Difference between revisions 47357 and 47390 on minwiki

{{Tajamah|Indonesia}}
{{Infobox Officeholder
| office = Gubernur DKI Jakarta
| order = 14
| term_start = [[6 Oktober]] [[1997]]
| term_end = [[7 Oktober]] [[2007]]
| president  = [[Soeharto]]<br  />[[B.J. Habibie]]<br />[[Abdurrahman Wahid]]<br />[[Megawati Soekarnoputri]]<br />[[Susilo Bambang Yudhoyono]]
| lieutenant  = [[Fauzi Bowo]]
| predecessor = [[Soerjadi Soedirdja]]
| successor = [[Fauzi Bowo]]
| office2 = [[Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia|Ketua Umum PKPI]]
| order2 = 
| term_start2 = [[13 April]] [[2010]]
| term_end2 = 
| predecessor2 = [[Meutia Hatta]]
| successor2 =  
|honorific-prefix = <small>[[Letnan Jenderal|Letjen.]] [[Tentara Nasional Indonesia|TNI]] ([[Purnawirawan|Purn.]]) [[Doktor|Dr.(H.C.)]] [[Haji (gelar)|H.]]</small><br />
|name = {{PAGENAME}} 
| image = Sutiyosodki.jpg
| imagesize =150px
| caption = 
| birth_name = Sutiyoso
| othername = Bang Yos
| religion = [[Islam]]
| nationality = {{flagicon|Indonesia}} [[Indonesia]]
| birth_date = {{birth date and age|1944|12|6}}
| birth_place = {{flagicon|Indonesia}} [[Kota Semarang|Semarang]], [[Jawa Tengah]], [[Indonesia]]
| location = 
| occupation = 
| spouse = Setyorini
| death_date = 
| death_place = 
| location =
| parents = 
}}
[[Berkas:Sutiyoso.jpg|thumb|Sutiyoso]]
[[Letnan Jenderal|Letjen]] [[TNI]] ([[Purnawirawan|Purn.]]) Dr.(H.C.) H. '''Sutiyoso''' ({{lahirmati|[[Kota Semarang|Semarang]]|6|12|1944}}) adalah seorang [[politikus]] dan mantan tokoh [[militer]] [[Indonesia]] berbintang tiga. Ia adalah [[Gubernur Jakarta]] selama dua periode, mulai [[6 Oktober]] [[1997]] hingga [[7 Oktober]] [[2007]],<ref>[http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/22/time/173220/idnews/833205/idkanal/10 "Bang Yos Minta '1 hari tanpa kendaraan per bulan"], [[DetikCom]], diakses September 2007</ref> saat ia digantikan [[Fauzi Bowo]], wakilnya, yang memenangi Pilkada DKI 2007. Sebagai gubernur, Sutoyoso adalah tokoh yang cukup menarik. Sepanjang dua periode menjadi gubernur, ia sering mengundang kontroversi ketika menggulirkan kebijakan. Kritikan terhadap proyek angkutan umum ''[[TransJakarta|busway]]'', proyek pemagaran taman di kawasan [[Monas]] [[Jakarta|Jakarta Pusat]], dan sejumlah proyek lainnya. Pada [[1 Oktober]] [[2007]], ia mengumumkan bahwa dirinya akan maju sebagai calon presiden Indonesia pada [[Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2009|Pemilu Presiden 2009]].<ref name="capres">[http://kompas.com/kompas-cetak/0710/02/utama/3886930.htm "Sutiyoso Deklarasikan Diri sebagai Calon Presiden"], ''[[Kompas]]'', 2 Oktober 2007</ref>

== Pendidikan dan latar belakang ==
Lahir di Semarang, Sutiyoso merupakan anak ke enam dari delapan bersaudara. Ia adalah putra pasangan Tjitrodihardjo dan Sumini. Setelah tamat [[Sekolah Menengah Atas]] ([[SMA]]) di Semarang pada [[1963]] dan sempat setahun kuliah di Jurusan Teknik Sipil [[Universitas 17 Agustus, Semarang|Universitas 17 Agustus]], ia masuk [[Akademi Militer Nasional]] (AMN) di [[Magelang]]. Lulus pada [[1968]], ia berpindah-pindah tugas di kesatuan militer.

