Revision 13520152 of "SMP Pius Cilacap" on idwiki

{{rapikan|date=2011}}
'''SMP Pius Cilacap''' adalah salah satu sekolah swasta terkemuka dan merupakan sekolah favorit di Kota[Cilacap]].

=== Pengantar ===
Lebih dari setengah abad, SMP Pius Cilacap menjadi tumpuan bagi pendidikan yang bermutu. Sudah banyak lulusan yang dihasilkan. Banyak pula prestasi yang diraih. Maka tidak mengherankan apabila orang menyebut SMP Pius Cilacap sebagai sekolah favorit, dan tentunya juga sekolah unggulan.

SMP Pius bernaung dalam [[Yayasan]] PIUS (sekarang Asti Dharma) dan Pius disini adalah Paus PIUS XI, yang mengeluarkan ensiklik DIVINI ILLIUS MAGISTRI (The Devine Teacher) tanggal 31 Desember 1929 tentang pendidikan Kristiani untuk kaum muda.

=== Sejarah Berdirinya SMP Pius Cilacap ===
SMP PIUS Cilacap, berdirinya tidak lepas dari karya pendidikan dari missioner Suster PBHK (Putri Bunda Hati Kudus). Untuk itu, mari kita menapak tilas dahulu perjalanan missioner mereka. Pada tahun 1903 Konggregasi MSC (Missionaris Scaritissimi Cordis Jesu) tiba pertama kali di [[Indonesia]] yaitu di Pulau Key, [[Ambon]]. Kemudian kedatangan konggregasi MSC ini diikuti oleh konggregasi PBHK pada tahun 1920. Baru tahun 1927, para misionaris MSC baru datang ke Pulau [[Jawa]], yaitu bertanggungjawab di daerah [[Karesidenan]] [[Kedu]], [[Banyumas]], [[Pekalongan]], dan [[Tegal]] yang direncanakan untuk menjadi [[Keuskupan]] [[Purwokerto]] dengan pengelolaan MSC.

Pada tahun 1928 para misionaris MSC baru bekerja sama dengan misionaris PBHK provinsi [[Belanda]]. Tepatnya pada tanggal 4 Juni 1928, Pioneers PBHK tiba di Purworejo yang pada waktu itu baru lepas dari tarekat SJ (Serikat Jesus) dan diserahkan kepada MSC. Para Pioneers PBHK tersebut adalah Sr. Patrucia Leemijer, Sr. Marjanna Dieckmann, Sr. Valeria Schneiders, dan Sr. Crescentia van Hasselt. Di situ para suster ini membuka karya pelayanan pendidikan, sosial, dan kesehatan berupa TK, SD, Ketrampilan Menjahit, Asrama, Kunjungan, dan Perawatan orang sakit.

Pada tanggal 13 Januari 1929 rombongan kedua suster-suster PBHK tiba di Jawa untuk berkarya di Tegal. Dan baru pada bulan Juni 1931, Suster PBHK tiba di Cilacap, yaitu Sr. Lamberta van Dijk, Sr. Lutgarda Rosseway, dan Sr. Victorine van Derven. Tugas mereka adalah mengambil alih “Sekolah Kecil” yang telah dimulai oleh seorang wanita katolik Belanda yang pada waktu itu ia harus pergi ke negerinya. Ia berharap bahwa sekolahnya itu dapat ditangani oleh suster, di mana waktu itu muridnya berjumlah 95 orang untuk TK dan Kelas I. Para suster PBHK hanya 3 bulan menanganinya dan digantikan oleh suster-suster Dominicanes (OP) pada tanggal 16 Oktober 1930.

Dua puluh tahun kemudian, tepatnya bulan Desember 1949, sejak kedatangan mereka ke Cilacap, suster-suster PBHK secara tiba-tiba diminta kembali lagi ke Cilacap untuk memulai misi lagi. Hal ini akibat dari perang, yang mengakibatkan para suster Domicanes dan PBHK bersama biarawan atau biarawati yang lain harus menjalani masa tahanan di tempat-tempat interniran. Tahun 1949, Mgr. Schoemaker menginginkan agar para suster segera kembali untuk memperbaiki gedung-gedung sekolah yang telah hancur dan yang sesudah perang diambil alih pemerintah untuk tujuan pendidikannya. Dia menanyakan kesanggupan kepada suster-suster Domicanes tidak ada jawaban, kemudian dihubunginya suster-suster PBHK di Purworejo, dan menyatakan kesediaannya.

