Revision 1575512 of "Kompas TV" on jvwiki{{pp-vandalism|small=yes}}
{{Infobox Network <!--khusus untuk jaringan nasional-->
|name = Kompas TV
|former_names =
|logo = [[Berkas:KOMPAS TV (2017).png|200px]]
|type = [[Jaringan televisi]]
|slogan = ''Independen, Terpercaya''<!-- slogan saat ini saja -->
|country = {{flagcountry|Indonesia}}
|language = [[Bahasa Indonesia]]
|available =
|established =
|founded =
|founder = [[Jakob Oetama]]
|airdate = 1 Agustus 2011
|launch_date = 9 September 2011
|dissolved =
|replaced_by =
|market_share =
|endowment =
|revenue =
|net_income =
|license_area =
|headquarters = [[Menara Kompas Multimedia|Menara Kompas]] Lt. 6, Jalan Palmerah Selatan Nomor 21, [[Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat]] [[Indonesia]] 10270
|broadcast_area = [[Nasional]]
|area =
|erp =
|owner = [[KG Media]] ([[Kompas Gramedia]])<!-- pemilik saat ini saja -->
|parent =
|groups =
|affiliation =
|affiliates = ''lihat [[#Jaringan siaran]]''
|former_affiliations=
|key_people = [[Rikard Bagun]] (Direktur Utama)<br/>[[Lilik Oetama]] (Komisaris Utama)
|test_card =
|test_of-transmission =
|picture format = [[1080i]] [[HDTV]] [[16:9]]<br/>{{small|(diturunkan menjadi [[576i]] [[16:9]] untuk umpan [[SDTV]])}}
|servicename1 = Satelit
|service1 = {{plainlist|
* [[Telkom-4]] (gratis): 4104/H/1000 (DVB-S2/MPEG-4, [[Televisi resolusi standar|SD]])
* [[K-Vision]]: 108
* [[MNC Vision]]: 106
* [[Nex Parabola]]: 109
* [[Transvision]]: 814
}}
|servicename2 = Kabel
|service2 = [[First Media]]: 15
|servicename3 = [[IPTV]]
|service3 = {{plainlist|
* [[Biznet Home]]: 19
* [[IndiHome]]: 114
* [[MNC Play]]: 106
* [[MyRepublic Indonesia|MyRepublic]]: 555
}}
|servicename4 = [[Televisi internet]]
|service4 = {{plainlist|
* Situs resmi: {{URL|http://www.kompas.tv/live/|Tonton langsung}}
* [[UseeTV]]: {{url|https://useetv.com/live/kompastv|Tonton langsung}}
* [[Vidio]]: {{url|https://www.vidio.com/live/874-kompas-tv|Tonton langsung}}
* [[YouTube]]: {{URL|https://www.youtube.con/gIB2egm7tL8|Tonton langsung}}
}}
|servicename5 =
|service5 =
|servicename6 =
|service6 =
|servicename7 =
|service7 =
|servicename8 =
|service8 =
|servicename9 =
|service9 =
|servicename10 =
|service10 =
|servicename11 =
|service11 =
|servicename12 =
|service12 =
|servicename13 =
|service13 =
|servicename14 =
|service14 =
|website = {{URL|http://www.kompas.tv}}
|footnotes =
}}
{{Infobox broadcast <!--khusus untuk stasiun lokal/induk di Jakarta-->
| call_letters = Kompas TV
| above = PT Cipta Megaswara Televisi<ref>[http://regional.kompas.com/read/2018/02/09/18163241/12-maret-kompastv-tayangkan-secara-langsung-debat-perdana-pilkada-jawa-barat 12 Maret, KompasTV Tayangkan Secara Langsung Debat Perdana Pilkada Jawa Barat]</ref>
| station_logo =
| logo_size =
| logo_alt =
| image =
| image_size =
| location = [[Jakarta Pusat]], [[DKI Jakarta]]
| country = Indonesia
| city = <!-- kota lisensi bila lokasinya berbeda -->
| station_branding =
| station_slogan = ''<nowiki>Independen, Terpercaya</nowiki>''
| analog = 25 UHF
| digital = 40 UHF
| virtual =
| subchannels =
| other_chs =
| affiliations = Kompas TV (stasiun induk)
| owner = {{plainlist|
* [[Universitas Gunadarma|Megaswara Media]] (2004–2015)
* [[Kompas Gramedia]] (2015–2018)
* [[KG Media]] (2018–sekarang)
}}
| licensee = <!-- bila berbeda dengan pemilik -->
| operator = <!-- bila berbeda dengan pemilik -->
| founded = 18 Agustus 2004<Ref>[https://text-id.123dok.com/document/9ynxe5kpq-gambaran-umum-megaswara-tv.html 5.2 Gambaran Umum Megaswara TV]</ref>
| airdate = 7 November 2004 (sebagai [[MGSTV]])<Ref>[https://www.scribd.com/document/475868083/SEKERIPSI-BAB-1-SAMPE-3-2-rvisi-AutoRecovered SEKERIPSI BAB 1 SAMPE 3 (2) Rvisi (AutoRecovered)]</ref><br>28 Juni 2015 (sebagai Kompas TV, ''lihat [[#Sejarah]]'')
| enddate =
| callsign_meaning = '''''[[Kompas (surat kabar)|Kompas]] [[Televisi di Indonesia|TV]]'''''
| sister_stations = {{plainlist|
* [[KTV]] (2015–sekarang)
* [[Gramedia TV]] (2016–sekarang)
}}
| former_callsigns = Megaswara TV (2004–2010)<br />MGSTV (2010–2013)<br />TV Plus! (2013–2015)
| former_channel_numbers = 42 UHF (digital multipleks [[TVRI Jakarta]])
| former_affiliations =
| effective_radiated_power =
| HAAT = <!-- {{convert|height|m|ft|0|abbr=on}} -->
| class =
| facility_id =
| coordinates =
| licensing_authority = [[Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia]]
| homepage = {{URL|http://www.kompas.tv}}
}}
'''Kompas TV''' adalah salah satu [[jaringan televisi]] [[swasta]] [[nasional]] di [[Indonesia]] yang berfokus pada konten berita.<ref name="jaringannasional">[http://twitter.com/#!/KompasTV/status/106619131771629568 Tweet Kompas TV mengenai sistem berjaringan (1 dari 2)]</ref><ref name="jaringannasional2">[http://twitter.com/#!/KompasTV/status/106619277787922432 Tweet Kompas TV mengenai sistem berjaringan (2 dari 2)]</ref> Kompas TV dimiliki oleh [[KG Media]], anak usaha [[Kompas Gramedia]].
