Difference between revisions 3359319 and 3986377 on mswiki

{{Dati2
| nama=Kabupaten Tanah Bumbu
| propinsi=  [[Kalimantan Selatan]]
| ibukota=  [[Batulicin, Tanah Bumbu|Batulicin]]
| luas= 5.066,96 km²
| penduduk= 226.208 jiwaorang (2008)<ref>[http://kalsel.bps.go.id/?set=viewDataDetail&flag_template2=1&id_sektor=13&id=177 BPS Provinsi Kalimantan Selatan - Penduduk menurut Kabupaten/Kota Tahun 2008]</ref>
| kepadatan= 36,39
| kecamatan=10
| kelurahan=
| kodearea=
| dau=Rp. -
| lambang=  [[Faile:Lambang_  Kabupaten_  Tanah_  Bumbu2.gif.jpg|150px]]
| peta= [[Fail:Lokasi Kalimantan Selatan Kabupaten Tanah Bumbu.svg‎|300px]]
| koordinat= 2,52' - 3,47' LS dan 115,15' - 116,04' BT
| dasar hukum=
| tanggal=
| motto= Bersujud
| kepala daerah=[[Bupati]]
| nama kepala daerah=[[Mardani H. Maming]]
| web=http://www.tanahbumbukab.go.id/
}}
'''Kabupaten Tanah Bumbu''' merupakan [[Daerah Tingkat II]] di [[provinsi]] [[Kalimantan Selatan]], [[Indonesia]]. [[Ibu  kota]] [[kabupaten]] ini terletak di [[Batulicin, Tanah Bumbu|Batulicin]]. <!--Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.066,96 km² dan jumlah penduduk sebanyak 184.006 jiwa (2000).