Untuk itu, pada tanggal 29 Desember 1949, para suster PBHK datang kembali ke Cilacap. Mereka adalah Sr. Marcella Varmer, PBHK , Sr. Everharda Overmasr, PBHK , Sr. Yosea Rasing, PBHK , dan Sr. Armella Sutamtijah, PBHK. Mereka datang mendapatkan bangunan yang tinggal puing- puingnya saja. Maka untuk sementara, mereka menempati sebuah ruangan besar di dalam bangunan tua sebagai biara, sebuah ruangan yang terbagi dengan dinding pemisahnya dari bambu.

Sekolah misi semuanya sudah diambil alih pemerintah, namun para misi sendiri juga mempunyai Sekolah Dasar Eropa yang pelajarannya masih menggunakan bahasa Belanda. Untuk sementara, Sr. Marcella bekerja sebagai guru di SD Eropa, Sr. Yosea, PBHK melanjutkan TK Kecil, dan Sr. Armella, PBHK melanjutkan SD Indonesia yang sudah dimulai oleh suster Darah Mulia. Waktu itu didirikan juga SKKP dengan pemerintah menyerahkan salah satu gedung misi yang semula berkat kerja keras Sr. Everharda, PBHK . Maka tanggal 1 April sekolah sudah siap dibuka dengan resmi.

Dengan adanya UU pada tahun ajaran 1950, yang menyatakan bahwa semua pendidikan dengan cara Belanda harus dihentikan, maka bahasa Belanda tidak boleh digunakan dalam sekolah-sekolah di Indonesia. Karena pada tanggal 1 Mei 1951 Kepala Sekolah SD Eropa, di mana Sr. Marcella, PBHK mengajar, kembali ke Belanda bersama keluarganya, maka ditunjuk kepala sekolah seorang Indonesia. Kepala Sekolah pengganti tersebut tidak mempunyai perhatian terhadap anak didiknya, maka orang tua siswa menjadi marah. Akibatnya para orang tua siswa akan memilih “Sekolah Misi” pada tahun ajaran dimulai. Akhirnya, pemerintah pun tidak keberatan terhadap hal ini karena menghendaki bangunan sekolah dasarnya untuk sekolah SMP.

Pada tanggal 1 Juli 1951, Sr. Marcella, PBHK dengan mudah memindahkan semua siswa SD pemerintah ke gedung sekolah misi, di mana mereka disatukan dengan murid-muridnya Sr. Armella, PBHK , dan segala pelajarannya menggunakan bahasa Indonesia. Kepala Sekolahnya dipegang oleh Sr. Armella, PBHK, karena orang Indonesia asli. Jadi, dalam satu hari saja, para suster telah mempunyai sebuah SD yang lengkap. SD Pius Cilacap berdiri.

Delapan belas bulan kemudian telah berjalan sekolah misi di Cilacap, yaitu TK, SD, dan SKKP, ditambah sarana penunjang asrama pelajar untuk 70 orang. Baru tanggal 1 Juli 1952, SMP PIUS dinyatakan berdiri oleh Sr. M. Philomina dan Sr. M. Yosea. Dari berdirinya SMP PIUS berkembang terus, dengan kepala sekolahnya Sr. Philomina, PBHK , Sr. Henriete, PBHK , Sr. Efrada, PBHK , Sr. Theresita,PBHK , Sr. Cristofora, PBHK , Sr. Sofia, PBHK , Sr. Gaudencia,PBHK , Sr. Lucia,PBHK , Sr. Regina, PBHK, Bapak St. Djasman, dan sekarang Sr. M. Athanasia, PBHK

== Perkembangan ==
Pada tanggal 15 Juni 1960, SMP PIUS mendapat status berbantuan berdasarkan SK Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan No. 49514 / BI. Kemudian status DISAMAKAN baru diperoleh pada tanggal 31 Desember 1985 berdasarkan Keputusan Kepala Kanwil Depdikbud Provinsi Jawa Tengah No. 359 / 103 / H / 1985.

