Difference between revisions 5060055 and 5060057 on mswiki{{Dati2 | nama=Kabupaten Kotabaru<br />كابوڤاتين كوتابارو | propinsi=[[Kalimantan Selatan]] | ibukota=[[Kotabaru]] | luas=13.044,5 km² | penduduk=276.574 jiwa ([[2008]])<ref>[http://kalsel.bps.go.id/?set=viewDataDetail&flag_template2=1&id_sektor=13&id=177 BPS Provinsi Kalimantan Selatan - Penduduk menurut Kabupaten/Kota Tahun 2008]</ref> | kepadatan=18,55 | kecamatan=20 | kelurahan=195 | kodearea=0518 | apbd = | lambang= [[Fail:Lambang Kabupaten Kotabaru.png|120px|Lambang Kabupaten Kotabaru]] | peta= [[Fail:Lokasi Kalimantan Selatan Kabupaten Kotabaru.svg|300px]] | koordinat=114°19'13" - 116°33'28" [[Bujur Timur|BT]]{{br}}101°21'49" - 04°10'14" [[Lintang Selatan|LS]] | dasar hukum = | tanggal = | motto='''Sa-ijaan'''{{br}}<small>''artinya:''Semufakat, satu hati dan se-iya sekata</small> | kepala daerah=[[Bupati]] | nama kepala daerah=[[Irhami Ridjani]] | web=http://www.kotabarukab.go.id/ }} '''Kabupaten Kotabaru''' merupakan sebuah [[Daerah Tingkat II]] di [[provinsi]] [[Kalimantan Selatan]], [[Indonesia]]. [[Ibu kota]] [[kabupaten]] ini terletak di Kota [[Kotabaru]]. <!--Kabupaten ini merupakan salah satu kabupaten pertama dalam provinsi Kalimantan dahulu. Dan di masa Hindia Belanda merupakan Afdeeling Pasir en de Tanah Boemboe dengan ibukota Kota Baru. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 13.044,5 km² dan berpenduduk sebanyak 241.959 jiwa BPS [[2004]] dengan nelayan laut sebanyak 15.961 jiwa. Motto: "Sa-ijaan" (bahasa Banjar). == Arti Lambang Daerah Kabupaten Kotabaru == * Lambang daerah berbentuk perisai segi lima, melambangkan ketuhanan dan pertahanan rakyat. * Lima buah sudut pada perisai melambangkan kelima sila dari pancasila. * Sisi atas berbentuk busur, gambaran dinamika dan stamina rakyat. * Sisi samping berbentuk tegak lurus , menggambarkan sifat gotong royong, kejujuran dan keadilan. * Sisi bawah perisai berbentuk lancip, menggambarkan suatu tujuan untuk membina masyarakat adil dan makmur. * Garis tebal berwarna kuning emas pada sisi dalam sekeliling perisai, melambangkan persatuan rakyat. * Dasar perisai berwarna merah, menggambarkan sifat keberanian. * Garis kuning tebal yang membagi dua lukisan bagian atas dan bawah, menggambarkan bidang agraris pertanian (padi). * Ikan todak, menggambarkan hasil tradisianal dari sektor prikanan kelautan. * Lautan dengan garis gelombang, menggambarkan panorama alam dan gelora semangat rakyat. == Letak Wilayah == Letak Kotabaru pada 01°21'49" sampai dengan 04°10'14" Lintang Selatan dan 114°19'13" sampai dengan 116°33'28" Bujur Timur Letak Kotabaru di sebelah timur laut [[provinsi]] [[Kalimantan Selatan]] yaitu: {{Batas USBT | utara=[[Kabupaten Pasir]], [[Kalimantan Timur]] | selatan=[[Kabupaten Tanah Bumbu]] dan [[Laut Jawa]] | barat=[[Kabupaten Balangan]], [[Kabupaten Hulu Sungai Tengah|Hulu Sungai Tengah]], [[Kabupaten Banjar|Banjar]] dan [[Kabupaten Tanah Laut|Tanah Laut]] | timur=[[Selat Makassar]] }} == Suku Bangsa == * [[Suku Banjar]] * [[Suku Dayak Bukit]] * [[Suku Dayak Maanyan|Suku Dayak Samihim]] * [[Suku Mandar]] * [[bahasa Sama-Bajau|Suku Bajau]] * [[Suku Bugis]] * [[Suku Jawa]] * [[Suku Tionghoa-Indonesia]] --> == Kepulauan == [[FAil:Gunung-jambangan.jpg|thumb|right|200px|Panorama [[Gunung Jambangan]].]] Kotabaru memiliki beberapa 90 [[pulau kecil]], 31 di antaranya belum bernama. Kecamatan Kelumpang Tengah memiliki 21 pulau kecil, Kecamatan Pulau Sebuku memiliki 10 pulau kecil, Kecamatan Pulau Laut Selatan memiliki 23 pulau kecil, dan lain-lain. Pulau-pulau di Kotabaru di antaranya: # [[Kepulauan Laut Kecil]] # [[Kepulauan Sam (kota)|Kotabaru]] | luas=9442.46 | penduduk=289.523 jiwa<ref>[https://kotabarukab.bps.go.id/index.php/publikasi/1170/"Kabupaten Kotabaru Dalam Angka 2016"]</ref> | penduduktahun= (2015) | kepadatan=31 | kecamatan=22 | kelurahan=195 | kodearea=0518 | bandar udara= [[Bandar Udara Stagen|Bandar Udara Gusti Syamsir Alam]] | apbd = | lambang= [[File:Lambang Kabupaten Kotabaru.png|120px]] | peta= [[File:Lokasi Kalimantan Selatan Kabupaten Kotabaru.svg|250px]] | koordinat=114°19'13" - 116°33'28" [[Bujur Timur|BT]]{{br}}101°21'49" - 04°10'14" [[Lintang Selatan|LS]] | dasar hukum = | tanggal = | motto='''Sa-ijaan'''{{br}}<small>''artinya:''Semufakat, satu hati dan se-iya sekata</small> | kepala daerah=[[Bupati]] | nama kepala daerah=H. [[Sayed Jafar Alaydrus]], S.H. | web=http://www.kotabarukab.go.id/ | dau = Rp. 564.592.305.000.- | dauref = (2013)<ref>{{cite web|url=http://www.djpk.depkeu.go.id/regulation/27/tahun/2013/bulan/02/tanggal/04/id/873/|title=Perpres No. 10 Tahun 2013|date=2013-02-04|accessdate=2013-02-15|archive-date=2013-02-14|archive-url=https://web.archive.org/web/20130214064515/http://www.djpk.depkeu.go.id/regulation/27/tahun/2013/bulan/02/tanggal/04/id/873|dead-url=yes}}</ref> }} '''Kabupaten Kotabaru''' adalah salah satu [[kabupaten]] di Provinsi [[Kalimantan Selatan]], [[Indonesia]]. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota [[Kotabaru (kota)|Kotabaru]] yang terletak di [[Pulau Laut]]. Kabupaten ini merupakan salah satu kabupaten pertama dalam provinsi Kalimantan dahulu. Dan pada masa Hindia Belanda merupakan Afdeeling Pasir en de Tanah Boemboe dengan ibu kota Kota Baru. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 9.442,46 km² dan berpenduduk sebanyak 290.142 jiwa (hasil [[Sensus Penduduk Indonesia 2010]]) dengan nelayan laut sebanyak 15.961 jiwa. Motto daerah ini adalah "Sa-ijaan" (bahasa Banjar) yang memiliki arti: ''Semufakat, satu hati dan se-iya sekata''. == Geografi == Letak Kotabaru pada 01°21'49" sampai dengan 04°10'14" Lintang Selatan dan 114°19'13" sampai dengan 116°33'28" Bujur Timur. Letak Kotabaru di sebelah timur laut [[Provinsi]] [[Kalimantan Selatan]]: === Batas Wilayah === Batas wilayah kabupaten Kotabaru antara lain; {{Batas USBT |utara = [[Kabupaten Paser]], [[Kalimantan Timur]] |selatan = [[Kabupaten Tanah Bumbu]] dan [[Laut Jawa]] |barat = [[Kabupaten Balangan]], [[Kabupaten