Diluncurkan awalnya sebagai penyedia konten dengan acara-acara berbasis hiburan pada 9 November 2011, perlahan-lahan statusnya berubah menjadi sebuah jaringan televisi, dan sejak 2016 acaranya menjadi berbasis berita sampai saat ini. Nama Kompas TV sendiri diambil dari [[surat kabar]] papan atas yang dimiliki oleh Kompas Gramedia, yaitu Harian ''[[Kompas (surat kabar)|Kompas]]''.
== Sejarah ==
===Latar belakang===
Keterlibatan Kompas Gramedia dalam industri penyiaran televisi telah dimulai sejak tahun 1996; saat harian ''[[Kompas (surat kabar)|Kompas]]'' membantu [[Indosiar]] dalam peliputan berita yang disiarkan dalam acara ''[[Fokus (acara televisi)|Fokus]]'' melalui 30% saham di perusahaan patungan PT Indomedia Wartatama.<Ref name="ishadi">Ishadi S.K. (2014). Media dan Kekuasaan: Televisi di Hari-hari Terakhir Presiden Soeharto. Jakarta: Penerbit Buku Kompas</ref> Kerjasama tersebut berakhir saat perusahaan tersebut dibubarkan pada tahun 1999.
Bahkan, Kompas Gramedia sendiri sesungguhnya sudah memiliki niat untuk mendirikan stasiun televisi swasta miliknya sendiri sejak 1970-an.<ref name="dtk1">[https://books.google.co.id/books?id=Ub0TAQAAMAAJ&q=sukoyo+STARPAGE&dq=sukoyo+STARPAGE&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwjI-ajmzcr0AhVeTWwGHVtFA_0Q6AF6BAgFEAI Tempo, Volume 30,Masalah 12-18]</ref> Namun, baru setelah [[Sejarah Indonesia (1998–sekarang)|Reformasi]] bergulir, Kompas Gramedia bisa mewujudkan mimpinya dengan mendirikan jaringan televisi baru bernama TV7 di tahun 2001. Sejak saham TV7 dibeli oleh pihak [[Trans Corp (1996–2013)|Trans Corp]] yang berdiri di bawah kepemimpinan [[Chairul Tanjung]] pada tahun 2006, nama TV7 diganti menjadi [[Trans7]]. Saham Kompas Gramedia terhadap Trans7 menurun menjadi hampir setengah dari Trans Corp.
Kekurangberhasilan Kompas Gramedia dalam mengelola TV7, rupanya tidak menjadikan konglomerasi media ini "jera" dalam terjun ke industri penyiaran televisi. Pihak KKG rupanya menyadari, bahwa bisnis [[media cetak]] yang menjadi andalan mereka selama ini, tidak bisa terus diandalkan di masa depan, ditambah rasa menyesal karena kurang siap dan sabar dalam mengelola televisi sendiri.<ref>[https://books.google.co.id/books?id=XlH3CwAAQBAJ&pg=PA244&dq=TV7+Kompas&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwjrqK3c5qP0AhWRyosBHThxAVAQ6AF6BAgDEAI#v=onepage&q=TV7%20Kompas&f=false Kompas Menjadi Perkasa Karena Kata]</ref><ref>[https://books.google.co.id/books?id=YePaDwAAQBAJ&pg=PA38&lpg=PA38&dq=TV7+KompasTV&source=bl&ots=ceswbzxBYp&sig=ACfU3U188s_TXfMV2ASktruZbdSENVAyTA&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwjKvYOxyqP0AhVb8HMBHTIMA1M4KBDoAXoECAcQAw#v=onepage&q=TV7%20KompasTV&f=false Media Power in Indonesia: Oligarchs, Citizens and the Digital Revolution]</ref> Maka, pada tahun 2008, KKG mendirikan sebuah perusahaan bernama [[Gramedia TV|PT Gramedia Media Nusantara]] yang awalnya akan disiapkan sebagai stasiun [[televisi berjaringan]] baru bernama Kompas Gramedia Televisi (KGTV) Network.<Ref>[https://nasional.kompas.com/read/2010/12/02/16362777/nan The Groove Bertemu Jubing dan Abdul di "Showcase"]</ref><ref>[https://money.kompas.com/read/2010/10/16/09281034/ikutan.audisi.penyiar.kompas.tv.yuk Ikutan Audisi Penyiar Kompas TV Yuk!]</ref> KGTV sendiri kemudian mulai menunjukkan kinerjanya dengan memproduksi beberapa acara bersama stasiun televisi lain.<ref>[https://www.kompasiana.com/bunbun/55008de9a333115263511e06/oh-sctv-atau-oh-kgtv Oh SCTV atau Oh KGTV?]</ref>
