Difference between revisions 9791499 and 10472579 on idwiki

'''K.H. Muhammad Dimyathi bin K.H. Muhammad Amin Al-Bantani''', atau dikenal dengan '''Abuya Dimyathi''' atau '''Mbah Dim''' (lahir tahun [[1925]] – meninggal pada tanggal [[3 Oktober]] [[2003]]) adalah seorang [[ulama]] [[Banten]] kharismatik yang juga dikenal sebagai [[sufi]]. Dia berperan sebagai pembimbing para murid dalam menjalani dunia [[tasawuf]].

== Biografi ==
Abuya lahir sekitar tahun 1925 dari pasangan H. Amin dan Hj.Ruqayah. Dia dikenal sangat haus akan ilmu. Karena itu, ia belajar ilmu agama pada banyak pesantren, mulai dari Pesantren Cadasari, Kadupeseng, Pandeglang, Plamunan hingga Pesantren Sempur, [[Plered, Purwakarta|Plered]], [[Purwakarta]] asuhan [[Syekh Tubagus Ahmad Bakri as-Sampuri]].

Semasa hidupnya, Abuya Dimyathi dikenal sebagai gurunya dari para guru dan kyainya dari para kyai, sehingga tak berlebihan kalau disebut sebagai ulama ''Khas al-Khas'' atau ''rasikhah''. Ulama yang sikapnya sehari-hari merupakan cerminan dari ilmu yang dikuasainya. Masyarakat Banten menjulukinya juga sebagai pakunya daerah Banten, di samping sebagai pakunya Negara Indonesia.

(contracted; show full)Abuya Dimyathi meninggal pada malam Jumat pahing, 3 Oktober 2003 (7 Sya’ban 1424 H) sekitar pukul 03.00 WIB di Cidahu, Cadasari, Pandeglang, Banten.<ref>Majalah Hidayah edisi 114, Februari 2011 hal.64-68</ref>

== Referensi ==
{{reflist}}
{{islam-bio-stub}}
{{lifetime|1925|2003|Dimyathi, Abuya}}

[[Kategori:Tokoh Islam Indonesia]]