Sutiyoso menikah dengan '''Setyorini''' pada tahun 1974 dan dikaruniai dengan dua orang putri:
* '''Yessy Riana Dilliyanti''', menikah dengan Yogie Sandi Nugraha
* '''Renny Yosnita Ariyanti''', menikah dengan Danindro Anindito

== Karier ==
Periode [[1988]]-[[1992]], ia menjabat Asisten Personil, Asisten Operasi, dan Wakil Komandan Jenderal [[Kopassus]]. Sosoknya mulai mencuat saat terpilih sebagai komandan resimen terbaik se-Indonesia ketika menjabat Kepala Staf Kodam Jaya pada [[1994]]. Prestasi yang digenggamnya itu kemudian ikut menghantarkannya pada jabatan Panglima [[Kodam Jaya]]. Semasa menjadi panglima itu, namanya kian dikenal terutama lewat acara ''Coffee Morning''. Lewat acara yang digelar sebulan sekali itu, Sutiyoso berdiskusi dengan sesepuh dan tokoh masyarakat dalam kaitan dengan kemanan ibukota.

Posisinya sebagai panglima, kemudian merentangkan jalan menjadi gubernur. Gaya kepemimpinannya disebut-sebut banyak meniru mantan [[Gubernur Jakarta|Gubernur]] [[Ali Sadikin]]. 

Periode pertama ([[1997]]-[[2002]]) sebagai Gubernur DKI Jakarta berlanjut pada periode kedua (2002-[[2007]]). Jabatan lain yang dipegang oleh Sutiyoso ialah Ketua Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) periode [[2004]] - [[2008]]. Ia juga terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia ) untuk masa bakti 2006 - 2011.

== Sebagai gubernur ==
Pada [[15 Januari]] [[2004]], ia meluncurkan sistem angkutan massal dengan nama bus [[TransJakarta]] atau lebih populer disebut ''Busway'' sebagai bagian dari sebuah sistem transportasi baru kota. Setelah sukses dengan [[Koridor|Koridor I]], pengangkutan massal dikembangkan ke koridor-koridor berikutnya. Ia juga mencetuskan mengembangkan sisten transportasi kota modern juga segera melibatkan ''[[subway]]'' dan [[monorel]]. 

Keberadaan ''Busway'' yang semula ditentang beberapa pihak terutamanya pengguna kendaraan pribadi karena mengurangi satu jalur jalan. Selain itu, pembangunan halte-halte ''Busway'' juga mengakibatkan sebagian pepohonan yang berada di pembatas jalan ditebang. Di lain pihak, ''Busway'' disambut baik penggunanya karena dianggap lebih nyaman dari angkutan umum sejenis lainnya. Bukan hanya sebagai sarana transportasi perkotaan modern untuk [[angkutan massal]], tetapi juga dapat berfungsi sebagai bus [[pariwisata]] kota. ''Busway'' yang melewati [[Koridor|Koridor II]] menempuh berbagai fasilitas pemerintah pusat terutama sisi barat Kompleks Sekretariat Negara, Jalan MH Thamrin, Monumen Nasional, Kantor Pemerintah DKI Jakarta, bekas Kantor Wakil Presiden Indonesia, Kedutaan Besar Amerika Serikat, dan Stasiun Gambir.

Peluncuran [[Koridor|Koridor II]] yang dilakukan pada [[15 Januari]] [[2006]] bersamaan dengan [[Koridor|Koridor III]] dengan rute [[Harmoni|Kawasan Harmoni]] hingga [[Terimal Kalideres]] ([[Jakarta Barat]]). Koridor II sendiri menempuh rute [[Terminal Pulo Gadung]] hingga [[Harmoni|Kawasan Hamorni]] ([[Jakarta Pusat]]). 

Mulai [[4 Februari]] [[2006]], ia melarang siapapun yang berada di wilayah DKI merokok di sembarang tempat. Larangan merokok dilakukan di tempat-tempat umum, seperti [[halte]], [[terminal]], ''[[mall]]'', perkantoran dan lain sebagainya. Meskipun program ini telah diefektifkan sejak [[6 April]] [[2006]] ternyata masih saja banyak orang yang tidak mengindahkan larang merokok di sembarang tempat itu. Pengawasan yang kurang cermat dan tindakan yang tidak tegas dari aparat serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya merokok menyebabkan peraturan pemerintah menjadi terhambat untuk direalisasikan.

Pada [[22 Desember]] [[2006]], ia mencoba jalur ''Busway'' [[Koridor|Koridor IV-VII]] yang pengoperasiannya dilaksanakan pada [[27 Januari]] [[2007]].

