Revision 5722390 of "Karakteristik unsur berelektron banyak" on idwiki

{{dalam perbaikan}}<br />
{{hapus|tidak diperbaiki}}
[[kategori:kimia]]<br />

'''Unsur berelektron banyak''' merupakan unsur yang memiliki elektron lebih dari satu. Berbeda dengan unsur dengan satu elektron, penentuan model untuk memahami struktur dan sifat atom ternyata tidaklah mudah.  Pada karakteristik unsur berelektron banyak ini kita mengambil contoh yaitu karakteristik unsur transisi karena unsur-unsur transisi mempunyai elektron lebih dari satu pada setiap atomnya.<br />


==Karakteristik Unsur Berelektron Banyak==
[[File:Baground item.jpg|thumb|Energi yang dimiliki oleh orbital elektron tunggal]]<br />

Energi yang dimiliki oleh orbital elektron tunggal bergantung hanya pada ''1/n<sup>2</sup>''. Akibatnya, spektrum energi yang dimilikinya dapat digambarkan seperti gambar di samping, dimana semua orbital dengan bilangan kuantum ''n'' yang sama akan merosot (memiliki energi yang sama). <br /><br />
[[File:Baground hijau.jpg|thumb|tingkat energi pada atom Hidrogen dan atom berelektron banyak]]<br />

Ketika menggambarkan atom lain selain Hidrogen, maka struktur dari atom tersebut jauh lebih kompleks daripada struktur yang dimiliki atom Hidrogen. Alasannya ialah: <br /><br />

a. Muatan inti akan menjadi lebih besar dari +1e. Hal ini disebabkan karena adanya kenaikan tarikan elektrostatik pada elektron terhadap inti sehingga menyebabkan kecenderungan elektron untuk dekat ke inti. Akibatnya pula electron saling berdekatan satu sama lain. Hal ini akan menurunkan energi total dari suatu atom. <br /><br />

b. Terkecuali untuk ion positif yang mengandung hanya satu elektron, elektron dari suatu atom atau ion akan saling tolak-menolak satu sama lain, ketika mereka bermuatan. Hal ini akan meningkatkan energy total atom dan menyebabkan elektron tersebar ke luar.<br /><br />

[[File:Gambar lagi.JPG|thumb|kenaikan energi saat elektron bereksitasi]]<br />
Misalkan saja pada atom Helium dengan 2 elektron (Z=2). Ketika elektron pertama dimasukkan, tingkat-tingkat energi yang dilewatinya, untuk mencapai tingkat dasar, terperikan secara baik berdasarkan hasil perhitungan terdahulu, dengan Z=2. Pada akhirnya, elektron ini akan berada pada keadaan ''1s''. Namun, ketika elektron kedua dimasukkan, maka atom Helium juga akan merasakan tolakan elektrik dari elektron pertama, selain mengalami tarikan dari inti atom. Sementara itu, elektron pertama merasakan juga gaya tolak yang dihasilkan elektron kedua, yang mengubah semua tingkat energi elektron pertama. <br /><br />

==Sejarah==	
:Keberadaan unsur berelektron banyak di dasarkan pada percobaan spektrum garis oleh Niels Bohr dengan membandingkan garis yang nampak pada atom hidrogen dengan unsur-unsur berelektron banyak. Atom- atom yang memiliki elektron banyak ini akan tereksitasi dan memancarkan radiasi dengan panjang gelombang tertentu. Seperti yang telah kita ketahui bahwa panjang gelombang tertentu memberikan warna spektrum tertentu pula yang bergantung pada jenis unsur.<br />


:Seperti pada gambar di samping spektrum garis yang dimiliki oleh atom paling sederhana yaitu  hidrogen memiliki spektrum garis yang berbeda dengan atom berelektron banyak seperti, Hidrargirum(raksa) dan Neon karena atom-atomnya tereksitasi.
<br/>

==Karakteristik unsur transisi==
Unsur transisi sering dikelompokkan sebagai unsur yang memiliki kulit-kulit d dan f yang terisi sebagian. Unsur transisi merupakan unsur logam yang memiliki sifat keras, tahan panas, elekropositif dan merupakan penghatar listrik yang baik. Karena unsur transisi memiliki elektron lebih dari satu maka unsur transisi merupakan unsur dengan elektron banyak. <br />

===''Manfaat unsur transisi''===
Logam transisi dan senyawa-senyawanya dapat berfungsi sebagai katalis karena memiliki kemampuan mengubah tingkat oksidasi atau, pada kasus logam, dapat mengadsorp substansi yang lain pada permukaan logam dan mengaktivasi substansi tersebut selama proses berlangsung.<br />

====Logam transisi sebagai katalis====
''Besi pada Proses Haber''<br />
Proses Haber dilakukan dengan cara menggabungkan hidrogen dan nitrogen untuk membuat amonia dengan menggunakan katalis besi.


	
''Nikel pada hidrogenasi ikatan C=C''<br />
Reaksi ini terdapat pada bagian inti pembuatan margarin dari minyak tumbuhan.
Akan tetapi, contoh sederhana terjadi pada reaksi antara etana dengan hidrogen melalui keberadaan katalis nikel.



====Senyawa-senyawa logam transisi sebagai katalis====
''Vanadium(V) oksida pada Proses Contact''<br />
Proses Contact adalah reaksi konversi belerang dioksida menjadi belerang trioksida. Gas belerang dioksida dilewatkan bersamaan dengan udara (sebagai sumber oksigen) diatas padatan katalis vanadium(V) oksida.