Rencana pendirian televisi tersebut kemudian baru terealisasi pada 2011, dengan nama baru yaitu Kompas TV dan statusnya berubah menjadi penyedia konten (''content provider'') bagi sejumlah stasiun [[Daftar stasiun televisi lokal di Indonesia|televisi lokal]] di berbagai daerah Indonesia. Nama "Kompas TV" sendiri awalnya digunakan oleh bagian [[Kompas.com]] yang berisi
video-video berita/informasi ataupun menyiarkan secara langsung ''live event'', yang bisa dikatakan sebagai "cikal-bakal" pendirian stasiun televisi ini.<ref>[https://nasional.kompas.com/read/2017/09/14/11520681/kompascom-reborn-2008-dan-satu-jiwa-visi-jakob-oetama?page=all Kompas.com “Reborn” 2008 dan Satu Jiwa Visi Jakob Oetama]</ref><Ref>[https://megapolitan.kompas.com/read/2009/01/20/23131248/kompastv.live.streaming.pelantikan.barack.obama Kompas TV Live Streaming Pelantikan Barack Obama]</ref> Saat itu, Kompas TV sendiri dikonsepkan sebagai televisi yang bersifat inspiratif, menghibur dan acaranya berkualitas.<ref>[http://achmadfahlan.blogspot.com/2016/01/company-profile-kompas-gramedia-tv-kgtv.html Company Profile KOMPAS GRAMEDIA TV (KGTV)]</ref> Pasarnya sendiri ditargetkan sebesar 6%, dari segala jenis penonton.<ref>[https://books.google.co.id/books?id=6us8qakt4UkC&pg=PA295&lpg=PA295&dq=TV7+Kompas+TV+2011&source=bl&ots=ypaiRunsze&sig=ACfU3U2go2Oe81_znyS3-m8bGpbkWwOAGA&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwi6zID_1qP0AhVy4zgGHbq4D0Q4KBDoAXoECBMQAw#v=onepage&q=TV7%20Kompas%20TV%202011&f=false The Report: Indonesia, 2013 : Economy, Banking, Energy, Transport ...]</ref> Dalam persiapan siaran Kompas TV, telah dibangun gedung lima lantai yang diresmikan pada 14 Juli 2011<ref>[https://money.kompas.com/read/2011/07/14/11332798/Gedung.Kompas.TV.Diresmikan Gedung Kompas TV Diresmikan]</ref> dan studio berita yang diresmikan pada 6 September 2011.<ref>[https://travel.kompas.com/read/2011/09/06/11483784/studio.berita.kompas.tv.diresmikan Studio Berita Kompas TV Diresmikan]</ref> Karyawannya sendiri berasal baik dari rekrutan baru maupun jurnalis harian ''Kompas''.<ref>[https://nasional.kompas.com/read/2011/09/06/12035268/~Nasional Kompas TV Diperkuat Wartawan Kompas dan Pusat Informasi Kompas]</ref>
[[Berkas:Kompas-TV.png|250px|jmpl|ka|Logo pertama Kompas TV (1 Agustus-11 September 2011, 5 Oktober 2012-19 Oktober 2017)]]
[[Berkas:Logo Kompas Di Layar kaca.png|250px|jmpl|ka|Logo kedua Kompas TV (11 September 2011-5 Oktober 2012)]]
===Awal siaran===
Pada tanggal [[1 Agustus]] hingga [[8 September]] [[2011]], Kompas TV memulai siaran percobaan bersamaan dengan KTV selama 19 jam setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 00.00 WIB, yang kemudian diperluas ke 8 stasiun televisi di sejumlah daerah pada 30 Agustus 2011.<ref>[https://money.kompas.com/read/2011/08/31/20074795/~Oase~Cakrawala KompasTV Mulai Dinikmati]</ref> Selanjutnya, pada tanggal [[9 September]] [[2011]], Kompas TV resmi diluncurkan dalam acara ''Simfoni Semesta Raya'' yang disiarkan oleh beberapa stasiun televisi lokal daerah. [[Jakob Oetama]] sendiri mengungkapkan harapannya dalam peluncuran itu agar Kompas TV dapat mencerahkan bangsa dan memperkaya manusia.<ref>[https://www.marketeers.com/kompas-tv-diluncurkan/ Kompas TV Diluncurkan]</ref> Walaupun demikian, kehadiran Kompas TV awalnya tidak mulus, karena menuai protes dari [[Komisi Penyiaran Indonesia]] (''lihat [[#Kontroversi]]''), sehingga pada tanggal [[11 September]] [[2011]], Kompas TV mengubah logonya dengan menghilangkan tulisan "TV" pada logo tersebut. Namun, pada akhirnya tulisan tersebut kembali digunakan mulai [[5 Oktober]] [[2012]] hingga [[19 Oktober]] [[2017]]. Kompas TV merupakan salah satu stasiun televisi pertama di Indonesia yang mengadopsi kualitas gambar beresolusi tinggi (''High Definition''), yang dahulu dinamakan Kompas HD.
