Revision 35219 of "OMPU GURU SIUPAN" on idwikisource<big>'''<big>OMPUNG GURU SIUPAN</big>'''</big><br /> <small>'''''Penulis : G.B.Nahor'''''</small><br /> <br /> Ompu Guru Siupan terdiri dari tiga kata yang ditambah-tambahkan secara bertahap hingga akhir hayatnya. Siupan adalah nama yang pertama disebut kepada beliau dari sejak kecil. Guru adalah tambahan nama beliau yang dapat diartikan sebagai seorang yang mempunyai ilmu yang tinggi. Kemudian Ompung disematkan pada namanya sebagai ungkapan keleluhuran beliau, yang berarti mempunyai anak dan cucu.<br /> <br /> Pada masa kecil beliau dikenal dengan nama SIUPAN. Setelah dewasa Dia menikah dengan isterinya boru Matupang. Mereka tinggal di Parbotihan. Cukup lama mereka berkeluarga namun tidak mempunyai anak. Sebagaimana dalam kebiasaan orang Batak, bahwa kehadiran anak adalah hal yang sangat penting. Kehadiran anak membuat suasana dalam rumah tangga menjadi ramai dan penuh kebahagiaan. Kehadiran anak dalam keluarga bangso Batak sangat penting karena menjadi penerus generasi dan penyambung Silsilah keluarga.<br /> <br /> Dalam keadaan keluarga yang tidak ada anak tersebut hati mereka mulai cemas dan waswas. Ada pula perasaan malu dengan saudara dan keluarga sekampung halaman. Kemudian mereka meninggalkan Parbotihan menuju tempat baru, dengan harapan dapat merubah nasib, terutama dalam memperoleh keturunan. Mereka menyusuri hutan ke arah Pakkat, dan mereka sampai di daerah Simatongtong. Cukup lama mereka tinggal di Simatongtong namun belum juga dikaruniai anak.<br /> <br /> Pada suatu ketika, Ompung Guru Siupan mendapat peranan sebagai pemimpin pasukan perang di Sambaton. Disana sedang terjadi peperangan antara Simbolon dengan Simamora. Peperangan akhirnya dimenangkan oleh Marga Simbolon. Dan kemudian kepada Ompung Guru Siupan diberikan putri/boru mereka menjadi isterinya. Dan tinggallah disana sebagai hela.<br /> <br /> Ada hal unik yang dilakukan Ompung Guru Siupan yaitu selalu membawa tanah dari hutanya di dalam alas kakinya, kemanapun dia pergi. Hal itu dilakukan untuk menjaga wibawa putra raja yang senantiasa berpinjak diatas tanah kerajaannya. Walaupun dia di Siambaton dia merasa tetap raja sebab dia tetap menginjak tanah dari kerajaannya.<br /> <br /> Isterinya boru Simbolon kemudian melahirkan anaknya untuk yang pertama kali. Dan tak lama kemudian, maka isterinya yang pertama yaitu boru Matupang juga melahirkan anak, dan berikutnya lahir lagi anak kedua. Dengan demikian Ompung Guru Siupan telah memiliki tiga anak. <br /> <br /> Partuturan diantara anak dari dua isteri Ompung Guru Supan terdapat dua versi. Ada yang mengatakan bahwa anak dari boru Simbolon yang di Siambatan yang jadi abang karena lahir lebih dulu. Ada pula yang mengatakan anak dari boru Matupang yang menjadi abang karena berasal dari isteri pertama. Hal ini dapat dimaklumi karena kebiasaan partuturan di daerah itu telah tercampur dengan kebiasaan adat dairi, yang menganggap bahwa yang pertama lahir itulah yang menjadi abang. All content in the above text box is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike license Version 4 and was originally sourced from https://id.wikisource.org/w/index.php?oldid=35219.
![]() ![]() This site is not affiliated with or endorsed in any way by the Wikimedia Foundation or any of its affiliates. In fact, we fucking despise them.
|