Revision 12976077 of "Jamaah Tabligh" on idwiki

[[Berkas:2009_Malaysian_Tablighi_Ijtema.jpg|thumb|250px|
P : SESAMA MUSLIM SALING BERSAUDARA, JIKA ADA PERBEDAAN ANTARA JAMAAH TABLIGH DAN SALAFI MOHON UNTUK MENDAMAIKAN PERTIKAIAN DIANTARA MEREKA (AL-HUJURAT | 9-10) QS. Al-Hujurat: 9-10QS. Al-Hujurat: 9-10QS. Al-Hujurat: 9-10QS. Al-Hujurat: 9-10A
Ijtima' Jamaah Tabligh 2009 di [[Malaysia]]]]

'''Jamaah Tabligh''' ("Kelompok Penyampai")<ref name="askimam">{{cite web
 | last =M. Jawed Iqbal
 | first =
 | authorlink =
 | coauthors = Mufti Ebrahim Desai
 | title = Inviting to Islam
 | work =
 | publisher = www.askimam.org
 | date = Saturday, June 9th 2007
 | url = http://www.askimam.org/fatwa/fatwa.php?askid=02baa777b4211ddad49f0b5256de3934
 | format = html
 | doi =
 | accessdate = 14/06/2007 }}</ref> ({{lang-ur|{{Nastaliq|تبلیغی جماعت}}}}, {{lang-ar|'''جماعة التبليغ'''}}, juga disebut '''Tabliq''')

==Pendiri Jamaah Tabligh==

Jamaah Tabligh didirikan oleh seorang Sufi dari tarekat Jisytiyah yang berakidah Maturidiyah[1] dan bermazhab fikih Hanafi. Ia bernama Muhammad Ilyas bin Muhammad Isma’il al-Hanafi ad-Diyubandi al-Jisyti al-Kandahlawi kemudian ad-Dihlawi.
Al-Kandahlawi adalah nisbat kepada Kandahlah, sebuah desa yang terletak di daerah Sahranfur. Adapun ad-Dihlawi adalah nisbat kepada Dihli (New Delhi, -red.), ibukota India. Di tempat dan negara inilah, markas gerakan Jamaah Tabligh berada. Adapun ad-Diyubandi adalah nisbat kepada Diyuband, yaitu madrasah terbesar bagi penganut mazhab Hanafi di Semenanjung India. Sementara itu, al-Jisyti adalah nisbat kepada tarekat al-Jisytiyah, yang didirikan oleh Mu’inuddin al-Jisyti.
Muhammad Ilyas dilahirkan pada tahun 1303 H dengan nama asli Akhtar Ilyas. Ia meninggal pada 11 Rajab 1363 H. (Bis Bri Musliman, hlm. 583, Sawanih Muhammad Yusuf, hlm. 144—146, dinukil dari Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hlm. 2)
 
==Latar Belakang Berdirinya Jamaah Tabligh==

Asy-Syaikh Saifurrahman bin Ahmad ad-Dihlawi mengatakan, ”Ketika Muhammad Ilyas melihat mayoritas orang Meiwat (suku-suku yang tinggal di dekat Delhi, India) jauh dari ajaran Islam, berbaur dengan orang-orang Majusi para penyembah berhala Hindu, bahkan memakai nama-nama mereka, dan tidak ada lagi keislaman yang tersisa selain hanya nama dan keturunan, serta kebodohan yang kian merata, tergeraklah hati Muhammad Ilyas. Pergilah ia kepada syaikhnya dan syaikh tarekatnya, seperti Rasyid Ahmad al-Kanhuhi dan Asyraf Ali at-Tahanawi untuk membicarakan masalah ini. Ia pun akhirnya mendirikan gerakan tabligh di India atas perintah dan arahan dari para syaikhnya tersebut.” (Nazhrah ‘Abirah I’tibariyah Haulal Jama’ah at-Tablighiyah, hlm. 7—8, dinukil dari kitab Jama’atut Tabligh Aqa’iduha wa Ta’rifuha, karya Sayid Thaliburrahman, hlm. 19)
Adalah hal yang ma’ruf di kalangan tablighiyin (para pengikut jamaah tabligh, -red.) bahwa Muhammad Ilyas mendapatkan tugas dakwah tabligh ini setelah kepergiannya ke makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu an Tushahhah, hlm. 3)
 