Hulu Sungai Tengah|Hulu Sungai Tengah]], [[Kabupaten Banjar|Banjar]] dan [[Kabupaten Tanah Laut|Tanah Laut]] |timur = [[Selat Makasar]] }} [[Fail:Kotabaru.jpg|thumb|Kotabaru dilihat dari Selat Laut]] === Kepulauan === [[Fail:Langkawi (Gunung Manchinchang).jpg|thumb|200x200px|Panorama [[:id:Gunung_Jambangan|Gunung Jambangan]].]] Kabupaten Kotabaru memiliki sekitar 110 [[pulau kecil]], 31 di antaranya belum bernama. Kecamatan [[Kelumpang Tengah, Kotabaru|Kelumpang Tengah]] memiliki [[Fail:Pulau Aur (Kalimantan Selatan).jpg|thumb|Pulau Aur (Kalimantan Selatan)]] 21 pulau kecil, Kecamatan [[Pulau Sebuku]] memiliki 10 pulau kecil, Kecamatan [[Pulau Laut Selatan, Kotabaru|Pulau Laut Selatan]] memiliki 23 pulau kecil dan lain-lain. Pulau-pulau di Kotabaru di antaranya adalah: {{col-css3-begin|2}} # [[Kepulauan Laut Kecil]] # [[Kepulauan Samber Gelap]] # [[Pulau Laut]] # [[Pulau Sebuku]] # [[Pulau Kerayaan]] # [[Pulau Anak Kerayaan Kecil]] # [[Pulau Keraisian]] # [[Pulau Kerumputan]] # [[Pulau Serudung]] # [[Pulau Birah-birahan]] # [[Pulau Semut (Kalsel)]]]] (Kalimantan Selatan) # [[Pulau Kelambau]] di Desa [[Labuan Barat, Pulau Sembilan, Kotabaru]] # [[Pulau Manti]] # [[Pulau Manti Kecil]] # [[Pulau Keluang]] # [[Pulau Perdamaian Besar]] # [[Pulau Perdamaian Kecil]] # [[Pulau Haur]] # [[Pulau Samer Gelap]] # [[Pulau Nangka]] # [[Pulau Nangka Kecil]] # [[Pulau Tabuan]] # [[Pulau Tanah Merah]] # [[Pulau Lari Larian]]<!--, berjarak 60 mil dari pulau Sebuku dan 80 mil dari Sulawesi Barat, karena itu pulau ini sempat diklaim Sulawesi Barat. Lagu daerah dari kabupaten Kotabaru adalah [[:b:Paris Barantai|Paris Barantai,kotabaru gunungnya bamega]] Upacara adat di Kabupaten Kota Baru: * [[Pawanangan]], upacara suku [[Dayak Dusun]] di [[Sungai Durian, Kotabaru]] * [[Papande Wanua]]/[[Papande Sasi]], upacara [[suku Mandar]] di [[pulau Kerayaan]] * [[Leut]], upacara [[suku Bajau]] di [[Pulau Laut Utara, Kotabaru]] == Peta Kabupaten Kotabaru == [[Berkas:Petaadm-kotabaru.jpg|right|195px]] Keterangan Nama-Nama Kecamatan (sesuai dengan daftar dan nomor peta) :⏎ Aur (Kalimantan Selatan)|Pulau Aur]] # [[Pulau Samber Gelap]] # [[Pulau Nangka Besar]] # [[Pulau Nangka Kecil]] # [[Pulau Tabuan]] # [[Pulau Tanah Merah]] # [[Pulau Tampakan]] # [[Pulau Suwangi]] # [[Pulau Anak Suwangi]] # [[Pulau Pentuan]] # [[Pulau Kunyit]] # [[Pulau Sembilan, Kotabaru]] #* [[Pulau Denawang]] #* [[Pulau Marabatua]] #* [[Pulau Payongpayongan]] #* [[Maradapan, Pulau Sembilan, Kotabaru|Maradapan]] #* [[Matasirih]] #* [[Pemalikan]] #* [[Labuan Barat]], #* [[Kalambau]] #* [[Pulau Sarang]] # [[Pulau Batu Barat]] # [[Pulau Barat]] # [[Pulau Batu Utara]] # [[Pulau Tokong]] # [[Pulau Lari Larian]], berjarak 60 mil dari pulau Sebuku dan 80 mil dari Sulawesi Barat, karena itu pulau ini sempat diklaim Sulawesi Barat. {{col-css3-end}} Tanjung yang terdapat di Kotabaru:<ref>{{id}} {{cite book|url=http://books.google.co.id/books?id=QtmeRZI7ejUC&lpg=PA94&dq=tanjung-selatan&pg=PA94#v=onepage&q=tanjung-selatan&f=false|title=Genius