 
''Ion-ion besi pada reaksi antara ion-ion persulfat dan ion-ion iodida''<br />
Ion persulfat (ion peroksodisulfat) S2O82-, merupakan agen pengoksidasi yang sangat kuat. Ion iodida sangat mudah dioksidasi menjadi iodin. Dan reaksi antara keduanya berlangsung sangat lambat pada larutan dengan pelarut air. Reaksi di katalisis oleh keberadaan salah satu di antara ion besi(II) atau ion besi(III).<br />



===''Analisis unsur transisi dengan AAS (atomic absorption spectroscopy)''===
:Sampel yang akan dianalisis di detruksi dengan larutan campuran asam nitrat dan asam klorida dan kemudian ditambahkan asam flourida 48% secukupnya sampai destruksi sempurna. Larutan hasil destruksi yang diperoleh kemudian diencerkan untuk selanjutnya dianalisis kadar logam-logam transisinya. Kadar-kadar logam transisi biasanya seperti Fe, Co, Ni, Cu, Cr, dan Ti.<br /><br />


==Senyawa laktanida dan aktinida==
:Laktinida dan aktinida merupakan unsur transisi blok f yang sifatnya sangat berbeda dengan unsur transisi blok d. Unsur ini biasanya diletakkan terpisah dalam tabel periodik unsur, ini dikarenakan keperiodikan strukrur elektronik yang sangat berbeda dengan yang lain.<br />

===''Laktanida''===
:Laktanida sering disebut sebagai tanah jarang. Walaupun laktanida sering disebut sebagai tanah jarang namun, kelimpahan unsur ini sangat banyak di kerak bumi. Laktanida ini biasanya menggunakan simbol Ln. Karena lantanida memiliki sifat yang sangat mirip dan sukar dipisahkan satu sama lain, di waktu yang lalu unsur-unsur ini belum banyak dimanfaatkan dalam riset dasar dan terapan, jadi nama tanah jarang berasal dari fakta ini. Karena adanya metoda ekstraksi pelarut cair-cair dengan menggunakan tributilfosfin oksida sejak tahun 1960-an, unsur-unsur lantanoid menjadi mudah didapat dan mulai banyak dimanfaatkan tidak hanya untuk riset dasar tetapi juga dalam material seperti dalam paduan logam, katalis, laser dan tabung sinar katode.<br />



:Pada unsur lantanoid entalpi ionisasinya  cukup rendah sehingga, unsur-unsur ini membentuk kation trivalen. Kebanyakan senyawa lantanoid kecuali senyawa Ce4+(4f0), Eu2+(4f7) dan Yb2+(4f14) biasanya lantanoidnya berupa ion Ln3+. Ln3+ adalah asam keras, dan karena elektron f terpendam jauh dan tidak digunakan dalam ikatan, elektron-elektron f ini hampir tidak dipengaruhi ligan.
:Seperti kita lihat dalam tabel jari-jari atom dan ion lantanoid menurun dengan kenaikan nomor atom, dan fenomena ini disebut kontraksi lantanida. Kontraksi ini disebabkan kecilnya efek perisai elektron 4f, yang menyebabkan inti atom menarik elektron dengan kuat dengan meningkatnya nomor atom.

===''Aktinida''===
:Simbol umum untuk unsur aktinida adalah An. Semua unsur aktinida bersifat radioaktif dan sangat beracun. Di alam aktinoid yang ada dalam jumlah yang cukup adalah torium(Th), protaktinium(Pa) dan uranium(U). Unsur-unsur ini diisolasi dari bijihnya dan digunakan dalam berbagai aplikasi. Logam plutonium(Pu) diproduksi dalam jumlah besar untuk bahan pembuatan nuklir.<br />
 
:Unsur-unsur aktinida memiliki sifat yang mirip dengan laktanida. Namun pada unsur aktinida ini memiliki isotop utama untuk mencapai kestabilannya sehingga dapat dimanfaatkan untuk kimia nuklir.

==Daftar Pustaka==

Douglas, Bodie, Darl H.McDaniel, John J. Alexander.1983. Concepts and Models of Inorganic Chemistry. John Willey and Sons Icn: New York<br /> 
F.Albert, Cotton dan Geoffrey Wilkinson. 1989. Kimia Anorganik Dasar. Depok: UI Press<br />
Krane, Kenneth S. 1992. Fisika Modern, p.302<br />
http://boomeria.org/chemtextbook/cch11.html. didownload tanggal 15 November 2011. Pukul 19.30 WIB<br />
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia_kuantum/atom1/bentuk-bentuk-orbital-atomik/ didownload pada tanggal 15 November 2011. Pukul 19.30 WIB<br /> 
http://dc415.4shared.com/doc/p6dHV0ga/preview.html. didownload tanggal 30 November 2011. Pukul 18.00 WIB<br />
http://belajarkimia.com/2008/08/spectrum-kontinu-cahaya-putih-dan-spektrum-garis-atom-hidrogen-apa-perbedaan-keduanya/ didownload tanggal 30 November 2011. Pukul 18.00 WIB<br />
http://dc415.4shared.com/doc/p6dHV0ga/preview.html. didownload tanggal 30 November 2011. Pukul 17.00WIB<br />
http://old.inorg-phys.chem.itb.ac.id/wp-content/uploads/2007/03/bab-7-lantanoid-dan-aktinoid.pdf<br />

==Referensi==
Douglas, Bodie, Darl H.McDaniel, John J. Alexander.1983. Concepts and Models of Inorganic Chemistry. John Willey and Sons Icn: New York<br />
F.Albert, Cotton dan Geoffrey Wilkinson. 1989. Kimia Anorganik Dasar. Depok: UI Press<br />
Krane, Kenneth S. 1992. Fisika Modern, p.302<br />
[[Kategori:Kimia]]