SMP Pius Cilacap bernaung di bawah Yayasan Asti Dharma yang baru didirikan pada tanggal 8 September 1957, dan dibuat akta notaris pada tanggal 19 Desember 1957.
SMP Pius sudah beroperasi puluhan tahun, bahkan sudah Pesta Emas dan merupakan sekolah yang diperhitungkan oleh masyarakat Cilacap, tetapi ada sesuatu yang masih kurang.

Setiap Kepala sekolah mempunyai gaya dan cara memimpin yang berbeda satu sama lain. Gaya dan cara setiap Kepala sekolah itu kita sebut Warna Kepemimpinan. Sejak SMP Pius berdiri pada 1 Juli 1952 sampai 1 Januari 2006 telah dipimpin 10 Kepala Sekolah, ini berarti ada 10 warna Kepemimpinan. Dari 10 Kepala Sekolah itu 9 suster dan 1 awam. St. Djasman merupakan Kepala Sekolah awam yang pertama kali. Bapak St. Djasman diangkat dengan dasar pelaksanaan tugas menjabat Kepala SMP Pius Cilacap, sbb : SK No. 208/B.3 – YP/SL/VII.1998 : Diangkat sebagai YMT Kepala SMP Pius Cilacap terhitung mulai tgl. 01 Juli 1998 sampai dengan tgl. 30 Juni 1999; SK No. 749/B.3 – YP/SL/X.1999 : Diangkat sebagai Kepala SMP Pius Cilacap terhitung mulai tgl. 01 Oktober 1999 sampai dengan 30 September 2003; SK No. 523.a/AD/KP/IX.2003 : Diangkat kembali sebagai Kepala SMP Pius Cilacap terhitung mulai tgl. 1 Oktober 2003 sampai dengan 31 September 2007; SK No. 709/YADP/C/XI.05 : Diberhentikan dengan hormat sebagai Kepala SMP Pius Cilacap dengan hak pensiun terhitung mulai tgl 31 Desember 2005; dan Surat Tugas No. 297/ADCT/KP/XII.2005 sebagai yang melaksanakan tugas Kepala SMP Pius Cilacap terhitung mulai 1 Januari 2006 sampai ditetapkan Kepala Sekolah yang definitif, yaitu sampai tanggal 1 Januari 2007. Dan pada tanggal 13 Januari 2007 diserahterimakan kepada Sr. M. Athanasia, PBHK. Sejak tahun 2010 sampai sekarang (2013) SMP Pius dipimpin oleh Bp. Yohanes Jumiran, S.Pd. Berarti dia merupakan Kepala Sekolah awam yang kedua, setelah pak Djasman. Pada masa kepemimpinan pak Yohanes Jumiran, gedung depan SMP Pius Cilacap direhabilitasi. Kini gedung bagian depan telah berdiri megah. Pembangunan gedung tersebut awalnya dirintis (digagas) dengan sedeerhana; mengingat pintu gerbang sekolah yang sudah terlalu pendek, termakan jalan raya. Sr. Rosa de Lima bersama dengan pak Petrus mengajak beberapa alumni yang sekaligus sudah menjadi wali murid berkeliling mencari donatur; hendak merehabilitasi pintu gerbang. Banyak pemikiran yang masuk dari alumni dan pencinta SMP Pius Cilacap. Gagasan kecil tersebut berkembang menjadi gagasan besar dengan merehabilitasi gedung depan SMP Pius Cilacap. Terpilihlah pak Iwan Prananato dan pak FX Djapar Hadiwiyono sebagai ketua panitya rehabilitasi gedung SMP Pius Cilacap. Ada di dalam kepanityaan, sekelompok alumni yang berperan aktif, di antaranya adalah ibu Emmy Julianingsih (alaumni dan mantan guru), Nicho Hermanto dan Yo'e istrinya, In Hong, Sri Purwani (Noni), Yin Yin, Ibu Umin, dan masih banyak yang lainnya. Bersama dengan pak Yohanes Jumiran; pak Petrus Bono Krisdiyanto, pak Robertus Sutarjo, pak Heri Wibawa, aktif dalam kepanityaan.