Setelah merealisasikan pelebaran [[Jalan MH Thamrin]], ia menerapkan pemberlakuan [[Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1993]] terutama Pasal 51 ayat 1 tentang peraturan kendaraan bermotor melaju di sebelah kiri. Penertiban pengendara motor harus di jalur kiri diberlakukan sejak [[8 Januari]] [[2007]] di ruas [[Jalan Gatot Subroto]] hingga [[Cawang|kawasan Cawang]], [[Jalan DI Panjaitan]], [[Jalan MT Haryono]], [[Jalan S Parman]], [[Jalan Perintis Kemerdekaan]], dan [[Jalan Letjen Suprapto]]. Selain di kawasan itu, pemberlakukan sepeda motor melaju di sebelah kiri juga ditetapkan di [[Jalan Margoda]] ([[Depok]]), [[Jalan Sudirman]] ([[Tangerang]]), dan [[Jalan Ahmad Yani]] ([[Bekasi]]).

Saksi tilang bagi pengendara sepeda motor yang melaju di lajur tengah dan kanan mulai diterapkan semenjak itu juga. Dasar wajib lajur kiri bagi pengendara sepeda motor adalah Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu lintas Jalan. Dalam Bab VIII Pasal 51 ayat 1 dijelaskan tata cara berlalu lintas di jalan adalah mengambil lajur sebelah kiri. Selain, karena masa ujicoba selama 13 hari sejak Desember 2006 yang dapat menurunkan jumlah kasus kecelakaan hingga 30,7 persen. 

Pada [[9 Januari]] [[2007]] ditemukan sebanyak 952 pengendara sepeda motor ditilang dan harus membayar denda Rp 20.000,- hingga Rp 40.000,- berdasarkan keputusan sidang di tempat kejadian, karena terbukti melanggar batas lajur kiri. Jumlah total sejak [[8 Januari]] [[2007]] tidak kurang 2923 orang. 

Selain pelarangan pengendara sepeda motor melintas di kawasan Sudirman dan Jalan Thamrin, jumlah sepeda motor juga direncanakan dibatasi di Jakarta. 

Pada [[27 Januari]] [[2007]], ia meluncurkan armada Transjakarta untuk Koridor IV, V, VI, dan VII. Acara peluncuran yang dipusatkan di [[Taman Impian Jaya Ancol|Komplek Taman Impian Jaya Ancol]] dihadiri pejabat-pejabat negara dari pusat maupun daerah. Iringan-iringan rombongan yang terdiri beberapa walikota se-Jakarta, beberapa artis, dan beberapa gubernur di [[Indonesia]]. Sebuah armada Koridor V sempat terhalang separator di perempatan Jalan Matraman Raya untuk beberapa saat ketika pengemudi yang baru tidak tepat mengarahkan kemudinya menyururi jalan yang sedianya khusus diperuntukkan ''busway''. Masyarakat tampak antusias menyambut kehadiran armada baru ini.

Pada [[17 Januari]] [[2007]], ia mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 5 Tahun 2007 tentang peniadaan semua ternak [[unggas]] di permukiman. Ia memberi batas waktu bagi warga Jakarta untuk menyingkirkan unggas dari lingkungan tempat tinggal pada [[31 Januari]] [[2007]]. Pada [[1 Februari]] 2007, ia berkeliling ke sejumlah wilayah untuk memastikan tidak ada lagi unggas yang dipelihara secara liar. Ia meminta kepada warga masyarakat dapat memberikan informasi kepada petugas jika tetangganya masih ada yang memelihara unggas yang dilarang menurut Peraturan Gubernur No 15/2007, yaitu ayam, itik, entok, bebek, angsa, burung dara, dan burung puyuh. Sampai pada 31 Januari 2007 sudah lebih dari 100.000 unggas di permukiman dimusnahkan oleh warga dan petugas. Sedang, pemberian sertifikat telah diserahkan kepada lebih dari 80 persen pemilik unggas hias dan berkicau. Proses sertifikasi unggas berlanjut hingga akhir Februari 2007.

Hingga masa jabatannya berakhir, janji beliau untuk mengurangi kemacetan dan banjir di Jakarta tidak dapat dipenuhi. Hal ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi gubernur Jakarta selanjutnya.

== Pusat layanan masyarakat ==
Pada [[2 Maret]] [[2007]], ia membuka pusat layanan pesan singkat (SMS) untuk menampung berbagai keluhan warga Jakarta. SMS Center dikelola Biro Humas dan Protokol Pemprov DKI dijadikan bahan bagi gubernur dalam memperbaiki layanan publik dan kinerja aparat pemerintah di bawahnya. Pusat layanan bersifat satu arah, sehingga pesan singkat yang dikirimkan seorang warga tidak akan dibalas. Nomor pusat layanan itu adalah 0811-983899.