Kehadiran Kompas TV sendiri di [[Jabodetabek]], awalnya menggandeng salah satu televisi lokal asal [[Banten]] bernama [[KTV]] yang bersiaran di 28 UHF. Namun, pada saat itu, KTV sendiri mendapat izin siaran di [[Serang]], sedangkan siarannya dipancarkan dari [[Tangerang]], sehingga sejak 19 Desember 2011, pemerintah memaksa KTV memindahkan pemancarnya.<ref>[https://amp.kontan.co.id/news/siaran-ktv-tak-lagi-bisa-dinikmati-warga-jabodetabek Siaran KTV tak lagi bisa dinikmati warga Jabodetabek]</ref> Akibatnya, KTV (dan Kompas TV) sempat tidak bisa dinikmati di Jakarta, hingga akhirnya mendapat izin dan mengudara kembali pada 22 Juni 2012.<ref>[https://davenirvana1.wordpress.com/2012/06/22/kompas-kembali-ke-jakarta/ KOMPAS Kembali ke Jakarta?]</ref><ref>[https://rinaldo92aldo.wordpress.com/2016/01/16/suara-indonesia-awal-baru-kompas-tv/ Suara Indonesia, Awal Baru Kompas TV]</ref> [[Syukuran]] atas kembali mengudaranya tersebut diadakan pada 28 Juni 2012 (menyamai hari lahir harian ''[[Kompas (surat kabar)|Kompas]]''), dan tanggal itu sempat dijadikan hari jadi Kompas TV selama beberapa waktu<ref>[https://www.tribunnews.com/nasional/2014/06/28/ulang-tahun-ke-3-kompas-tv-bisa-disaksikan-lebih-100-kabupatenkota Ulang Tahun Ke-3, Kompas TV Bisa Disaksikan Lebih 100 Kabupaten/Kota]</ref><ref>[https://www.tribunnews.com/bisnis/2012/06/28/kompas-tv-adakan-syukuran-kembali-mengudara Kompas TV Adakan Syukuran Kembali Mengudara]</ref> sebelum akhirnya kembali ke 9 September beberapa tahun kemudian.<ref>[https://www.grid.id/read/042328271/gelar-perayaan-hut-kompastv-ke-9-kompastv-siapkan-sejumlah-rangkaian-kegiatan-menarik-yuk-intip?page=all Gelar Perayaan HUT KompasTV ke-9, KompasTV Siapkan Sejumlah Rangkaian Kegiatan Menarik, Yuk Intip!]</ref>
Demi mencegah hal tersebut terulang, di tahun 2014,<ref>[https://jatmikadrawing.blogspot.com/2014/07/temen-tvplus.html?m=1 Temen TVplus!]</ref> Kompas TV mengambilalih suatu stasiun televisi lokal asal [[Bogor]] bernama TV Plus! yang bersiaran di 25 UHF. Badan hukum TV Plus! (PT Cipta Megaswara Televisi) kemudian dijadikan sebagai pengelola dari Kompas TV dan induk dari jaringannya di seluruh Indonesia (sebelumnya, juga dilakukan upaya pembentukan badan hukum/usaha baru dengan nama PT Kompas TV Media Televisi dan mengurus izinnya, tetapi tidak terealisasi dan kemudian dijadikan badan hukum jaringannya di Gorontalo).<ref>{{Cite web|date=10 November 2015|title=Data Rekomendasi Perusahaan Televisi Siaran Tahun 2010-2014|url=https://data.jakarta.go.id/dataset/data-rekomendasi-perusahaan-televisi-siaran/resource/d02fae85-fa64-4d73-a6bd-f15bf77928bb|website=data.jakarta.go.id}}</ref><ref name=":0" /> Puncaknya, pada [[28 Juni]] [[2015]], siaran Kompas TV pun berpindah ke 25 UHF, sedangkan TV Plus! menjadi di 32 UHF dan berganti nama menjadi [[MGSTV]].<ref>[https://www.youtube.com/watch?v=7kVx3Ior51E Testimone Presenter 25 UHF (Promo)]</ref><ref>[https://davenirvana1.wordpress.com/2015/06/29/kompas-tv-ktv-dan-tvplus/ KOMPAS TV, ktv, dan tvPlus!]</ref> Dengan perpindahan frekuensi ini, diharapkan terjadi peningkatan kualitas siaran, sehingga Kompas TV bisa menaikkan ''rating''-nya.<ref>[https://industri.kontan.co.id/news/hijrah-frekuensi-kompastv-incar-kenaikan-rating Hijrah frekuensi, KompasTV incar kenaikan rating]</ref> Sementara itu, berbeda dari KTV yang kemudian dipisahkan operasionalnya dan acaranya dari Kompas TV, perlahan-lahan sejak 2014, jaringan dari stasiun televisi ini (kecuali RBTV Yogyakarta) diubah namanya menjadi Kompas TV + nama daerah (seperti Kompas TV Surabaya dari sebelumnya BCTV), mengisyaratkan Kompas TV kini berubah menjadi sebuah jaringan televisi nasional dari sebelumnya hanya ''content provider''.<ref>[https://davenirvana1.wordpress.com/2014/02/10/akhirnya-semua-jadi-kompas-tv/ Akhirnya, Semua Jadi KOMPAS TV]</ref> Diperkirakan, pada 2016, terdapat 30 stasiun televisi lokal yang menjadi jaringan Kompas TV.<ref>[https://wartakota.tribunnews.com/2016/01/28/kompas-tv-inspirasi-suara-indonesia Kompas TV Inspirasi Suara Indonesia]</ref>
Awalnya, program Kompas TV lebih menekankan acara-acara hiburan, terutama yang bersifat mendidik dan melokal yang dirintis salah satunya oleh [[Indra Yudhistira]]. Karena itulah, tidak seperti stasiun televisi hiburan lainnya yang banyak berbasis [[sinetron]], program stasiun televisi ini didominasi oleh acara [[dokumenter]], [[gelar wicara]], ''[[edutainment]]'', [[kuis]], dan lainnya. Walaupun demikian, Kompas TV juga memiliki porsi penayangan acara berita yang jauh lebih banyak dibanding stasiun televisi lain yang berbasis hiburan pada saat itu. Tidak mendapatkan hasil yang memuaskan dari acara-acara tersebut, Kompas TV kemudian mencoba penayangan acara lain, seperti olahraga. Tercatat, pada tahun [[2013]], Kompas TV memegang hak siar [[Fußball-Bundesliga|Bundesliga]] (hanya musim 2013-2015) dan [[Serie A 2014–2015]] lewat kerjasama dengan [[beIN Sports]]. Kompas TV juga pernah menayangkan ajang balap mobil [[Formula Satu]] (hanya musim 2012 dan 2013) lewat kerjasama [[Fox Sports Asia|Fox Sports]] dan hak siar kompetisi/turnamen olahraga lainnya seperti bulutangkis (di bawah bendera ''House of Badminton''), voli, dan lain-lain.
