Difference between revisions 34759 and 34760 on idwikibooks{{rapikan}} Danau Lau Kawar (Pelayanan dan Promosi Pariwisata Danau Lau Kawar, Brastagi, Sumatera Utara) Oleh : Wina Khairina ⏎ ⏎ == Pendahuluan == Parawisata dipopulerkan oleh Presiden Sukarno di Indonesia sejak diselenggarakannya Musyawarah Nasional Tourisme II di Tretes, Jawa Timur, pada tanggal 12 – 14 Juni 1958. Sebelumnya sebagai kata ganti ‘parawisata’ digunakan kata ‘tourisme’ yang berasal dari bahasa Belanda. (contracted; show full)sungguhnya cukup memiliki daya tarik wisata yang luar biasa. Namun belum semua lokasi wisata yang ada di Sumatera Utara di kelola dengan baik. Bisa disebutkan bahwa Sumatera Utara masih kurang serius didalam melakukan pembangunan warawisatanya. Padahal, pembangunan parawisata menjadi salah satu prasyarat dalam pembangunan ekonomi. Yaitu dengan mengeksplorasi keindahan alam, seni budaya, dan keramah-tamahan yang dimiliki masyarakar Sumatera Utara, maka hal ini dapat mengatasi deficit neraca di Indonesia. ⏎ ⏎ == Lanskap Danau Lau Kawar == Danau Lau Kawar adalah salah satu danau yang ada di kawasan ekosistem Leuser (KEL). Danau Lau Kawar yang berair kebiruan ini terletak di kaki Gunung Sinabung. Untuk menuju Danau Lau Kawar, dari Kota Medan menuju arah Brastagi. Dari tugu perjuangan di Kota Berastagi, kita berbelok kearah kanan menuju Kecamatan Simpang Empat. Menempuh jarak sekitar 30 Km dari Kota Berastagi dengan waktu tempuh sekitar 1 jam, melewati jalan Kabanjahe – Kuta Rakyat. maka kita akan sampai di Danau (contracted; show full) Dari informasi yang di peroleh penulis, pada tahun 80-an, titik terdalam Danau Lau Kawar hingga 40 meter, namun saat ini data terakhir ditemukan bahwa titik terdalam hanya tinggal 19 meter. Terdapat penurunan lebih dari 50 % hanya dalam 30 tahun. Tentu saja ini harus menjadi perhatian pemerintah, masyarakat dan pecinta lingkungan. ⏎ ⏎ == Asal Mula Danau Lau Kawar == Alkisah, berbagai sumber menyebutkan bahwa sebelum menjadi sebuah danau, Lau Kawar merupakan kawasan pertanian (juma atau ladang) yang sangat subur. Ladang tersebut merupakan bagian dari wilayah Desa Kuta Gugung. Tinggallah di ladang tersebut satu keluarga petani. (contracted; show full) ikan dengan semaunya, apalagi menggunakan bahan peledak. Hal ini menyebabkan selama berpuluh tahun, ekologi disekitar Danau Lau Kawar tetap terpelihara baik. Kepatuhan untuk tidak mengecewakan nenek moyang mereka yang telah terkubur didalam danau tersebut, membuat masyarakat sangat menjaga Danau Lau Kawar. Namun kini, legenda tersebut mulai luntur bersama waktu. Banyaknya penduduk pendatang yang tinggal di desa-desa sekitar Danau Lau Kawar mulai merambah hutan yang disakralkan oleh masyarakat setempat. ⏎ ⏎ == Pelayanan dan Promosi Danau Lau Kawar == Danau Lau Kawar memiliki keunikan tersendiri untuk wisata alam di Kabupaten Karo. Sayangnya yang datang ke Danau ini lebih banyak pendaki gunung, jarang sekali keluarga yang berwisata ke tempat ini. Dari hasil observasi dan wawancara, hal ini disebabkan beberapa hal, antara lain : ===Promosi yang kurang Memadai=== (contracted; show full) Maka tentunya juga dibutuhkan kajian lintas budaya agar seluruh potensi budaya yang ada di Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Karo, bisa dimaksimalkan didalam mengembangkan potensi alam dan budaya local di sekitar Danau Lau Kawar. ⏎ ⏎ == Penutup == Potensi alam Danau Lau Kawar dan potensi budaya masyarakat Karo yang ada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, sangatlah potensial untuk dikembangkan. Namun saat ini, langkah mendorong pembangunan pariwisata berbasis hak masih belum dilakukan. Masyaraakt hanya menjadi obyek didalam pembangunan pariwisata, belum menjadi subyek pembangunan pariwisata. Maka promosi dan pengembangan pariwisata Danau Lau Kawar pun masih belum maksimal mengembangkan potensi masyarakat yang ada di sekitar lingkungan Danau Lau Kawar. Uraian di atas juga menunjukkan betapa eratnya hubungan antara pariwisata dan kebudayaan nasional Indonesia. Pariwisata Indonesia dikembangkan berdasarkan potensi kebudayaan nasional yang ada dan kebudayaan nasional akan berkembang seiring dengan perkembangan pariwisata. Di samping itu, pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dengan konsep pariwisata budaya berbasis hak akan dapat memperkokoh kebudayaan nasional Indonesia. ⏎ ⏎ == Referensi == *Komersialisasi Seni Budaya dalam Pariwisata, Oka A Yoety, Angkasa Bandung, Februari 1993. *Bali, Pariwisata Budaya dan Budaya Pariwisata, Michel Picard, KPG, Jakarta, 2006 *Observasi dan Wawancara Lapangan Danau Lau Kawar, Wina Khairina, Mei 2011. {{Wisata]}} All content in the above text box is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike license Version 4 and was originally sourced from https://id.wikibooks.org/w/index.php?diff=prev&oldid=34760.
![]() ![]() This site is not affiliated with or endorsed in any way by the Wikimedia Foundation or any of its affiliates. In fact, we fucking despise them.
|