== Insiden Sydney ==
Pada [[29 Mei]] [[2007]], ia didatangi polisi [[New South Wales]] di kamar hotelnya dan diminta untuk menghadiri sidang terkait dengan [[Peristiwa Balibo 1975|kasus]] terbunuhnya lima wartawan asing di [[Balibo]], [[Timor Timur]] pada tahun 1975. Dua polisi federal, yaitu Sersan Steve Thomas dan detektif senior Constable Scrzvens menerobos masuk ke kamar hotel tempatnya menginap di Hotel Shangri-La, [[Sydney]]. 

Atas insiden itu, Sutiyoso menuntut Pemerintah Australia memberikan klarifikasi dan meminta maaf atas pelecehan yang dilakukan polisi federal Australia. Sikap polisi yang menerobos masuk ke dalam kamar hotel tempatnya menginap dan memaksananya menandatangani surat panggilan dinilai tidak senonoh. Apalagi, ia berada di Australia sebagai pejabat negara resmi atas undangan resmi.

Pada [[31 Mei]] [[2007]], Duta Besar Australia untuk Indonesia, [[Bill Farmer]], menyampaikan surat permintaan maaf dari Perdana Menteri Negara Bagian New South Wales (NSW), [[Morris Iemma]].

== Penghargaan ==
Pada [[15 Desember]] [[2006]], ia menerima penghargaan ''2006 Asian Air Quality Management Champion Award'' dari ''Clear Air Initiative for Asian Cities'' (CAI) bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dan [[Yogyakarta|Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta]] atas prestasinya untuk Gagasan pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) terbesar di Asia melalui Busway Penerbitan Perda No.2 tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Gelar pahlawan pengelolaan kualitas udara di [[Asia]] diberikan dengan pertimbangan berhasil dalam mengembangkan akuntan umum [[TransJakarta]] (''busway'') yang mengurangi emisi gas kendaraan bermotor di [[Jakarta]]. Pembentukan fasilitas umum [[busway]] meniru sistem ''Bus Rapid Transportation'' (BRT) di [[Bogota]] ([[Kolombia]]) dan menjadi satu-satunya provinsi di [[Indonesia]] yang mempunyai Peraturan Daerah tentang Pengendalian Pencemaran Udara (Perda No 2/2005).

Penghargaan serupa diberikan kepada [[Departemen Lingkungan Hidup Thailand|Direktur Jenderal Pengendalian Polusi Departemen Lingkungan Hidup Thailand]] [[Supat Wangsongwatana]], pengamat senior Lingkungan Hidup Badan Kerjasama Pembangunan Internasional Swedia [[Sara Stenhammar]], dan seorang hakim di [[Lahore]] ([[Pakistan]]) [[Hamid Ali Shah]].

== Lain-lain ==
* Ketua Umum PB [[Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia|PBSI]] (2004-2008)
* Mendanai pertandingan Kejuaraan Tinju Dunia kelas bulu versi [[WBA]] antara [[Chris John]] vs [[Renan Acosta]] di Jakarta tahun 2006.

== Lihat pula ==
* [[Wakil Gubernur Jakarta]]
* [[Daftar gubernur di Indonesia]]

== Pranala luar ==
* {{id}} [http://www.tokoh-indonesia.com/ensiklopedi/s/sutiyoso/biografi/biografi.shtml Profil di Tokoh Indonesia]
* {{id}} '''[http://www.bangyos.net www.bangyos.net]'''
* {{id}} [http://www.pemiluindonesia.com/profile/letjen-tni-purn-dr-hc-h-sutiyoso-sh.html Profile Sutiyoso di pemiluindonesia.com]
* {{id}} [http://www.tokohindonesia.com/tokoh/article/282-ensiklopedi/337-sutiyoso Ensiklopedi Tokoh Indonesia]

== Referensi ==
{{reflist}}

{{kotak mulai}}
{{s-gov}}
{{kotak suksesi|jabatan=[[Gubernur Jakarta]]|tahun=[[1997]] – [[2000]]|pendahulu=[[Soerjadi Soedirdja]]|pengganti=[[Sutiyoso]] (Periode II)}}
{{kotak suksesi|jabatan=[[Gubernur Jakarta]]|tahun=[[2000]] – [[2007]]|pendahulu=[[Sutiyoso]] (Periode I)|pengganti=[[Fauzi Bowo]]}}
{{kotak selesai}}

[[Kategori:Gubernur Jakarta]]
[[Kategori:Tokoh tinju Indonesia]]
[[Kategori:Politikus Indonesia]]
[[Kategori:Tokoh dari Semarang]]
[[Kategori:Tokoh Jawa Tengah]]
[[Kategori:Tokoh Jawa]]

[[id:Sutiyoso]]
[[en:Sutiyoso]]
[[jv:Sutiyoso]]