===Penegasan sebagai televisi berita===
Memasuki Juli 2015 (setelah perpindahan frekuensi),<ref>[https://davenirvana1.wordpress.com/2015/07/24/kompas-tv-perkuat-identitas-sebagai-tv-berita/ KOMPAS TV Perkuat Identitas sebagai TV Berita]</ref> di bawah [[Rosiana Silalahi]], Kompas TV perlahan-lahan mengubah ''programming''-nya ke arah penayangan acara berbasis informasi dan berita, ditambah mengurangi acara hiburan. Pada akhirnya, di tanggal [[28 Januari]] [[2016]], Kompas TV berfokus menjadi saluran berita dalam perhelatan ''Suara Indonesia'' sampai saat ini.<ref>[http://industri.kontan.co.id/news/tahun-ini-kompas-tv-fokus-jadi-media-berita Tahun Ini, Kompas TV Fokus Jadi Media Berita]</ref><ref>[https://rinaldo92aldo.wordpress.com/2016/01/16/suara-indonesia-awal-baru-kompas-tv/ Suara Indonesia, Awal Baru Kompas TV]</ref><ref>[https://suarpemancar.com/menengok-pola-acara-kompastv-setelah-1-dekade/ Menengok Pola Acara KompasTV Setelah 1 Dekade]</ref> Perubahan ini didasari karena selama ini publik sudah kadung mengenal Kompas sebagai nama surat kabar (sumber berita), ditambah upaya sinergi bersama harian ''Kompas'' dan [[Kompas.com]]. Untuk memperkuat ''branding'' tersebut, pada 19 Oktober 2017, Kompas TV juga mengubah logonya dengan menghilangkan ikon "K" pada logo tersebut (sehingga mirip dengan harian ''Kompas'') dan slogannya juga berganti menjadi "Independen <nowiki>|</nowiki> Terpercaya".<ref>[https://docplayer.info/177443671-Bab-iv-pembahasan-strategi-branding-kompastv-sebagai-televisi-berita-independen-dan-terpercaya.html BAB IV. PEMBAHASAN STRATEGI BRANDING KOMPASTV sebagai TELEVISI. BERITA INDEPENDEN dan TERPERCAYA]</ref> Sebenarnya, ide penghilangan ikon "K" tersebut sudah direncanakan sejak tahun 2016, tetapi baru terealisasi setahun kemudian.<ref>[https://www.behance.net/gallery/33742482/KOMPAS-TV-2016-ON-AIR-RE-BRAND KOMPAS TV 2016 ON AIR RE-BRAND]</ref>
Walaupun sudah menjadi televisi berita, Kompas TV tetap menayangkan beberapa acara hiburan, seperti ''[[Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV|Stand up Comedy Indonesia]]'' dan sejumlah program olahraga. Pada tanggal [[29 Juli]] [[2018]], untuk pertama kalinya dalam sejarah, Kompas TV menjadi televisi nasional pertama yang menayangkan cabang [[olahraga elektronik]] secara gratis di Indonesia lewat siaran langsung Grand Final turnamen [[Mobile Legends: Bang Bang|Mobile Legends]] Southeast Asia Cup 2018. Lalu, melalui kerjasama dengan [[Fox Sports Asia|Fox Sports]] dan [[Mola|Mola TV]], Kompas TV akan menayangkan ajang balap motor internasional yaitu [[Kejuaraan Dunia Superbike]] mulai musim 2020 dan hanya menayangkan sesi balapan kedua saja.
== Jaringan siaran ==
=== Jaringan terestrial ===
Kompas TV mulai mengudara secara luas pada tanggal [[9 September]] [[2011]] melalui [[televisi berjaringan|jaringan]] televisi lokal di daerah. Siaran stasiun televisi lokal tersebut terdiri dari 70% siaran yang direlai dari Kompas TV dan sisa 30%-nya merupakan siaran yang dikelola sendiri. Pada awalnya, Kompas TV menggandeng 9 televisi lokal, yaitu [[KTV]] ([[Jakarta]]), STV ([[Bandung]]), TVB ([[Semarang]]), BCTV ([[Surabaya]]), Mos TV ([[Palembang]]), Khatulistiwa TV ([[Pontianak]]), [[Agropolitan TV|ATV]] ([[Malang]]), Makassar TV ([[Makassar]]), dan Dewata TV ([[Denpasar]]).<ref>[https://regional.kompas.com/read/2011/09/01/03135341/kompastv.warnai.televisi.nasional. KompasTV Warnai Televisi Nasional]</ref> Direncanakan, kota-kota besar lain akan menyusul kemudian. Bahkan, sebagian besar kota sudah siap menyiarkan jaringan Kompas TV dengan membangun [[Stasiun relai televisi|stasiun relai]] dan dalam tahap siaran percobaan, seperti di [[Yogyakarta]], [[Purwokerto]], [[Cirebon]], dan kota-kota besar lain yang memiliki jaringan Kompas Gramedia atau disesuaikan dengan terbitnya koran [[Kompas (surat kabar)|Kompas]] di seluruh [[Indonesia]]. Seiring waktu, Kompas TV berhasil memperluas jangkauannya hingga ke seluruh Nusantara, dan tercatat kini telah mengudara dari Banda Aceh sampai Merauke.
