Revision 35217 of "OMPU GURU SIUPAN" on idwikisource<big>'''<big>OMPU GURU SIUPAN</big>'''</big><br /> <small>'''''Penulis : G.B.Nahor'''''</small><br /> <br /> Ompu Guru Siupan terdiri dari tiga kata yang ditambah-tambahkan secara bertahap hingga akhir hayatnya. Siupan adalah nama yang pertama disebut kepada beliau dari sejak kecil. Guru adalah tambahan nama beliau yang dapat diartikan sebagai seorang yang mempunyai ilmu yang tinggi. Kemudian Ompu disematkan pada namanya sebagai ungkapan keleluhuran belia, yang berarti beliau mempunyai anak sampai cucu.<br /> <br /> Pada masa kecil beliau dikenal dengan nama SIUPAN. Setelah dewasa Dia menikah dengan isterinya boru Matupang. Mereka tinggal di Parbotihan. Cukup lama mereka menempuh perjalanan keluarga namun tidak juga memperoleh anak. Sebagaimana dalam kebiasaan adat Batak, bahwa kehadiran anak merupakan hal yang sangat penting. Kehadiran anak membuat suasana dalam rumah tangga menjadi ramai dan penuh kebahagiaan. Kehadiran anak dalam keluarga bangso Batak sangat penting karena menjadi penerus generasi dan penyambung Silsilah keluarga.<br /> <br /> Dalam keadaan keluarga yang tidak ada anak tersebut mereka makin hari cemas, minder dengan saudara dan keluarga sekampung halaman. Kemudian mereka menunggalkan Parbotihan menuju tempat baru, dengan harapan dapat merubah nasib terutama dalam memperoleh keturunannya. Mereka menyusuri hutan ke arah Pakkat, dan mereka sampai di daerah Simatongtong. Cukup lama mereka hdup di Simatongtong belum juga dikaruniai anak.<br /> <br /> Pada suatu saat, Ompung Guru Siupan mendapat peranan sebagai kepala pasukan perang yang terjadi di Sambaton. Disana sedang terjadi peperangan antara Simbolon dengan Simamora. Peperangan akhirnya dimenangkan oleh Marga Simbolon. Dan kemudian kepada Ompung Guru Siupan diberikan putri/boru mereka menjadi isterinya. Dan tinggallah disana sebagai hela.<br /> <br /> Ada satu hal yang unik yang dilakukan Ompung Guru Siupan yaitu selalu membawa tanah dari hutanya di dalam alas kakinya kemanapun dia pergi. Hal itu dilakukan untuk menjaga wibawa putra raja yang senantiasa menginjak tanah kerajaannya. Walaupun dia di Siambaton dia mengaku tetap raja dan tidak mendirikan kerajaannya pada tanah kerajaan orang lain.<br /> <br /> Dari isterinya boru Simbolon akhirnya lahir seorang anak. Dan tak lama sesudahnya maka dari isterinya yang pertama yaitu boru Matupang pun dikaruniai anak, yang pada akhirnya mempunyai dua anak. Dengan demikian Ompung Guru Siupan memiliki tiga anak. <br /> <br /> Partuturan diantara anak dari dua isteri Ompung Guru Supan terdapat dua versi. Ada yang mengatakan bahwa anak dari boru Simbolon yang di Siambatan yang jadi abang karena lahir lebih dulu. Ada pula yang mengatakan anak dari boru Matupang yang menjadi abang karena berasal dari isteri pertama. Hal ini dapat dimaklumi karena kebiasaan partuturan di daerah itu telah tercampur dengan kebiasaan adat dairi, yang menganggap bahwa yang pertama lahir itulah yang menjadi abang. All content in the above text box is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike license Version 4 and was originally sourced from https://id.wikisource.org/w/index.php?oldid=35217.
![]() ![]() This site is not affiliated with or endorsed in any way by the Wikimedia Foundation or any of its affiliates. In fact, we fucking despise them.
|