Revision 7073481 of "Brigata Curva Sud" on idwiki

{{rapikan}}
{{Refimprove}}
{{Expert-subject}}
{{Pemastian}}
{{Tone}}

{{Kotak info organisasi
|name         = Brigata Curva Sud
|image        = BrigataCurvaSud.jpg
|image_border = 
|size         = 200px
|alt          = 
|caption      = 
|map          = 
|msize        = 
|malt         =
|mcaption     = 
|abbreviation = BCS
                BCSxPSS1976
|motto        = No Leader...Just Together
|formation    = 
|extinction   = 
|type         = Komunitas pendukung [[PSS Sleman]]
|status       =
|purpose      = 
|headquarters = [[Sleman]]
|location     = 
|region_served = 
|membership   = 
|language     = 
|leader_title = 
|leader_name  = 
|main_organ   = 
|parent_organization = 
|affiliations = 
|num_staff    = 
|num_volunteers =
|budget       = 
|website      = [http://bcspss.com/ bcspss.com]
|remarks      =
}}

'''Brigata Curva Sud''' atau lebih dikenal dengan sebutan '''BCS''' adalah salah satu komunitas pendukung / supporter kesebelasan [[sepak bola]] [[PSS Sleman]]. Brigata Curva Sud bermarkas di tribun selatan [[Stadion Maguwoharjo]] yang juga dipakai sebagai nama komunitas tersebut "Curva Sud". Brigata Curva Sud  berbeda dengan suporter sepakbola [[Indonesia]] pada umumnya, mereka memiliki cara unik tersendiri untuk mendukung tim kesayangannya PSS Sleman. Salah satunya, melakukan koreografi disaat pertandingan berlangsung seperti ultras-ultras di [[Italia]] pada umumnya. Brigata Cinta Sejenis mewajibkan anggotanya untuk memakai sepatu dan berpakaian rapi disaat mendukung tim kebanggaan mereka PSS Sleman. 

Saat mendukung PSS Sleman, mereka bernyanyi selama selama 2x45 menit dan uniknya mereka tidak pernah menyanyikan chant yang berbau rasis seperti kebanyakan suporter sepakbola di Indonesia.  Chant mereka pun berbeda dengan suporter Indonesia kebanyakan, Brigata Curva Sud menyanyikan lagu yang masih asing bagi telinga awam penikmat sepakbola Indonesia karena liriknya pun yang terkadang menggunakan bahasa Inggris atau bahasa Italia.

== Struktur Organisasi ==
Brigata Curva Sud tidak mengenal struktur kepengurusan dan juga pemimpin seperti dalam mottonya "No Leader Just Together", hal ini dimaksudkan agar seluruh anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam setiap pengambilan keputusan dan melaksanakan kebijakan yang telah disepakati. Tanpa kepengurusan, BCS bukan berarti liar tak terkendali. BCS punya cara sendiri untuk menjaga etika dalam memberikan dukungan kepada klub PSS Sleman. Brigata Curva Sud terdiri dari kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan puluhan hingga ratusan, dalam kelompok-kelompok tersebut diorganisir oleh satu koordinator yang telah ditunjuk oleh kelompoknya. Dalam mengambil kebijakan, koordinator-koordinator komunitas tersebut berkumpul untuk membahas persoalan yang ada sehingga mencapai kesepakatan bersama. Setelah mendapat kesepakatan, koordinator menyampaikannya ke anggota komunitasnya. Selain itu, Brigata Curva Sud juga menjunjung tinggi kebersamaan dan kekeluargaan.

== Ladies Curva Sud ==
Selain anggota Brigata Curva Sud yang mayoritas adalah kaum laki-laki, terdapat pula pendukung perempuan yang tergabung dalam subgrup dengan sebutan '''Ladies Curva Sud''' atau disingkat '''LCS'''. Mereka memiliki latar belakang yang berbeda-beda mulai dari pelajar, mahasiswi, wanita karir, hingga ibu rumah tangga sekalipun.
[[Berkas:BCSxPSS koreo 1976.jpg|300px|thumb|koreo Brigata Curva Sud saat PSS Sleman vs PPSM Magelang 27 Mei 2012]]



== Loyalitas ==
Loyalitas Brigata Curva Sud terhadap tim kesayangannya tercermin dari slogan mentalita ora muntir.  Ora muntir dapat kita artikan sebagai tidak takut. Pada apapun! 
Dalam kenyataannya para anggota Brigata Curva Sud memaknai slogan ini dengan lebih luas, misalnya:

1. Mereka membeli tiket masuk stadion lebih mahal.
Tiket (HTM) Curva Sud (tribun Selatan std MIS) seharga Rp 20.000,- (harga normal) ,tapi mereka (anggota BCS) Membeli seharga Rp 21.000,- . Dari seleisih Rp 1000,- ini mereka kumpulkan untuk Dana Kreatifitas. Bagi mereka NO TIKET NO GAME...