=== Hasil Perkembangan SMP Pius Cilacap ===
Dalam bidang fisik adalah (1) Membenahi dan membuat Ruang Tata Usaha, Ruang Tamu dan Ruang Kerja Kepala Sekolah beserta perabot dan mebelernya. Semula Ruang TU terletak di belakang dan tersembunyi, harus melewati lorong kecil. Kami pindah di samping aula yang lebih strategis. Ruang bekas TU direhab menjadi Ruang Kerja Kepala Sekolah dan bekas ruang kerja kepala sekolah direhab menjadi ruang tamu yang lebih layak. Meja kerja yang sudah tidak layak dan usang kami ganti yang baru yang memenuhi syarat dan nyaman untuk bekerja. Sumber dana dari sekolah dan bantuan masyarakat.

(2) Menata lingkungan sekolah agar menjadi lebih rapi dan bersih, seperti : (a) membuat tempat kantin, dan perabot kantin berupa etalase kaca untuk penjualan. Bekas kantin lama dibuat lapangan tenis meja dan menjadi ruang serbaguna kalau ada pesta, (b) membuat taman di halaman sekolah baik halaman luar maupun dalam dengan tanaman pohon cemara dan pohon perindang yang lain, sekarang sudah kelihatan subur dan indah. Menjelang kami pensiun di depan kelas diperindah dengan tanaman hias, (c) membuat tempat sepeda. Selama puluhan tahun sekolah ini tidak punya tempat sepeda. Sepeda di taruh di mana ada tempat kosong, sehingga lingkungan menjadi kotor dan tidak rapi. Bertolak dari keprihatinan itu kami bikin kandang sepeda, bertempat di antara gedung SMP dan SD Pius. Sumber dana menata lingkungan dari sekolah dan bantuan masyarakat.

(3) Merumuskan Visi dan Misi SMP Pius sudah beroperasi puluhan tahun. Visi dan Misi sekolah berdasarkan nilai – nilai yang menjiwai kehidupan para suster PBHK dan nilai – nilai pribadi manusia yang diharapkan dalam kehidupan pada zaman sekarang dan yang akan datang. Kami merumuskan dengan kata – kata yang singkat, padat, dan berisi, rumusan itu sebagai berikut. Misi ialah usaha – usaha yang dilakukan untuk mencapai visi. Misi dirumuskan sesuai dengan tantangan zaman.

(4) Pengadaan laboratorium Komputer dan Komputerisasi Administrasi sekolah. Kami mendapat warisan komputer dari Kepala Sekolah yang lama 13 komputer seri 286. Usaha – usaha kami untuk meningkatkan laboratorium komputer yaitu dengan mengusahakan jumlah komputer menjadi 25 unit agar dapat digunakan untuk setengah kelas. Dilihat dari perkembangan teknologi komputer cepat sekali, maka kami harus menyesuaikan perkembangan itu dengan melakukan beberapa kali penggantian. Mulai Seri 286 diganti 380, Seri 380 diganti 480. Seri 480 diganti pentium 1, pentium 2, pentium 3, dan sampai Pentium 4. Untuk itu, kami membuat Laboratorium Komputer yang memenuhi syarat dengan meja komputer yang standart, ruang ber AC dengan ukuran ruang 9 m x 12 m. Selanjutnya, yang tidak kalah pentingnya adalah komputerisasi Administrasi Sekolah. Untuk memenuhi tuntutan itu, kami harus mengadakan komputer baru : 3 unit untuk TU, 1 unit untuk Kepala Sekolah, 1 unit untuk urusan Kurikulum, 1 unit untuk Kesiswaan, 1 unit untuk perpustakaan, 1 unit untuk laboratorium bahasa, 1 unit untuk Audio visual, 3 unit untuk guru, 1 unit untuk Gema Pius, 1 unit untuk BP, 1 unit untuk koreksi LJK jumlah 15 unit, jadi jumlah total komputer yang dimiliki : 40 unit. Sumber dana untuk pengadaan perangkat komputer itu : kami harus mencari sendiri. Kami mengajukan proposal ke Yayasan tidak diberi, alasannya uang DPP untuk perbaikan gedung. Namun ini tidak termasuk komputer kerjasama dengan Dynasty Computer.