Senior|last=Songo|first=Edi|publisher=WahyuMedia|isbn=9797950921|pages=94}}ISBN 978-979-795-092-7</ref> # Tanjung Ayun # Tanjung Langadei # Tanjung Berlayar # Tanjung Batu # [[Tanjung Dewa, Panyipatan, Tanah Laut|Tanjung Dewa]] # Tanjung Pamukan # Tanjung Lolak # Tanjung Pengujan # [[Tanjung Kandanghaur|Tanjung Kandang Haur]] # Tanjung Urang # Tanjung Kemuning # Tanjung Pemancingan # Tanjung Kurang # Tanjung Alangalang # Tanjung Kapal Pecah # Tanjung Seloka # [[Tanjung Layar]] # Tanjung Kalidupan # Tanjung Karambu # Tanjung Semisir # Tanjung Kiwi # Tanjung Kunangkunang # Tanjung Serdang == Sejarah == Menurut Hikayat Banjar pada abad ke-17, daerah-daerah di tenggara Kalimantan yang takluk kepada kerajaan Banjar diantaranya [[Pamukan]] dan [[Pulau Laut|Laut Pulau]]. Pada masa pemerintahan Sultan Mustain Billah (Marhum Panembahan), ia menyuruh '''Kiai Martasura''' ke [[Makassar]]/Gowa untuk menjalin hubungan bilateral kedua negara pada masa Karaing Patigaloang/I Mangadacinna Daeng Sitaba Karaeng Pattingalloang Sultan Mahmud yaitu Raja Tallo yang menjabat mangkubumi bagi Sultan Malikussaid Raja Gowa 1638-1654, dimana Karaing Patigaloang telah memohon izin untuk meminjam kawasan Pasir (termasuk Kabupaten Kotabaru) kepada Marhum Panembahan sebagai tempat berdagang dan ia telah bersumpah apabila anak cucunya hendak menganiaya negeri Banjar maka akan dibinasakan Allah. Maka diberikanlah daerah-daerah yang ada di sepanjang kawasan tenggara dan timur pulau Kalimantan sebagai tempatnya berdagang. Peristiwa pada abad ke-17 ini menunjukkan pengakuan Makassar (Gowa-Tallo) mengenai kekuasaan Kesultanan Banjar terhadap daerah di sepanjang tenggara dan timur pulau Kalimantan. Pada masa itu Sultan Makassar lebih terfokus untuk menaklukkan kerajaan-kerajaan di kawasan timur Nusantara. Tetapi pada abad ke-18 Raja Bugis-Wajo, [[La Madukelleng]] sempat menawan daerah Kutai dan Pasir serta berupaya menyerang Banjarmasin. Kerajaaan Pamukan yang terletak di sungai Cengal merupakan pemukiman pertama di daerah ini yang didiami suku Dayak Samihim/Dusun Maanyan yang dihancurkan oleh serangan dari laut. Suku Dayak kemudian meminta Sultan Banjar untuk mengirim seorang Pangeran yang akan memimpin mereka di wilayah bekas kerajaan Pamukan. Pangeran Dipati Tuha bin Sultan Saidullah kemudian diutus ke daerah ini dan ia menetap di [[sungai Bumbu]] (anak [[sungai Sampanahan]]). Kerajaan ini kemudian dikenal sebagai kerajaan Tanah Bumbu yang wilayahnya meliputi Cengal, Sampanahan, Manunggul, Bangkalaan, Cantung, Buntar Laut, dan Batulicin.<ref name="tijdschrift">[http://books.google.co.id/books?id=exRJAAAAMAAJ&dq=pangeran%20praboe%20tanah%20boemboe&pg=PA339#v=onepage&q=pangeran%20praboe%20tanah%20boemboe&f=true Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, Lembaga Kebudajaan Indonesia, Tijdschrift voor Indische taal-, land-, en volkenkunde, Jilid 1, Lange & Co., 1853]</ref> Mr. J. C. M. Radermacher dalam ekspedisi tahun 1780 melaporkan seorang Pangeran yang berkuasa di Sampanahan.