== Sejarah ==
Pada masa kolonial Hindia Belanda, wilayah Kabupaten Tanah Bumbu terdiri atas 5 daerah : Kerajaan [[Batoe Litjin]], [[Kerajaan Kusan]], [[Kerajaan Pagatan]], Kerajaan [[Sabamban]] dan [[Distrik Satui]] (bagian dari [[Afdeeling Tanah Laoet]])
* Sejak dahulu kala wilayah tenggara pulau Kalimantan bukanlah daerah tidak bertuan karena daerah ini juga sudah dihuni oleh penduduk asli Kalimantan. Di daerah Cantung terdapat sebuah yoni yang menunjukkan adanya pengaruh agama Hindu memasuki wilayah ini. Sebelum terjadinya migrasi suku Bugis ke wilayah ini, menurut Hikayat Banjar yang bab terakhirnya ditulis tahun [[1663]], seluruh wilayah tenggara Kalimantan menjadi bagian dari Kerajaan Pasir dibawah pemerintahan Aji Tunggul sebagai bawahan Sultan Banjar IV Mustain-Bilah/Marhum Panembahan. Belakangan Sultan Banjar mengambil wilayah Kalimantan Tenggara untuk diperintah keturunannya dengan nama Kerajaan Tanah Bumbu.
* Dalam Hikayat Banjar menyebutkan bahwa pada pertengahan abad ke-17 Sultan Makassar meminjam tanah untuk berdagang yang kelak dikenal sebagai Kerajaan Tanah Bumbu dan Kalimantan Timur kepada Sultan Banjar IV Mustain Billah, pada waktu Kiai Martasura diutus ke Makassar dan mengadakan perjanjian dengan I Mangadacinna Daeng Sitaba Karaeng Pattingalloang yaitu Sultan Tallo yang menjabat mangkubumi bagi Sultan Malikussaid Raja Gowa tahun 1638-1654 yang akan menjadikan wilayah tenggara dan timur Kalimantan sebagai tempat berdagang bagi Kesultanan Makassar (Gowa-Tallo)<ref name="hikayat banjar">{{ms}}[[Johannes Jacobus Ras]], [[Hikayat Banjar]] halaman 350, diterjemahkan oleh Siti Hawa Salleh, Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka, Lot 1037, Mukim Perindustrian PKNS - Ampang/Hulu Kelang - [[Selangor]] Darul Ehsan, [[Malaysia]] [[1990]].</ref>, dengan demikian mulai berdatanganlah suku-suku dari Sulawesi dengan bukti adanya makam Islam tertua dari seorang putri dari suku Mandar yang bernama Nyai Galih. 
* [[1660]]-[[1700]], atas permintaan suku Dayak setempat dalam rangka mengamankan wilayah dan antisipasi banyaknya pendatang dari luar maka Pangeran Dipati Tuha (Raden Basus) putera Sultan Saidullah ditunjuk sebagai raja membawahi wilayah antara Tanjung Silat sampai Tanjung Aru yang dinamakan Kerajaan Tanah Bumbu dengan pusat pemerintahan di daerah Pamukan. Pangeran Dipati Tuha digantikan puteranya Pangeran Mangu dan seorang putera lainnya Pangeran Citra menjadi sultan negeri Kelua. Pangeran Mangu (1700-1740) digantikan putrinya yaitu Ratu Mas. Ratu Mas (1740-1780) menikahi dengan Daeng Malewa yang bergelar Pangeran Dipati; pasangan ini beranak Ratu Intan I, Pangeran Prabu dan Pangeran Layah<ref>[http://www.guide2womenleaders.com/indonesia_substates.htm Ratu Mas dari Tanah Bumbu ]</ref> 
* [[1733]] : Puana Dekke miminjam tanah di wilayah Tanah Kusan kepada Sultan Tamjidullah I yang kelak dinamakan Pagatan.
* [[1775]] : [[La Pangewa]]/Hasan Pangawa?/Panggawa Tatieop?, selaku pemimpin [[orang Bugis-Pagatan]] direstui Adji Djawa? penguasa kerajaan Bangkalaan/keturunan Pangeran Dipati Tuha-Raja Tanah Bumbu untuk menggantikan Puana Dekke dan kemudian ia juga direstui oleh Sultan [[Tahmidullah II]] sebagai raja pertama [[Kerajaan Pagatan]], setelah menggempur Pangeran Amir ([[Raja Kusan]] I) yang menyingkir hingga ke [[Kuala Biaju]] untuk meminta bantuan suku Dayak dan Bakumpai.
* [[1780]] : Kerajaan Tanah Bumbu dipecah menjadi wilayah utara menjadi kerajaan Bangkalaan yang dipimpin Pangeran Prabu bergelar Sultan Sepuh, dan wilayah selatan di bawah Ratu Intan I yang dikenal sebagai Ratu Cantung dan Batulicin. Ratu Intan I menikahi Sultan Anom dari Pasir berputra Pangeran Haji Muhammad/Maj Pangeran, Andin Kedot, Andin Girok, dan Andin Proah. Pangeran Layah beranak Gusti Cita dan Gusti Tahora. Kelak penguasa utama daerah-daerah ini dibawah keturunan dari Pangeran Dipati Tuha.
* [[1785]] : [[Pangeran Amir]] seorang keturunan dinasti Sultan Kuning dibantu [[Arung Tarawe]] menyerang Tabaneo dengan pasukan 3000 orang Bugis-Paser berkekuatan 60 buah perahu untuk menuntut [[tahta]] [[Kesultanan Banjar]] dari [[Tahmidullah II]].
* [[14 Mei]] [[1787]] : [[Pangeran Amir]] (kakeknya [[Pangeran Antasari]]) ditangkap Kompeni Belanda, kemudian diasingkan ke [[Srilangka]]. 
* [[13 Agustus]] [[1787]] : Sultan [[Tahmidullah II dari Banjar]] menyerahkan kedaulatan [[Kesultanan Banjar]] kepada [[VOC]] menjadi daerah protektorat dengan Akte Penyerahan di depan Residen Walbeck, setelah VOC berhasil menyingkirkan Pangeran Amir, rivalnya dalam perebutan tahta. Sebagian besar [[Kalimantan]] menjadi [[properti]] [[perusahaan]] VOC.
* [[1788]] : [[Sultan Dipati Anom Alamsyah]] menjadi [[Sultan Pasir]] III sampai tahun [[1799]]. Sultan ini menikahi [[Ratu Intan I]] yaitu Ratu dari [[Tjangtoeng]] dan [[Batoe Litjin]]. 
* [[1789]] : Kedaulatan atas daerah Pasir dan Pulau Laut diserahkan VOC kembali kepada Sultan Banjar, [[Tahmidullah II]].
* [[1826]] : [[4 Mei]] [[1826]] (26 Ramadhan 1241 H) Sultan Banjar (Sultan Adam al-Watsiq Billah), menyerahkan wilayah tenggara dan timur Kalimantan beserta daerah lainnya kepada pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