(5) Pembenahan Laboratorium Bahasa. Kami mendapatkan warisan laboratorium bahasa 24 unit dengan menggunakan vidio player. Peningkatan yang kami lakukan : video kami ganti VCD player, VCD player kami tingkatkan komputerisasi, dan ruang ber-AC

(6)Ruang Audio Visual dan pembelajaran multimedia. Ruang ber AC kedap suara, berisi beberapa media pembelajaran dengan menggunakan teknologi informasi : TV monitor 45 inci, DVD player, OHP dengan layar monitor, Laptop, LCD Projektor, komputer program proses pembelajaran, Sound System, kursi pelajar yang standar untuk belajar, dan almari raksasa untuk menyimpan alat – alat. Beberapa model pembelajaran dapat dilakukan di ruang ini dengan menggunakan berbagai media pembelajaran tersebut, mulai dari yang paling mudah penggunaannya, tinggal tekan tombol, ada yang harus mempersiapkan transparan, ada yang harus memproses lewat laptop, bahkan ada yang harus memprogram dulu materi pembelajaran yang akan di sampaikan dengan menggunakan LCD projektor. Sumber dana pengadaan alat ini berasal dari bantuan berbagai pihak yang jelas tidak berasal dari Yayasan.

(7). Membuat kamar mandi / kamar kecil siswa maupun guru. Kamar mandi / kamar kecil sekolah sebesar ini sama sekali tidak layak dan jumlahnya tidak memenuhi. Menurut ketentuan jumlah kamar kecil minimal sama dengan jumlah pintu ruang kelas dan harus terpisah antara putra dan putri. Kami membangun kamar mandi putri terpisah dari anak putra bertempat dibekas kamar kecil SKKP sejumlah 7 kamar. Untuk anak putra kami merehab WC yang lama menjadi kamar kecil dan kamar mandi yang memenuhi syarat, bersih dan rapi. Kamar mandi guru dan tamu kami merehab kamar mandi yang lama. Sumber dana dari Yayasan.

(7). Membuat kanofi serambi ruang kelas lantai dua Oning yang lama sudah hancur dan jatuh satu persatu. Kami ganti dengan kanofi sepanjang kurang lebih 32 meter dan lebar 1,5 m. Sumber dana dari Yayasan

(8). Meninggikan lantai kelas dan memasang keramik lantai dan dinding. Tegel lantai sudah banyak yang rusak, tembok dinding sudah rapuh, kalau hujan banjir, ruang kelas kelihatan kotor dan kurang rapi. Keadaan seperti itu tidak dapat dibiarkan begitu saja. Kita harus mampu melayani masyarakat sesuai dengan tuntutan masa kini. Kita harus menyediakan ruang belajar yang bersih, nyaman untuk belajar dan indah. Ruang – ruang kelas kami tinggikan 40 cm dengan menguruk pasir kemudian dipadatkan. Ini dilakukan untuk mengatasi banjir yang setiap musim penghujan melanda SMP Pius. Setelah dipadatkan lalu dipasang keramik. Dinding yang temboknya sudah rapuh diambil dan dibersihkan kemudian diplester kembali dan kami pasang keramik. Maka jadilah ruang kelas yang representatif, bersih dan nyaman untuk belajar. Dana dari Yayasan hanya mampu untuk menyelesaikan disebelah utara pintu gerbang kurang lebih 50 juta. Ruang – ruang kelas disebelah selatan pintu gerbang kami harus mencari dana sendiri. Kalau yang sebelah selatan dibiarkan tidak diperbaiki, berarti anak – anak yang menempati ruang – ruang itu dianak tirikan padahal membayar uang sekolah sama. Kami juga harus memperbaiki dinding penyekat antara kelas VII A dan VII B yang semula terbuat dari kayu kami ganti dengan tembok. Akhirnya semua dapat diselesaikan dengan baik, karena ada orang – orang baik yang mengulurkan bantuan kepada kita. Daun pintu dan jendela juga harus dinaikkan.