<ref>[http://books.google.co.id/books?id=fHhNAAAAYAAJ&dq=laut%20pulo&pg=RA1-PA97#v=onepage&q&f=true {{en}} The New American encyclopaedia: a popular dictionary of general knowledge, Volume 2, D. Appleton, 1865]</ref> Pangeran ini diidentifikasi sebagai Pangeran Prabu/Sultan Sepuh bin Daeng Malewa/Pangeran Dipati yang menguasai daerah Sampanahan, Bangkalaan, Manunggul dan Cengal. '''Raja Tanah Bumbu'''<ref>http://pl.wikipedia.org/wiki/W%C5%82adcy_Kalimantanu</ref> # [[Pangeran Dipati Tuha]] (1660-1700) - anak atau ipar Sultan Saidullah Raja Banjar. # Pangeran Mangu bin Pangeran Dipati Tuha (1700-1740) - saudara Pangeran Tjitra Sultan [[Kelua, Tabalong|Kelua]] # [[Ratu Mas]] binti Pangeran Mangu (1740-1780)<ref>[http://www.guide2womenleaders.com/indonesia_substates.htm Ratu Mas dari Tanah Bumbu ]</ref> # Kerajaan Tanah Bumbu berakhir karena wilayahnya dibagi menjadi wilayah kerajaan kecil sejak [[1780]] setelah mangkatnya Ratu Mas. Ratu Intan I anak Ratu Mas mewarisi daerah Cantung dan Batulicin, Pangeran Prabu mewarisi Sampanahan, Bangkalaan, Manunggul dan Cengal, sedangkan Pangeran Layah mewarisi daerah Buntar-Laut (Pamukan Selatan). '''Raja Bangkalaan'''<ref>Truhart P., Regents of Nations. Systematic Chronology of States and Their Political Representatives in Past and Present. A Biographical Reference Book, Part 3: Asia & Pacific Oceania, München 2003, s. 1245-1257, ISBN 3-598-21545-2.</ref> # Pangeran Prabu/Sultan Sepuh - anak tiri Ratu Mas (1780-1800), Raja Sampanahan, Bangkalaan, Manunggul dan Cengal. # Pangeran Nata bin Pangeran Prabu (1800-1820), Raja Sampanahan, Bangkalaan, Manunggul. # Pangeran Seria bergelar Ratu Agung bin Pangeran Prabu (1800-?) Raja Cengal # Gusti Ali bergelar Pangeran Mangku bin Pangeran Prabu (1800-?) Raja Sampanahan # Raja Gusti Besar binti Pangeran Prabu (1820-1830), Raja Cantung, Batulicin, Bangkalaan, Manunggul, Sampanahan, Cengal. Ratu Intan 1 menunjuk Gusti Moeso mengepalai daerah Cantung (Sub-Raja) dan menunjuk Gusti Kamir mengepalai daerah Bangkalaan (Sub-Raja). Pangeran Haji Muhammad mengepalai Sela Selilau (Batulicin) ## Gusti Kamir bergelar Pangeran Muda bin Pangeran Prabu (ditunjuk oleh Ratu Intan 1 sebagai Sub-Raja Bangkalaan 1830-1838) # Pangeran Haji Musa bin Pangeran Haji Muhammad (Raja Bangkalaan 1838-1840), merangkap Raja Batulicin (1832-1840), kemudian keturunannya: ## Pangeran Jaya Sumitra bin Pangeran Musa (Raja Pulau Laut) ## Pangeran Panji (Raja Batulicin) ## Pangeran Muhammad Nafis (Raja Kusan dan Batulicin) ## Pangeran Abdul Kadir Kasuma bin Pangeran Musa (Raja Kusan, Batulicin dan Pulau Laut, belakangan tahun 1861 daerah Kusan diserahkan kepada Raja Pagatan La Paliweng Arung Abdul Rahim) ## Pangeran Berangta Kasuma bin Pangeran Abdul Kadir Kasuma (Raja Pulau Laut), menikah dengan Putri Intan Jumantan binti Pangeran Kasuma Indra bin Pangeran Kassir) ## Pangeran Amir Husin Kasuma bin Pangeran Berangta Kasuma (Raja Pulau Laut) ## Pangeran Aminullah Kasuma bin Pangeran