== Geografis ==
Secara geografis Kabupaten Tanah Bumbu terletak di antara: 2°52’ – 3°47’ Lintang Selatan dan 115°15’ – 116°04’ Bujur Timur.
Kabupaten Tanah Bumbu adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan yang terletak persis di ujung tenggara Pulau Kalimantan, memiliki luas wilayah sebesar 5.066,96 km2 (506.696 Ha) atau 13,50 persen dari total luas Provinsi Kalimantan Selatan.<ref>[http://tanahbumbukab.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=5&Itemid=6 Pemkab Tanah Bumbu] Diakses : 14 Oktober 2009.</ref>

Batas wilayah Kabupaten Tanah Bumbu adalah :
{{batas_USBT
|utara=[[Kabupaten Kotabaru]] dan [[Kabupaten Hulu Sungai Tengah]] 
|barat=[[Kabupaten Tanah Laut]] dan [[Kabupaten Banjar]] 
|timur=[[Kabupaten Kotabaru]] 
|selatan=[[Laut Jawa]]
}}-->

== Kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu ==
Saat ini [[Kabupaten Tanah Bumbu]] memiliki 10 kecamatan, diantaranyayaitu :
# [[Angsana, Tanah Bumbu]]
# [[Batulicin, Tanah Bumbu]]
# [[Kuranji, Tanah Bumbu]]
# [[Kusan Hilir, Tanah Bumbu]]
# [[Kusan Hulu, Tanah Bumbu]]
# [[Mentewe, Tanah Bumbu]]
# [[Satui, Tanah Bumbu]]
# [[Simpang Empat, Tanah Bumbu]]
# [[Sungai Loban, Tanah Bumbu]]
# [[Karang Bintang, Tanah Bumbu]]

== Suku Bangsa ==

# [[Suku Banjar]]
# [[Suku Dayak Bukit]]
# [[Suku Bugis]]
# [[Suku Mandar]]
# [[Suku Jawa]]
# [[Suku Bali]]
# [[Suku Sunda]]
# [[Orang Cina Indonesia|Suku Cina-Indonesia]]

<!--== Lagu Daerah ==

Lagu daerah dari kabupaten ini antara lain adalah [[b:Tanah Bumbu/Lagu|Tanah Bumbu]], [[b:Mahadang Ading|Mahadang Ading]] dan [[b:Baikat Janji|Baikat Janji]].-->

== Rujukan ==
{{reflist}}

== Pautan luar ==

* [http://www.tanahbumbukab.go.id/ Situs web resmi]
* http://books.google.co.id/books?id=rfgeAAAAMAAJ&q=Adapun&dq=pangeran+maj+musa&source=gbs_word_cloud_r&cad=3
* http://books.google.co.id/books?pg=PA344&dq=pangeran+praboe+tanah+boemboe&lr=&id=exRJAAAAMAAJ#v=onepage&q=pangeran%20praboe%20tanah%20boemboe&f=false
* http://books.google.co.id/books?id=exRJAAAAMAAJ&dq=pangeran%20praboe%20tanah%20boemboe&lr=&pg=PA344#v=onepage&q=pangeran%20praboe%20tanah%20boemboe&f=false
* http://archive.is/20120726092414/arizali47.wordpress.com/2009/06/24/70/
{{Kabupaten Tanah Bumbu}}
{{Kalimantan Selatan}}
{{Indo-geo-stub}}

[[Kategori:Kabupaten di Kalimantan Selatan|Tanah Bumbu]]
[[Kategori:Kabupaten di Indonesia|Tanah Bumbu]]
[[Kategori:Kabupaten Tanah Bumbu| ]]