(9). Memperbaiki kerpus dan atap belakang Aula. Lantai sudah dikeramik, dinding juga sudah dikeramik, atapnya bocor, maka harus mencari dana lagi untuk mengerjakan itu semua. Memperbaiki atap belakang aula cukup berat karena harus membuat kap dan talang beton. Kalau ditutup semua menjadi gelap maka harus diberi penerangan dengan atap dari feber glass. Untuk menyelesaikan pekerjaan ini membutuhkan dana yang besar. Dana diusahakan dari sekolah dan bantuan masyarakat.

(10). Perbaikan lain – lain berskala kecil dengan biaya sampai 20 juta adalah perbaikan Sound System, perbaikan dapur, pengadaan alat – alat dapur termasuk mengganti seluruh kompor gas, pengadaan buku perpustakaan, menambah daya listrik, membeli organ, dan menambah mebeler ruang tamu.

Dalam bidang akademik banyak program yang sudah terlaksana seperti menyusun program sekolah lengkap dengan RAPBS, menyusun program pembelajaran, melaksanakan visi dan misi sekolah, dengan dirumuskan visi dan misi sekolah secara tegas maka arah pengembangan sekolah menjadi jelas dan bagaimana cara pengembangannya, melengkapi sarana prasarana pendidikan seperti yang telah diuraikan dalam pengembangan fisik, dan menciptakan keunggulan.

Menciptakan keunggulan dibidang akademik secara keseluruhan sulit . Oleh karena itu kita harus mencari terobosan, yaitu membina secara khusus anak – anak berprestasi untuk mengikuti lomba baik tingkat Kabupaten maupun Provinsi, keunggulan dibidang pendidikan kepribadian, yaitu menanamkan nilai – nilai kemanusiaan ( pendidikan humaniora ), keunggulan bidang ketrampilan, seni dan budaya serta olahraga, dan merancang kekhususan SMP Pius Cilacap.

Biarpun sulit ternyata prestasi akademik dan non akademik yang diraih siswa maupun guru sangatlah banyak.

Perubahan yang terjadi di SLTP Pius banyak sekali. Perubahan ini terjadi seiring dengan tuntutan perkembangan zaman. Sekolah berusaha meningkatkan sarana/prasaran pen-didikan dan sumberdaya manusia untuk membentuk tenaga-tenaga yang profesional. Sarana/prasarana yang telah kita miliki, diatas rata-rata sekolah-sekolah yang ada di kota Cilacap baik negeri maupun swasta. Sarana pendidikan itu antara lain, Laboratorium Bahasa, laboratorium IPA, Laboratorium Komputer. Perpustakaan, Ruang Kesenian , Ruang tata boga, Olah Raga dll.

=== Pengembangan diri Siswa dan Siswi SMP Pius Cilacap ===
Untuk mewujudkan visi dan misinya, SMP Pius Cilacap menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan mengembangkan potensi diri siswa dengan berbagai kegiatan. Pengembangan pribadi.

==== Pengembangan Intelektual ====
Mengembangkan secara optimal potensi akademis siswa agar mempunyai bekal (prestasi) yang memedai untuk menempuh jenjang pendidikan selanjutnya yang bermutu. Kegiatannya meliputi:

# Praktik Lapangan
# Tambahan jam pelajaran untuk siswa-siswi kelas 9 yang akan menghadapi Ujian Nasional
# Kelas Unggulan untuk kelas 7, 8, dan 9
# Studi Lapangan atau Studi Wisata

==== Pengembangan Sosial ====

Menanamkan kepekaan, empati, dan kesetiakawanan sosial antar siswa dan sesama. Kegiatannya meliputi:
# Aksi Cinta Kasih setiap hari Jumat
# Aksi Cinta Kasih setiap hari Rabu dan Jumat dalam masa Prapaskah
# Aksi Peduli Kasih setiap Natal
# Pemberian Beasiswa bagi siswa yang kurang mampu
# Bazar
# Expo