Menurut data [[Izin Penyelenggaraan Penyiaran]] (IPP) [[Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia|Kementerian Komunikasi dan Informatika RI]] (Kemenkominfo), Kompas TV saat ini disiarkan melalui 36 stasiun televisi yang dimiliki oleh 29 perusahaan (termasuk stasiun dan perusahaan induknya),<ref name=":0"/> dan menjangkau 29 dari 34 provinsi di Indonesia.
Berikut ini adalah transmisi Kompas TV dan stasiun afiliasinya (sejak berlakunya UU Penyiaran, stasiun TV harus membangun stasiun TV afiliasi di daerah-daerah/[[Sistem televisi berjaringan di Indonesia|bersiaran secara berjaringan]] dengan stasiun lokal). Data dikutip dari IPP Kemenkominfo.<ref name=":0">[https://e-penyiaran.kominfo.go.id/uploads/informasi/4be6453eb9b45d3e3370ede9c586ce84.pdf DAFTAR IZIN PENYELENGGARAAN PENYIARAN LEMBAGA PENYIARAN TELEVISI YANG SUDAH DITERBITKAN OLEH MENTERI KOMINFO SAMPAI DENGAN NOVEMBER 2017]</ref>
{| class="wikitable"
!Nama Perusahaan
!Nama Stasiun
!Daerah
!Frekuensi Analog ([[PAL]])
!Frekuensi Digital ([[DVB-T2]])
|-
| PT Cipta Megaswara Televisi
| Kompas TV
| [[DKI Jakarta]], [[Bogor]], [[Depok]], [[Tangerang]], [[Bekasi]]
| 25 [[UHF]]
| 40 UHF
|-
|PT Bayanaka Multimedia Digital
| Kompas TV Pekalongan
|[[Brebes]], [[Kota Tegal|Tegal]], [[Pemalang]], [[Pekalongan]]
|26 UHF
|44 UHF
|-
|rowspan=2|PT Pratama Cipta Digital
| Kompas TV Madiun
|[[Madiun]], [[Magetan]], [[Kabupaten Ngawi|Ngawi]], [[Ponorogo]]
|22 UHF
|30 UHF
|-
| [[Kompas TV Palembang]]
|[[Palembang]]
|60 UHF
|35 UHF
|-
|PT Oxcy Media Televisi
| [[Kompas TV Jawa Timur]]
|[[Surabaya]], [[Lamongan]], [[Gresik]], [[Mojokerto]], [[Pasuruan]], [[Bangkalan]]
|40 UHF
|27 UHF
|-
|rowspan=2|PT Jember Mutiara Nunggal Resti
| Kompas TV Jember
|[[Jember]]
|54 UHF
|45 UHF
|-
| Kompas TV Ambon
|[[Kota Ambon|Ambon]]
|60 UHF
|
|-
|PT Syiar Media
| [[Kompas TV Malang]]
|[[Malang]], [[Kota Batu]]
|62 UHF
|27 UHF
|-
|PT Reksa Birama Media
| [[RBTV Jogja|RBTV]]
|[[Kota Yogyakarta|Yogyakarta]], [[Bantul]], [[Wonosari]], [[Sleman]], [[Wates]], [[Solo]]
|40 UHF
|47 UHF<ref>[https://www.facebook.com/groups/357305085288304/posts/572224613796349 Kompas TV, UHF 47 area Yogyakata & Solo Raya...]</ref>
|-
|PT Balakosa Media Digital
|Kompas TV Kediri
|[[Kediri]], [[Pare, Kediri|Pare]], [[Kertosono, Nganjuk|Kertosono]], [[Jombang]], [[Blitar]], [[Tulungagung]]
|45 UHF
|48 UHF
|-
|PT Media Khatulistiwa Televisi
| [[Kompas TV Pontianak]]
|[[Pontianak]]
|39 UHF
|<!--41 UHF-->
|-
|PT Borneo Television
| Kompas TV Banjarmasin
|[[Banjarmasin]], [[Martapura]], [[Marabahan]]
|46 UHF
|37 UHF
|-
|rowspan=2|PT Mediatama Amrita Digital
| Kompas TV Balikpapan
|[[Balikpapan]]
|52 UHF
|44 UHF
|-
| Kompas TV Lampung
|[[Bandar Lampung]], [[Kota Metro]]
|62 UHF
|
|-
|rowspan=2|PT Mahkota Ogan Sumatera
| [[Kompas TV Sumsel]]
|[[Kayu Agung, Ogan Komering Ilir]]
|52 UHF
|
|-
| Kompas TV Tenggarong
|[[Tenggarong]], [[Samarinda]]
|29 UHF
|31 UHF
|-
|PT Kompas TV Aceh-Bangka
| Kompas TV Bangka
|[[Pangkal Pinang]]
|31 UHF
|
|-
|rowspan=2|PT Kompas TV Media Informasi
| Kompas TV Kupang
|[[Kupang]]
|58 UHF
|
|-
| Kompas TV Medan
|[[Medan]]
|59 UHF
|30 UHF
|-
