Revision 18065897 of "Badrul Kamal" on idwiki{{Infobox Officeholder
| name = Badrul Kamal
| honorific-prefix= [[Doktorandus|Drs.]] [[Haji (gelar)|H.]]
| honorific-suffix= [[Magister Manajemen|M.M.]]
| image =
| imagesize =
| caption =
| office = Wali Kota Depok
| order = ke-1
| term_start = 27 April 1999
| term_end = 15 Maret 2005
| president = [[Megawati Soekarnoputri]]<br/>[[Susilo Bambang Yudhoyono]]
| governor = [[Danny Setiawan]]
| lieutenant = Yus Ruswandi
| predecessor = '''Badrul Kamal'''<br/><small>(sebagai Wali Kota Administratif)</small>
| successor = Warma Sutarman ([[Pelaksana Tugas|Plt.]])<br />[[Nur Mahmudi Ismail]]
| office1 = Daftar Wali Kota Depok{{!}}Wali Kota Administratif Depok
| order1 = ke-6
| term_start1 = 27 Maret 1997
| term_end1 = 27 April 1999
| president1 = [[Soeharto]]<br/>[[B. J. Habibie]]<br/>[[Abdurrahman Wahid]]
| 1blankname1 = Bupati
| 1namedata1 = Eddie Yoso Martadipura<br/>[[Agus Utara Effendi]]
| governor1 = [[Nana Nuriana|Raden Nana Nuriana]]
| predecessor1 = [[Yuyun Wirasaputra]] ([[Pelaksana Tugas|Plt.]])<br/>Sofyan Safari Hamim
| successor1 = '''Badrul Kamal'''<br/><small>(Sebagai Wali Kota)</small>
| birthname =
| othername =
| religion = [[Islam]]
| nationality = {{flagicon|Indonesia}} [[Indonesia]]
| birth_date = {{Tanggal lahir dan umur|1945|12|20}}
| birth_place = {{flagicon|Indonesia}} [[Bogor]], [[Jawa Barat]], [[Indonesia]]
| location =
| residence =
| occupation =
| spouse =
| death_date =
| death_place =
| death_cause =
| parents = Yahya Sudjai<br/>Siti Djuariah
| party =
| alma_mater = Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN)
| website = {{url|http://badrulkamal.blogspot.com}}
}}
[[Doktorandus|Drs.]] [[Haji (gelar)|H.]] '''Badrul Kamal''', [[Magister Manajemen|MM]] ({{lahirmati|[[Bogor]]|20|12|1945}}) atau dikenal dengan '''BK''' adalah [[Wali Kota Depok]] pertama sejak 27 April 1999 hingga 15 Maret 2005. Badrul Kamal berpasangan dengan Yus Ruswandi sebagai [[Wakil Wali Kota Depok]]. Sebelum menjabat [[Daftar Wali Kota Depok|Wali kota Depok]], Badrul pernah menjabat sebagai Wali kota Administratif Depok yang terakhir sejak 27 Maret 1997 hingga 27 April 1999.<ref name="Wali kota Depok Pertama">[http://www.pelita.or.id/baca.php?id=5143 Wali kota Depok Badrul Kamal, Bertekad Memajukan Kota Depok] {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20140714134014/http://www.pelita.or.id/baca.php?id=5143 |date=2014-07-14 }} pelita.or.id</ref>
== Biografi ==
Pada tanggal 20 Desember 1945 adalah hari yang bersejarah bagi pasangan keluarga sakinah yakni K.H. Yahya Sudjai (alm) dan Hj. Siti Djuariah (almh). Diiringi fajar subuh lahirlah seorang putra yang kemudian diberi nama ''Badrul Kamal''. Nilai-nilai keislaman tertanam sejak Badrul Kamal masih kanak-kanak dan diiringi kelembutan ibundanya yang penyabar, sifat-sifat pengasih juga kelak melekat dalam diri Badrul Kamal.
KH. Yahya Sudjai (alm) tidak ingin putranya hanya mengenal pendidikan pesantren, maka sejak usia dini “sang Putra fajar” dari Bogor tersebut akhirnya dikirim ke Sekolah Rakyat yang bagi kalangan lingkungannya masih asing. Lepas [[Sekolah Rakyat]] (SR), Badrul Kamal melanjutkan Sekolah [[SMP Negeri 1 Bogor]] dan [[SMA Negeri 1 Bogor]]. Disekolah inilah “jiwa kepemimpinan” Badrul Kamal mulai dikenal oleh teman”nya. Berbagai organisasi kepemudaan akhirnya menjadi “kawah candradimuka pertama”, bagi dirinya. Seiiring suasana revolusi pada zaman itu telah menjadi “magnet” bagi anak” muda. Demikian pula halnya dengan Badrul Kamal yang akhirnya aktif di KAPPI Bogor.