Amir Husin Kasuma(Raja Pulau Laut) ## Pangeran Abdurrahman Kasuma bin Pangeran Berangta Kasuma (Penjabat Raja Pulau Laut) # Raja Aji Jawa, putera Raja Gusti Besar, menjadi Raja Bangkalaan (1840-1841). Ia sebagai raja untuk 6 daerah sekaligus yaitu sebagai Raja Bangkalaan, Manunggul, Sampanahan, Cengal, Cantung, Buntar Laut. Belakangan Sampanahan diberikan kepada pamannya Gusti Ali bin Pangeran Prabu yang bergelar Pangeran Mangku Bumi. # Aji Tukul/Ratu Agung/Ratu Intan II binti Aji Jawi (1845), Raja Bangkalaan, Manunggul, dan Cengal. Sedangkan Raja Aji Mandura bin Aji Jawi sebagai Raja Cantung dan Buntar Laut. Pangeran Panji bin Pangeran Haji Musa yang menikah dengan Aji Landasan binti Aji Jawi mendapatkan daerah Batulicin. # Aji Pati/Pangeran Agung, suami Aji Tukul (1845-1846), Raja Bangkalaan, Manunggul, Cengal # Aji Samarang/Pangeran Muda Muhammad Arifillah bin Aji Pati (1846-1883), Raja Bangkalaan, Manunggul, dan Cengal. # Aji Mas Rawan/Raja Arga Kasuma bin Aji Samarang (1883-1905), Raja Bangkalaan, Manunggul, Cengal Pada tahun 1844, distrik-distrik dalam onderafdeeling van Tanah Boemboe yaitu Pagatan, Kusan, Batulicin, Cantung dengan Buntar Laut, Bangkalaan, Sampanahan, Manunggul dan Cengal. Pada waktu itu distrik Pulau Laut belum dibentuk. Tahun 1845, Pulau Laut dan Batulicin berada di bawah pemerintah Kusan.<ref>{{en}} (1853){{cite book|pages=|url=http://books.google.co.id/books?id=1PBAAAAAcAAJ&dq=tanah-koessan&pg=PA357#v=onepage&q&f=false|title=Tijdschrift voor Indische taal-, land- en volkenkunde|volume=1}}</ref> Cantung, Buntar Laut, Bangkalaan berada di Teluk [[Kelumpang]], sedangkan Sampanahan, Manunggul dan Cengal berada di Teluk [[Pamukan]] atau Cengal.<ref>{{nl}} (1853){{cite book|pages=354|url=http://books.google.co.id/books?id=j8kZAQAAIAAJ&dq=tanah-koessan&pg=RA1-PA354#v=onepage&q&f=false|title=Verhandelingen en Berigten Betrekkelijk het Zeewegen, Zeevaartkunde, de Hydrographie, de Koloniën|volume=13}}</ref> Wilayah kabupaten Kotabaru hari ini merupakan gabungan wilayah bekas distrik ([[swapraja]]) pada masa kolonial Hindia Belanda, yaitu [[Poelau Laoet]], [[Sampanahan]], [[Tjangtoeng]], [[Bangkalaan]], [[Tjingal]] dan [[Manoenggoel]].<ref>{{Cite web |url=http://www.indonesianhistory.info/map/borneozelfb1900.html?zoomview=1 |title=Native states (zelfbesturen) in Dutch Borneo, 1900 |access-date=2011-06-24 |archive-date=2011-12-11 |archive-url=https://web.archive.org/web/20111211070421/http://www.indonesianhistory.info/map/borneozelfb1900.html?zoomview=1 |dead-url=yes }}</ref> == Pemerintahan == === Daftar Bupati === {{utama|Senarai Bupati Kotabaru}} {| class="wikitable" style="text-align: center;" !No. !Foto !Nama !Awal Menjabat !Akhir Menjabat !Wakil Bupati !Keterangan !Ref. |- |1 | |M. Yamani |1950 |1951 | | | |- |2 | |Abdul Rasjid |1951 |1955 | | | |- |3 | |Ibrahim Sedar |1955 |1958 | | | |- |4 | |H. Abdul Muluk |1958 |1959 | | | |- |5 | |H. A. Hudari |1960 |1963 | | | |- |6 | |Basrindu |1963 |1969 | | | |- |7 | |H. Gusti