|rowspan=2|PT Papua Sorta Televisi
| Kompas TV Merauke
|[[Merauke]]
|48 UHF
|
|-
| Kompas TV Sorong
|[[Sorong]]
|30 UHF
|
<!--|-
| Kompas TV Jayapura
|[[Kota Jayapura|Jayapura]]
|
|34 UHF-->
|-
|PT Alternatif Media Televisi
| Kompas TV Riau
|[[Pekanbaru]]
|59 UHF
|<!--33 UHF-->
|-
|PT Makassar Lintas Visual Cemerlang
| [[Kompas TV Makassar]]
|[[Makassar]], [[Maros]], [[Sungguminasa]], [[Pangkajene, Pangkajene dan Kepulauan|Pangkajene]]
|23 UHF
|
|-
|PT Kompas TV Media Televisi
| Kompas TV Gorontalo
|[[Kota Gorontalo|Gorontalo]]
|54 UHF
|<!--31 UHF-->
|-
|PT Pasundan Utama Televisi
| [[Kompas TV Jawa Barat]]
|[[Bandung]], [[Cimahi]], [[Padalarang]], [[Cianjur]]
|34 UHF
|45 UHF
|-
|PT Televisi Semarang Indonesia
| [[Kompas TV Jawa Tengah]]
|[[Semarang]], [[Ungaran]], [[Kendal]], [[Demak]], [[Jepara]], [[Kabupaten Kudus|Kudus]]
|47 UHF
|42 UHF
|-
|PT Andalan Utama Sukabumi
| [[Kompas TV Sukabumi]]
|[[Sukabumi]]
|30 UHF
|45 UHF
|-
|PT Televisi Antero Nusantara
| [[Kompas TV Aceh]]
|[[Banda Aceh]]
|24 UHF
|33 UHF
|-
|PT Televisi Tanah Liat Semesta
| Kompas TV Purworejo
|[[Purworejo]]
|59 UHF
|
|-
|PT Mediantara Televisi Bali
| [[Kompas TV Dewata]]
|[[Kota Denpasar]]
|23 UHF
|
|-
|PT Swara Alam Kendari Televisi
| [[Kompas TV Kendari]]
|[[Kendari]]
|32 UHF
|
|-
|PT Pacific Televisi Anugerah
| [[Kompas TV Manado]]
|[[Manado]]
|46 UHF
|<!--35 UHF-->
|-
|PT Batanghari Televisi Indonesia
|Kompas TV Jambi
|[[Kota Jambi|Jambi]]
|47 UHF
|<!--32 UHF-->
|-
|rowspan=2|PT Bengkulu Televisi
| [[Kompas TV Bengkulu]]
|[[Kota Bengkulu|Bengkulu]]
|38 UHF
|
|-
| Kompas TV Batam
|[[Kota Batam|Batam]]
|
|46 UHF
|-
|PT Sulteng Senegor Televisi
| Kompas TV Palu
|[[Kota Palu|Palu]], [[Donggala]]
|55 UHF
|
|-
|
|
|[[Nunukan]]
|
|28 UHF
<!--|-
|
|
|[[Palangka Raya]]
|
|42 UHF
|-
|
|
|[[Kota Ternate|Ternate]]
|
|40 UHF-->
|-
|
|
|[[Meulaboh]]
|
|38 UHF
|-
<!--|
|[[Purwokerto]], [[Banyumas]], [[Purbalingga]], [[Kebumen]], [[Cilacap]]
|
|40 UHF
|-
|
|[[Sumedang]]
|
|41 UHF
|-
|
|[[Cirebon]]
|
|41 UHF
|-
|
|[[Garut]]
|
|40 UHF
|--->
|}
=== Jaringan lainnya ===
Sejak tanggal 9 September 2011, Kompas TV juga dapat disaksikan di [[televisi berlangganan]] sebagai berikut:
{{col-css3-begin|2}}
* [[K-Vision]]
* [[First Media]]
* [[IndiHome]]
* [[Skynindo]]
* [[MNC Vision]]
* [[Transvision]]
* [[MNC Play]]
* [[Biznet Home]]
* [[UseeTV]]
* [[Vision+]]
* [[Vidio]]
{{col-css3-end}}
Kompas TV dapat juga disaksikan secara [[siaran gratis]] melalui parabola di satelit [[Telkom-4]].
== Acara ==
{{Main|Daftar acara Kompas TV}}
Sebagian besar acara Kompas TV adalah acara-acara berita dan faktual, dengan sedikit sisanya adalah acara hiburan.
''[[Kompas (acara televisi)|Kompas]]'' adalah acara berita induk Kompas TV, yang terdiri dari beragam acara dari pagi hingga malam hari. ''[[Sapa Indonesia]]'' merupakan acara gelar wicara andalan yang tayang di pagi dan malam hari.
Acara hiburan di Kompas TV di antaranya audisi ''[[Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV|Stand Up Comedy Indonesia]]'' dan ''Kata Kita''.
== Presenter ==
{{Main|Daftar penyiar Kompas TV}}
== Direksi ==
=== Daftar direktur utama ===
{| class="wikitable"
|-
! No.