Badrul Kamal atau selanjutnya disebut “BK” termasuk angkatan “66” yang aktif di wilayah Bogor, seangkatan dengan [[Akbar Tanjung]]. Jiwa kepemimpinannya bahkan terdengar sampai ke wilayah [[Jakarta]]. Tak jarang ketika Jakarta membutuhkan dukungan aksi pemuda, maka “BK” lah yang sering dihubungi untuk diminta bantuan.
== Karier ==
Tahun 1966-1970, Badrul menempuh pendidikan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN), yang akhirnya menjadikan titik awal bagi dirinya untuk memulai karier sebagai birokrat. Lepas APDN tahun 1970, BK memulai karier birokrat sebagai Pejabat Menteri Pamongpraja di Kec. [[Cigudeg, Bogor|Cigudeg Bogor]]. Selanjutnya tahun 1972 menjadi Pejabat [[camat]] Cigudeg. Setahun kemudian Badrul dipercaya menjadi camat Ciawi. Tahun 1982 menjadi Pejabat Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi Badan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan setahun kemudian Pejabat Kepala Bagian (Kabag) Pembangunan Bogor. Kariernya semakin meningkat sejak tahun 1988 dipercaya menjadi Sekretaris Badan Pembangunan Daerah; Bappeda (sebuah jabatan yang sangat strategis pada zamannya). Tahun 1991-1993, Badrul dipercaya menjadi Pejabat Kepala Dinas (Kadin) Pekerjaan Umum Pemerintah Daerah Bogor. Kemudian pada tahun 1994 ia dipercaya menjadi Plt. Sekretaris Wilayah Daerah; Sekwilda (sekarang Sekretaris Daerah; Sekda) [[Kabupaten Bogor]]. Pengalaman panjang di Birokrasi inilah yang mematangkan Badrul sebagai sosok pemimpin yang mengenal secara mendalam seluk-beluk birokrasi.
== Sebagai Wali Kota Depok ==
Tahun 1997 seiring dengan pesatnya Depok sebagai salah satu kecamatan di [[Kabupaten Bogor]], sudah saatnya diarahkan sebagai sebuah kota satelit yang mandiri. Maka dimulailah serangkain rencana strategis untuk menjadikan Kota Depok sebagai Kota yang mandiri. Untuk mengawal itu semua, tidak ada pilihan lain, maka [[Bupati Bogor]] menunjuk sosok birokrat aktivis yang berpengalaman, yakni Badrul Kamal sebagai [[Daftar Wali Kota Depok|Wali Kota Administratif Depok]].
Tonggak perjuangan dimulai sejak “BK”, menjadi Wali kota Administratif Depok, serangkaian perencanaan strategis menuju Kota yang mandiri dicanangkan. Akhirnya 3 tahun kemudian tepatnya tanggal 27 April 1999, berdasarkan Undang-Undang Nomor 15/1999 tentang Pembentukan [[Kotamadya]] Depok dan Cilegon, maka resmilah “DEPOK MENJADI KOTA MANDIRI”, hasil jerih payah seorang birokrat aktivis “BADRUL KAMAL”. (Inilah fakta sejarah “Pengabdian BK untuk Depok yang pertama”).
Berkat perjuangannya yang didukung oleh jajaran birokrasinya, Depok yang masih bayi, pada tahun 2000 memilih pemimpinnya. Mudah ditebak, masyarakat Depok ingin pengabdian Badrul Kamal dilanjutkan, maka terpilihnya “BK” sebagai wali kota Depok pertama pada tahun 1999-2005.
Geliat Bayi Depok menyeruak dan masyarakat guyup bersatu dengan pemimpinnya untuk membangun. Maka bayi yang baru lahir tersebut dalam rentang waktu lima tahun (thn 2000-2005) telah menjelma menjadi “bayi fenomenal”, bahkan saudara kembar, serta Bapak kandungnya sendiri seolah-olah iri melihat pesatnya Depok sebagai kota yang mandiri.<ref name="Jalan Juanda">[http://www1.pu.go.id/uploads/berita/ppw0312032.htm Menkimpraswil Resmikan Jalan Ir.H.Juanda di Kota Depok] {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20160313122724/http://pu.go.id/uploads/berita/ppw0312032.htm |date=2016-03-13 }} pu.go.id, 3 Desember 2003</ref>
Sekolah-sekolah dibangun, puskesmas dibangun, jalan-jalan diperbaiki, bahkan Jalan Juanda yang menjadi kebanggaan hingga kini dibangun pada tahun ke 3 usia pemerintahan BK. Untuk mengantisipasi pesatnya pertumbuhan penduduk dan pesatnya ekonomi warga, pada tahun itu pula dicanangkan pembangunan ruas jalan tol.<ref name="Jalan Tol">[http://metropolitan.inilah.com/read/detail/2098920/jalan-tol-depok-antasari-segera-dibangun#.U3ZjX_mSzNI Jalan Tol Depok-Antasari Segera Dibangun] metropolitan.inilah.com, Diakses 8 mei 2014</ref>
Tingkat perekonomian tumbuh diatas rata” nasional. Masyarakat hidup dalam alam toleransi. [[Kota Depok]] yang plural bahkan bisa dibilang “Indonesia Mini”, mendapatkan perlakuan yang sama. “Badrul Kamal” sebagai pemimpin berdiri di atas semua golongan.
