrasi, Departemen Tenaga Kerja, Departemen Penerangan, dan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dan Departemen Kesehatan.
  

Saat ini, Sosiatris tidak lagi hanya berkarier di pemerintahan. Sosiatris justru banyak terlibat di dalam aktivitas pembangunan masyarakat yang diusahakan oleh NGOs dari luar maupun dalam negeri. Selain itu, bidang penelitian dan berbagai profesi di dalam masyarakat juga turut dijalani oleh para Sosiatri, seperti sebagai pendidik, pekerja sosial, penyuluh masyarakat, jurnalis, dan konsultan dalam pengembangan wilayah perkebunan.

Eksistensi Sosiatris memang semakin luas, tetapi pengakuan diri sebagai Sosiatris masih sangat rendah kuantitasnya. Hal ini tidak terlepas dari kurangnya kebanggaan para ilmuwan Sosiatris terhadap identitas ilmunya dan selain itu juga pengakuan yang kurang dari kalangan ilmiah, karena pemahaman yang sangat sempit terhadap disiplin ilmu ini  [https://archive.is/20121208152141/sosiatriupdate.blogspot.com/2011/02/untuk-apa-sosiatri-tumpang-tindih.html Untuk apa Sosiatri].

Referensi:
1. Sugiyanto. (2002). [[Lembaga Sosialhttp://books.google.com/books?id=c-LZAAAAMAAJ&q=Sosiatri&dq=Sosiatri&hl=en&ei=3qxdTdWFOYT0tgOTqKXICA&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=1&ved=0CCcQ6AEwAA|Lembaga Sosial]]. Global Pustaka Utama. 2. Universitas Gadjah Mada. (1987). [[Ilmu sosiatri sebagai ilmu pembangunan masyarakat dalam masa kinihttp://books.google.com/books?id=M0ABHAAACAAJ&dq=Sosiatri&hl=en&ei=3qxdTdWFOYT0tgOTqKXICA&sa=X&oi=book result&ct=result&resnum=4&ved=0CDQQ6AEwAw|Ilmu sosiatri sebagai ilmu pembangunan masyarakat dalam masa kini]]. Universitas Gadjah Mada. 3. holoholo anuenue. (2011). Sosiatri Update. http://sosiatriupdate.blogspot.com 4. Universitas Gadjah Mada. (2004). [[Startegi pemberdayaan masyarakathttp://books.google.com/books?id=p-bZAAAAMAAJ&q=Sosiatri&dq=Sosiatri&hl=en&ei=3qxdTdWFOYT0tgOTqKXICA&sa=X&oi=book result&ct=result&resnum=5&ved=0CDkQ6AEwBA|Startegi pemberdayaan masyarakat]]. Universitas Gadjah Mada. 5. Ensiklopedia nasional Indonesia volume 15 http://books.google.com/books?id=p-bZAAAAMAAJ&q=Sosiatri&dq=Sosiatri&hl=en&ei=3qxdTdWFOYT0tgOTqKXICA&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=5&ved=0CDkQ6AEwBA]]

[[Kategori:Ilmu sosial]]