Syamsir Alam |1969 |1980 | | | |- |8 | |N. Sutejo |1980 |1985 | | | |- |9 | |H. M.R. Husein |1985 |1990 | | | |- |10 | |Tata M. Anwar |1990 |1995 | | | |- |11 | |M.B.A. Bektam |1995 |2000 | | | |- | rowspan="2" |12 | rowspan="2" | | rowspan="2" |Drs. H. [[:id:Sjachrani_Mataja|Sjachrani Mataja]], M.B.A., M.M. |2000 |2005 |Akhmad Rizali |Periode pertama | |- |10 Agustus 2005 |2010 |Drs. Fatizanolo Saoiagö, B.A. |Periode kedua | |- |13 | |H. [[:id:Irhami_Ridjani|Irhami Ridjani]], S.Sos., M.Si. |2010 |2015 |[[:id:Rudy_Suryana|Rudy Suryana]], S.Sos., M.Pd. | | |- | | |Dr. Ir. H. Isra |13 Agustus 2015 |17 Februari 2016 | |Penjabat bupati |<ref>{{cite web|url=http://kalsel.antaranews.com/berita/29129/lima-penjabat-bupatiwali-kota-kalsel-dilantik|title=Lima Penjabat Bupati/Wali Kota Kalsel Dilantik|date=14 Agustus 2015|publisher=antaranews.com|accessdate=4 Desember 2016}}</ref> |- |14 | |H. [[:id:Sayed_Jafar_Al-Idrus|Sayed Jafar Al-Idrus]], S.H. |17 Februari 2016 |''sekarang'' |Ir. Burhanuddin | |<ref>{{cite web|url=http://www.borneonews.co.id/berita/28326-bupati-kotabaru-terpilih-dilantik-17-februari|title=Bupati Kotabaru Terpilih Dilantik 17 Februari|date=9 Februari 2016|publisher=borneonews.co.id|accessdate=4 Desember 2016}}</ref> |- | | |M. Syarifuddin |26 September 2020 |5 Desember 2020 | |Penjabat sementara (pjs.) bupati, menggantikan Bupati-Wabup Kotabaru definitif yang cuti pilkada |<ref>{{Cite web|url=https://riliskalimantan.com/2020/09/26/syarifuddin-jadi-pjs-bupati-kotabaru-bernhard-jadi-pjs-walikota-banjarbaru/|title=Syarifuddin Jadi Pjs Bupati Kotabaru, Bernhard Jadi Pjs Walikota Banjarbaru|last=|first=|date=26 September 2020|website=riliskalimantan.com|language=id-ID|access-date=27 September 2020}}</ref> |} === Dewan Perwakilan === {{utama|Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kotabaru}} {| class="wikitable" ! rowspan="2" |Parti Politik ! colspan="2" |Jumlah Kerusi dalam Tempoh |- !2014-2019<ref>[https://www.puskapol.ui.ac.id/wp-content/uploads/2015/06/KALSEL.jpg Perolehan Kursi DPRD Kotabaru 2014-2019]</ref> !2019-2024<ref>[https://kalsel.antaranews.com/berita/108645/pdip-kotabaru-raih-kursi-terbanyak Perolehan Kursi DPRD Kotabaru 2019-2024]</ref> |- |[[Fail:Pkbdiy.jpg|26x26px]] [[Partai Kebangkitan Bangsa|PKB]] | align="center" |3 | align="right" |{{increase}} 4 |- |[[Fail:Gerindra.jpg|25x25px]] [[Parti Gerakan Indonesia Raya|Gerindra]] | align="center" |2 | align="right" |{{steady}} 2 |- |[[Fail:Logo_PDIP.png|21x21px]] [[Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan|PDI Perjuangan]] | align="center" |4 | align="right" |{{increase}} 7 |- |[[Fail:GOLKAR_logo.png|21x21px]] [[Partai Golongan Karya|Golkar]] | align="center" |4 | align="right" |{{increase}} 5 |- |[[Fail:Partai_NasDem.svg|20x20px]] [[Partai NasDem|NasDem]] | align="center" |6 | align="right" |{{decrease}} 2 |- |[[Fail:PKS_logo_2020.png|28x28px]] [[Partai Keadilan Sejahtera|PKS]] | align="center" |4 | align="right" |{{decrease}} 2 |- |[[Fail:Partai Perindo