Namun apa daya waktu lima tahun terlalu cepat untuk mengejar ketertinggalan Depok di wilayah Penyangga Ibu kota ini. Tahun 2005 Badrul Kamal mengakhiri pengabdiannya yang pertama. Depok telah memilih pemimpinnya yang baru. Dengan segudang harapan dan impian “clean government and good governant”
Pada saat menjabat, Badrul membangun [[Masjid Baitul Kamal]] dengan bantuan dana swadaya masyarakat tanpa memakai APBD Kota Depok<ref>[http://depoklik.com/pemkot-dinilai-tak-punya-hak-ganti-nama-masjid-di-balaikota/ Pemkot Dinilai Tak Punya Hak Ganti Nama Masjid di Balai Kota] {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20140808043812/http://depoklik.com/pemkot-dinilai-tak-punya-hak-ganti-nama-masjid-di-balaikota/ |date=2014-08-08 }} depoklik.com</ref> yang terletak di Jalan Raya Margonda, [[Pancoran Mas, Depok|Pancoran Mas]], [[Depok]]. Disebelah kiri Masjid Baitul Kamal, tepatnya disisi barat terdapat kantor [[Wali Kota Depok]] dan tepat disebelah kanannya terdapat pusat perbelanjaan terbesar di Kota Depok atau yang lebih dikenal dengan [[ITC Depok]].
== Pencalonan Wali Kota ==
=== [[Pemilihan umum Wali Kota Depok 2005|Pilkada Depok 2005]] ===
Badrul Kamal dan Syihabuddin Ahmad memutuskan mendaftarkan diri menjadi Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok periode 2006–2011 kepada [[Komisi Pemilihan Umum]] [[Depok|Kota Depok]]. Pasangan ini diusung oleh [[Partai Golongan Karya]] dan [[Partai Kebangkitan Bangsa]] dengan mendapat No.Urut 2.
Pasangan ini memperoleh 206.078 suara atau 38.9%, kalah dari pasangan [[Nur Mahmudi Ismail|Nur Mahmudi]]–[[Yuyun Wirasaputra|Yuyun]] yang memperoleh 232.207 suara atau 43.9%.
=== [[Pemilihan umum Wali Kota Depok 2010|Pilkada Depok 2010]] ===
Badrul Kamal bersama Agus Supriyanto (BK–Pri) mencalonkan diri sebagai Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Depok periode 2011–2016. BK–Pri diusung oleh [[Partai Demokrat]], [[Partai Golongan Karya]], [[Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan]], [[Partai Persatuan Pembangunan]] dan [[Partai Kebangkitan Bangsa]] serta didukung oleh [[Partai Damai Sejahtera]] dan [[Partai Demokrasi Pembaruan]]. Pasangan ini mendapat No.Urut 4 melawan para pesaingnya, yaitu Gagah–[[Derry Drajat|Derry]], [[Yuyun Wirasaputra|Yuyun]]–[[Pradi Supriatna|Pradi]] dan [[Nur Mahmudi Ismail|Nur Mahmudi]]–[[Mohammad Idris|Idris]].
Pasangan BK–Pri memperoleh 86.569 suara atau 28.91%, kalah dari pasangan [[Nur Mahmudi Ismail|Nur Mahmudi]]–[[Idris Abdul Shomad|Idris]] yang memperoleh 118.682 suara atau 38.31%. Pasangan BK–Pri memutuskan untuk melaporkan sengketa Pemilu ini kepada [[Mahkamah Konstitusi]] (MK) karena dianggap ada pelanggaran pemilu. Namun, MK menolak gugatan pemohon ditolak disebabkan karena pemohon tidak bisa membuktikan dalilnya. Badrul dalam gugatannya menilai kubu [[Nur Mahmudi Ismail|Nur Mahmudi]] telah memanfaatkan program kerja sebagai bahan kampanye. Selain itu, Badrul juga mempersoalkan adanya orang meninggal, tapi masih terdaftar sebagai pemilih. Mantan Wali kota Depok itu juga menuduh [[Nur Mahmudi Ismail|Nur Mahmudi]] membagi- bagikan alat rumah tangga sebagai media kampanye.
== Lihat pula ==
* [[DPRD Kota Depok]]
* [[RTRW Kota Depok]]
* [[Hari Jadi Kota Depok]]
== Referensi ==
{{reflist}}
== Pranala luar ==
* {{id}} [http://depokmasakini.blogspot.com/ Pengabdian Badrul Kamal]
[[Kategori:Tokoh dari Depok]]
[[Kategori:Walikota Depok|Kamal]]All content in the above text box is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike license Version 4 and was originally sourced from https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=18065897.
![]() ![]() This site is not affiliated with or endorsed in any way by the Wikimedia Foundation or any of its affiliates. In fact, we fucking despise them.
|