2. Bernyanyi selama pertandingan berlangsung (90 Menit) tanpa henti.
Terkadang suporter lain hanya bisa mencaci ketika klubnya ketinggalan ataupun kalah, tetapi tidak begitu dengan Brigata Curva Sud yang selalu berteriak lantang ketika klubnya kalah karena disaat seperti itu pemain lebih membutuhkan dukungan, bukan cacian. Mereka terus bernyanyi walau pertandingan berakhir dengan kekalahan.

3. Melakukan Koreografi
Ada yang berbeda di tribun yang di tempati Brigata Curva Sud ketika setiap menjelang dimulainya pertandingan babak kedua. Setiap orang membawa satu kertas bewarna yang tidak semuanya sama. Ketika peluit babak kedua ditiup, mereka mulai bernyanyi dan mengangkat kertas yang mereka bawa. Setelah diangkat ternyata membentuk suatu koreografi yang bisa dikatakan bagus. Ya inilah salah satu gebrakan baru yang dilakukan oleh Brigata  Curva Sud ketika mendukung klub kebanggaannya, yaitu dengan melakukan koreografi menggunakan kertas. Koreografi yang mereka lakukan tidak hanya mampu melecut semangat pemain yang sedang bermain, tetapi juga mampu menghibur penonton lain yang ada di dalam stadion.

4. Mampu Membantu Keuangan Klub
Seperti suporter-suporter di luar negeri yang mampu menghidupi klub kebanggaannya, Brigata Curva Sud berusaha untuk mampu memberikan dukungan tehadap klub kebanggaannya dengan membantu keuangan klubnya. Saat ini banyak klub-klub di Indonesia yang tidak mampu membayar pemainnya yang sudah dikontrak. Hasil seperti kasus Diego Mendieta. Diego meninggal dunia karena sakit dan tidak bisa membayar biaya pengobatan karena gajinya belum dibayarkan. Hal seperti ini yang dihindari oleh Brigata Curva Sud. Ketika suporter lain berusaha masuk ke dalam stadion dengan gratis, tidak begitu dengan mereka. Mereka membeli tiket karena itulah salah satu pemasukan terbesar dari klub kesebelasannya. Dengan membeli tiket maka mereka membantu keuangan klub.

== Bisnis ==
Brigata Curva Sud menunjukkan konstribusi kepada tim kebanggaannya [[PSS Sleman]] dengan memiliki beberapa usaha yang beberapa persen royaltinya akan digunakan sebagai dana sponsor untuk tim kesebelasan PSS Sleman. Beberapa usaha Brigata Curva Sud diantaranya adalah adalah bisnis penjualan merchandise yang didapat melalui CSS

=== Curva Sud Shop 1976 ===
'''Curva Sud Shop''' biasa disingkat '''CSS''' / '''CSShop''' yang berdiri sejak tahun 2012 merupakan outlet merchandise resmi Brigata Curva Sud. Outlet yang berada di komplek Ruko Delima ini menjual berbagai perlengkapan original Brigata Curva Sud. Di CSS dijual berbagai macam perlengkapan Brigata Curva Sud ketika mendukung klub kesayangannya, seperti kaos, jaket, syal, slayer dan masih banyak lagi. Keuntungan yang didapat oleh CSS akan disumbangkan untuk PSS Sleman.

=== Curva Sud Mart 1976 ===
'''Curva Sud Mart''' atau '''CSMart''' semacam toko kelontong perlengkapan suporter, merupakan unit usaha baru milik komunitas suporter Brigata Curva Sud yang didirikan pada awal Juni [[2013]]. Toko ini berada persis di depan Curva Sud Shop.

== Pranala luar ==
* {{id}} [http://www.bcspss.com Brigata Curva Sud]
* {{id}} [https://twitter.com/BCSxPSS_1976 @BCSxPSS_1976]
* {{id}} [https://twitter.com/CS_SHOP1976 @CS_SHOP1976]
* {{id}} [https://twitter.com/CS_MART1976 @CS_MART1976]

[[Kategori:Suporter sepak bola Indonesia]]
[[Kategori:PSS Sleman]]