==Markas Jamaah Tabligh==

Markas besar mereka berada di Delhi, tepatnya di daerah Nizhamuddin. Markas kedua berada di Raywind, sebuah desa di kota Lahore (Pakistan). Markas ketiga berada di kota Dhaka (Banglades). Yang menarik, pada markas-markas mereka yang berada di daratan India itu, terdapat hizib (rajah) yang berisikan surat al-Falaq dan an-Nas, nama Allah subhanahu wa ta’ala yang agung, dan nomor 2-4-6-8 berulang 16 kali dalam bentuk segi empat, yang dikelilingi beberapa kode yang tidak dimengerti.[2] ( Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu an Tushahhah, hlm. 14)
'''Yang lebih mengenaskan, masjid mereka di kota Delhi yang menjadi markas mereka, di belakangnya terdapat empat buah kuburan. Ini menyerupai orang-orang Yahudi dan Nasrani yang mereka menjadikan kuburan para nabi dan orang-orang saleh mereka sebagai masjid. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat orang-orang yang menjadikan kuburan sebagai masjid, bahkan mengabarkan bahwa mereka adalah sejelek-jelek makhluk di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. (al-Qaulul Baligh fit Tahdziri min Jama’atit Tabligh, karya asy-Syaikh Hamud at-Tuwaijiri, hlm. 12)'''

== 28 USHUL DAKWAH ==
Dalam usaha dakwah perlu diperhatikan tertib-tertib dakwah atau ushul dakwah. Dakwah yang tidak dilaksanakan dengan tertib tidak akan menyatukan ummat, tetapi dakwah akan dilaksanakan menurut hawa nafsu dan kepentingan tertentu. Hasilnya ummat akan terpecah belah. Ushul Dakwah ada 28, yaitu :

'''4 perkara yang diperbanyak''' :

1. Da’wah Illallah

2. Ta’lim Wata’alum

3. Zikir lbadah

4. Khidmat

'''4 perkara yang dikurangi:'''

1. Masa makan dan minum

2. Masa tidur dan istirahat

3. Keluar masjid

4. Bicara yang sia-sia

'''4 perkara yang harus dijaga :'''

1. Jaga taat kepada Amir

2. Jaga amalan ijtima-i dibandingkan amalan infirodi

3. Jaga kehormatan masjid

4. Sifat sabar dan tahan uji

'''4 perkara yang ditinggalkan :'''

1. Mengharapkan kepada makhluk, dan mengharap hanya kepada Allah

2. Meminta kepada makhluk, dan meminta hanya kepada Allah

3. Memakai barang orang lain tanpa izin

4. Sifat boros dan mubadzir

'''4 perkara yang tidak boleh disentuh :'''

1. Masalah politik (dalam dan luar negeri)

2. Masalah khilafiyah(perbedaanpendapat mahzab/ulama)

3. Aib masyarakat

4. Sumbangan, pangkat, status dan jabatan

'''4 perkara yang dijauhkan :'''

1. Merendahkan

2. Melihat kekurangan/mengkritik

3. Membandingkan

4. Tidak menolak dan tidak menerima secara langsung

'''4 pihak yang dihargai/didekati :'''

1. Ahli Da’wah (mubaligh)

2. Ahli Ilmu (Kyai, Ustadz, Santri, dsb)

3. Ahli Dzikir (thariqot)

4. Ahli pengarang kitab (penulis buku, majalah, artikel, dsb).

==Akidah Jamaah Tabligh dan Para Tokohnya==

'''Jamaah Tabligh dan para tokohnya adalah orang-orang yang memiliki banyak kerancuan dalam hal akidah[4].'''
Demikian pula kitab referensi utama mereka, '''Tablighi Nishab''' atau '''Fadhail A’mal''' karya Muhammad Zakariya al-Kandahlawi, adalah '''kitab yang penuh dengan kesyirikan, bid’ah, dan khurafat.'''
Di antara sekian banyak kesesatan mereka dalam masalah akidah adalah[5]:

'''Keyakinan tentang wihdatul wujud (bahwa Allah subhanahu wa ta’ala menyatu dengan alam ini). (kitab Tablighi Nishab, 2/407, bab “Fadhail Shadaqat”, cet. Idarah Nasyriyat Islam Urdu Bazar, Lahore)'''

'''Sikap berlebihan terhadap orang-orang saleh dan keyakinan bahwa mereka mengetahui ilmu gaib. (Fadhail A’mal, bab “Fadhail Zikir”, hlm. 468—469, dan hlm. 540—541, cet. Kutub Khanat Faidhi, Lahore)'''

'''Tawasul dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (setelah beliau wafat) dan kepada selain beliau, serta berlebihan dalam hal ini. (Fadhail A’mal, bab “Shalat”, hlm. 345, dan bab “Fadhail Zikir”, hlm. 481—482, cet. Kutub Khanat Faidhi, Lahore)'''

'''Keyakinan bahwa para syaikh Sufi dapat menganugerahkan berkah dan ilmu laduni. ( Fadhail A’mal, bab “Fadhail Qur’an”, hlm. 202—203, Kutub Khanat Faidhi, Lahore)'''

'''Keyakinan bahwa seseorang bisa mempunyai ilmu kasyaf, yakni bisa menyingkap segala sesuatu dari perkara gaib atau batin. (Fadhail A’mal, bab “Zikir”, hlm. 540—541, cet. Kutub Khanat Faidhi, Lahore)'''

'''Hidayah dan keselamatan hanya bisa diraih dengan mengikuti tarekat Rasyid Ahmad al-Kanhuhi (Shaqalatil Qulub, hlm. 190). Oleh karena itu, Muhammad Ilyas, sang pendiri Jamaah Tabligh, berbai’at kepada tarekat Jisytiyah pada 1314 H, bahkan terkadang ia bangun malam semata-mata untuk melihat wajah syaikhnya tersebut. (Kitab Sawanih Muhammad Yusuf, hlm. 143, dinukil dari Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu an Tushahhah, hlm. 2)'''

'''Saling berbai’at terhadap pimpinan mereka di atas empat tarekat sufi: Jisytiyah, Naqsyabandiyah, Qadiriyah, dan Sahruwardiyah. (ad-Da’wah fi Jaziratil ‘Arab, karya asy-Syaikh Sa’d al-Hushain, hlm. 9—10, dinukil dari Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu an Tushahhah, 12)'''

'''Keyakinan tentang keluarnya tangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari kubur beliau untuk berjabat tangan dengan asy-Syaikh Ahmad ar-Rifa’i. (Fadhail A’mal, bab “Fadhail ash-Shalati ‘alan Nabi”, hlm. 19, cet. Idarah Isya’at Diyanat Anarkli, Lahore)'''

'''Kebenaran kaidah bahwa segala sesuatu yang menyebabkan permusuhan, perpecahan, atau perselisihan—walaupun hal itu benar—maka harus dibuang sejauh-jauhnya dari manhaj Jamaah. (al-Quthbiyah Hiyal Fitnah Fa’rifuha, hlm. 10)'''

'''Keharusan untuk taklid. (Zikir wa I’tikaf Key Ahmiyat, karya Muhammad Zakariya al-Kandahlawi, hlm. 94, dinukil dari Jama’atut Tabligh ‘Aqaiduha wa Ta’rifuha, hlm. 70)'''

'''Banyaknya cerita khurafat dan hadits-hadits lemah/palsu dalam kitab Fadhail A’mal Di antaranya adalah yang disebutkan oleh asy-Syaikh Hasan Janahi dalam kitabnya, Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu an Tushahhah, hlm. 46—47 dan hlm. 50—52.'''

Bahkan, cerita-cerita khurafat dan '''hadits-hadits palsu''' inilah yang mereka jadikan sebagai '''bahan utama untuk berdakwah.''' Wallahul musta’an.

== Pranala luar ==
* {{en}} Khuruj di Australia
* {{id}} [https://dzikir20.wordpress.com/2014/08/16/dalil-shahih-enam-sifat-sahabat/ 6 sifat sahabat]

[[Kategori:Organisasi Islam]]