==== Pengembangan Religiusitas ====

Menanamkan semangat persaudaraan sejati tanpa membeda-bedakan agama dan ideologi, sehingga tercipta kedamaian, saling menghargai, mengenal diri, dan saling berbagi. Kegiatanya meliputi :
# Doa setiap sebelum dan sesudah melakukan Kegiatan Belajar Mengajar
# Pendalaman Iman
# Melakukan Rangkaian Kegiatan Bulan Kitab Suci Nasional dengan berbagai lomba
# Retreat bagi siswa-siswi kelas 9 yang akan menghadapi Ujian Nasional

==== Pengembangan Bakat dan Minat ====

Memberikan wahana yang tepat bagi pengembangan bakat dan minat siswa, sehingga mampu berprestasi dan tetap menjunjung tinggi jiwa sportivitas. Kegiatannya meliputi:

# OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah)
# Kegiatan Intrakurikuler yang meliputi : Komputer dan Tata Boga
# Kegiatan Ekstrakurikuler yang meliputi :
# Pramuka
# Palang Merah Remaja
# Drama
# Ansamble
# Public Speaking
# Paduan Suara
# Basket
# Volley Ball
# Tennis Meja
# Kelompok Ilmiah Remaja (KIR)
# Jurnalistik (Gema Pius)
# Futsal
# Tenis Meja

==== Pengembangan Kepribadian ====
Mengembangkan nilai-nilai kepemimpinan dan kehidupan, serta membimbing bagaimana menemukan cara belajar siswa sesuai dengan kemampuan dirinya. Kegiatannya meliputi:

# Bimbingan konseling oleh Guru BP atau Kepala Sekolah
# Pembinaan Wali Kelas
# Latihan Dasar Kememimpinan
# Rekoleksi
# Retreat

== Fasilitas ==
# Laboratorium Komputer ber-AC
# Laboratorium IPA yang memadahi
# Laboratorium Bahasa ber-AC
# Ruang Kesenian
# Ruang Audio Visual ber-AC
# Ruang perpustakaan dan Ruang baca yang konon merupakan perpustakaan sekolah terlengkap di Kota Cilacap
# Ruang Tata Boga
# Ruang Bimbingan Konseling
# Lapangan Olahraga
# Kantin Sehat
# Koperasi yang menjual berbagai kebutuhan Siswa
# WC putra dan putri yang bersih dan Sehat
# Ruang belajar yang bersih, sehat, dan nyaman untuk melakukan KBM
# Ruang Guru
# Aula yang besar dan memadahi
# Usaha Kesehatan Sekolah
# Ruang Organisasi Siswa Intra Sekolah
# Kantor Redaksi Majalah Gema Pius [majalah buatan siswa-siswi SMP Pius Cilacap]
# Scanner untuk LJK jika siswa-siswi kelas 9 melakukan try out menggunakan LJK
# dan fasilitas-fasilitas lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu

== Prestasi ==
Prestasi terbaru:
Juara I Deklamasi Geguritan Tingkat Provinsi Jawa Tengah oleh Maria Elga, Tingkat Nasional juara II Cipta lagu oleh Triesa Febriani (2009)dan Juara I Desain Perangko oleh Yovita Febriana Avianto (2010), Juara I Tingkat Provinsi Jawa Tangah Siswa Teladan atas nama Marieta Puspa Regina, Juara II Provinsi Lomba Cipta Lagu FLS2N atas nama Tia.
Pada Ujian Nasional 2011, Sylvia Teresa, salah satu siswa SMP Pius Cilacap, memperoleh nilai tertinggi (39,15) se-karesidenan Banyumas.

== Kegiatan ==
# Valentine Day Setiap Tahun
# Upacara Peringatan 17 Agustus
# Outbond Pramuka
# Koor
# Drama
# dan aneka kegiatan lain

== Lihat pula ==
[[SMP Negeri 1 Cilacap]]

{{DEFAULTSORT:Pius Cilacap}}
[[Kategori:Sekolah menengah pertama di Jawa Tengah]]