! Nama
! Awal jabatan
! Akhir jabatan
|-
| 1
| [[Bimo Setiawan]]
| [[2011]]
| [[2018]]
|-
| 2
| [[Rikard Bagun]]
| [[2018]]
| sekarang
|}
=== Direksi saat ini ===
{| class="wikitable"
|-
! Nama
! Jabatan
|-
| [[Lilik Oetama]]
| Komisaris Utama
|-
| [[Rikard Bagun]]
| Direktur Utama
|-
| [[Rosianna Silalahi]]
| Direktur Pemberitaan
|-
| [[Andreas Tirta Riyanto|Andreas Tirtarianto]]
| Direktur Teknologi
|-
| [[Uncu Putra]]
| Direktur Pemrograman
|-
| [[Andreas Tirta Riyanto|Andreas Tirtarianto]]
| Direktur Operasional
|}
== Slogan utama ==
* Inspirasi Indonesia (9 September 2011-28 Januari 2016)
* Berita dan Inspirasi Indonesia (28 Januari 2016-19 Oktober 2017)
* <nowiki>Independen, Terpercaya</nowiki> (19 Oktober 2017-sekarang)
== Kontroversi ==
Kehadiran Kompas TV dipersoalkan oleh [[Komisi Penyiaran Indonesia]] (KPI) melalui siaran pers tanggal 7 September 2011. Dalam siaran pers tersebut, KPI menilai Kompas TV belum memiliki izin sebagai lembaga penyiaran sehingga belum dapat mengatasnamakan diri sebagai badan hukum lembaga penyiaran. KPI juga berpendapat bahwa praktik sistem siaran berjaringan hanya dapat dilakukan pada sesama lembaga penyiaran yang telah memiliki Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) tetap, sementara Kompas TV bersiaran melalui sejumlah stasiun televisi lokal yang sebagian besar hanya memiliki IPP prinsip.
Logo Kompas TV pada layar televisi di sejumlah stasiun televisi lokal juga dinilai menyembunyikan/mengaburkan/memperkecil identitas atau logo stasiun televisi lokal tersebut, tidak sesuai dengan eksistensi dari stasiun televisi lokal tersebut yang telah cukup lama menempuh proses perizinan dengan semangat lokal yang perlu didorong.<ref>[http://www.detiknews.com/read/2011/09/09/145016/1718997/10/kpi-kompas-tv-tidak-punya-izin KPI: Kompas TV Tidak Punya Izin]</ref><ref>{{Cite web |url=http://www.kpi.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=30139%3Alegal-opinion-komisi-penyiaran-indonesia-kpi-terhadap-kompas-tv-ktv-yang-bersiaran-pada-beberapa-stasiun-televisi-lokal-di-sejumlah-daerah&catid=14%3Adalam-negeri-umum&lang=id |title=Legal Opinion Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Terhadap Kompas TV yang Bersiaran Pada Beberapa Stasiun Televisi Lokal di Sejumlah Daerah |access-date=2011-09-10 |archive-date=2011-11-19 |archive-url=https://web.archive.org/web/20111119233158/http://kpi.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=30139%3Alegal-opinion-komisi-penyiaran-indonesia-kpi-terhadap-kompas-tv-ktv-yang-bersiaran-pada-beberapa-stasiun-televisi-lokal-di-sejumlah-daerah&catid=14%3Adalam-negeri-umum&lang=id |dead-url=yes }}</ref>
Kompas TV menanggapi siaran pers KPI tersebut dengan menegaskan bahwa Kompas TV hanya merupakan penyedia konten, sehingga yang memerlukan izin siaran adalah stasiun televisi lokal yang menjadi mitra siaran berjaringan di daerah.<ref>[http://www.detiknews.com/read/2011/09/09/150628/1719018/10/kompas-tv-kami-content-provider-tidak-perlu-izin-siaran Kompas TV: Kami Content Provider, Tidak Perlu Izin Siaran]</ref>
Isu pengambilalihan kepemilikan saham Dewata TV oleh Kompas TV membuat pihak [[Komisi Penyiaran Indonesia|KPID Bali]] mulai mengambil tindakan. Namun, itu tidak terbukti. Hanya saja, beberapa program Dewata TV mengalami penghapusan dan hanya disiarkan di jam-jam tertentu saja.<ref>[http://metrobali.com/?p=1524 KPID Bali Sidak ke Kantor Dewata TV, Saham Dewata TV Tidak Dijual ke Kompas TV]</ref>
Namun, penayangan Kompas TV di Dewata TV membuat Dewata TV harus mengganti Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) dari status IPP prinsip yang hanya boleh dimiliki oleh stasiun televisi lokal Independen, menjadi IPP tetap.<ref>[http://regional.kompas.com/read/2012/07/20/2322438/Dewata.TV.Terima.Izin.Siaran.Tetap Dewata TV Terima Izin Siaran Tetap]</ref>
== Referensi ==
{{reflist|2}}
== Pranala luar ==
* {{id}} {{resmi|www.kompas.tv}}
* {{facebook|kompastv}}
* {{twitter|kompastv}}
* {{instagram|kompastv}}
{{Kelompok templat
|list1 =
{{Saluran berita internasional}}
{{TelevisiIndonesia}}
{{Kompas Gramedia}}
{{Penyiar Kompas TV}}
{{Acara Kompas TV}}
{{ATVNI}}
}}
[[Kategori:Stasiun televisi Indonesia]]
[[Kategori:Stasiun televisi yang berdiri pada tahun 2011]]
[[Kategori:Saluran berita internasional]]
[[Kategori:Pendirian tahun 2011 di Indonesia]]All content in the above text box is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike license Version 4 and was originally sourced from https://jv.wikipedia.org/w/index.php?oldid=1575512.
![]() ![]() This site is not affiliated with or endorsed in any way by the Wikimedia Foundation or any of its affiliates. In fact, we fucking despise them.
|