ImgID1.png|23x23px]] [[Parti Persatuan Indonesia|Perindo]] | align="center" bgcolor="#C0C0C0" | | align="right" |{{font color|green|(baru)}} 1 |- |[[Fail:PPP_logo_2021.png|20x20px]] [[Partai Persatuan Pembangunan|PPP]] | align="center" |4 | align="right" |{{steady}} 4 |- |[[Fail:Logo_Partai_Amanat_Nasional.jpg|28x28px]] [[Partai Amanat Nasional|PAN]] | align="center" |2 | align="right" |{{increase}} 3 |- |[[Fail:HANURA.jpg|20x20px]] [[:id:Partai_Hanura|Hanura]] | align="center" |2 | align="right" |{{increase}} 3 |- |[[Fail:Logo_of_the_Democratic_Party_(Indonesia).svg|20x20px]] [[Partai Demokrat|Demokrat]] | align="center" |3 | align="right" |{{decrease}} 1 |- |[[Fail:Bulan_Bintang.jpg|21x21px]] [[Partai Bulan Bintang|PBB]] | align="center" |1 | align="right" |{{steady}} 1 |- !Jumlah Anggota !35 !{{steady}} 35 |- !Jumlah Parti !11 !{{increase}} 12 |} === Kecamatan === {{utama|Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Kotabaru}} [[Fail:63.02.00 KalimantanSelatan Kotabaru.svg|kiri|245x245px]] Keterangan nama kecamatan sesuai dengan daftar dan nomor peta adalah sebagai berikut: {{col-css3-begin|2}} # Kecamatan Pamukan Selatan # Kecamatan Pamukan Utara # Kecamatan Pamukan Barat # Kecamatan Sungai Durian # Kecamatan Kelumpang Barat # Kecamatan Sampanahan # Kecamatan Kelumpang Utara # Kecamatan Kelumpang Tengah # Kecamatan Kelumpang Hulu # Kecamatan Hampang # Kecamatan Kelumpang Selatan # Kecamatan Kelumpang Hilir # Kecamatan Pulau Laut Utara # Kecamatan Pulau Laut Tengah # Kecamatan Pulau Laut Timur # Kecamatan Pulau Sebuku # Kecamatan Pulau Laut Barat # Kecamatan Pulau Laut Selatan # Kecamatan Pulau Laut Kepulauan # Kecamatan Pulau Sembilan ⏎ == Sejarah == Menurut Hikayat Banjar pada abad ke-17, Kabupaten Kotabaru termasuk dalam wilayah pemerintahan Aji Tunggul adipati Pasir yang menjadi bawahan Sultan Banjar IV Marhum Panembahan/Sultan Mustainbillah. Pada masa pemerintahan Sultan Mustain Billah, ia menyuruh '''Kiai Martasura''' ke [[Makassar]]/Gowa untuk menjalin hubungan bilateral kedua negara pada masa Karaing Patigaloang (= Raja Tallo' yaitu I Mangadacinna Daeng Sitaba Karaeng Pattingalloang yang menjabat mangkubumi Sultan Malikussaid Raja Gowa 1638-1654), dimana ia telah memohon ijin untuk meminjam kawasan Pasir (termasuk Kabupaten Kotabaru) kepada Marhum Panembahan sebagai tempat berdagang dan ia telah bersumpah apabila anak cucunya hendak aniaya dengan negeri Banjar maka akan dibinasakan Allah. Maka diberikanlah daerah-daerah yang ada di sepanjang kawasan tenggara dan timur pulau Kalimantan sebagai tempatnya berdagang. Peristiwa pada abad ke-17 ini menunjukkan pengakuan Makassar (Gowa-Tallo) mengenai kekuasaan Kesultanan Banjar terhadap daerah di sepanjang tenggara dan timur pulau Kalimantan. Pada masa itu Sultan Makassar lebih terfokus untuk menaklukkan kerajaan-kerajaan di kawasan timur Nusantara. Tetapi pada abad ke-18 Raja Bugis-Wajo, [[La Madukelleng]] sempat menawan daerah Kutai dan Pasir serta berupaya menyerang Banjarmasin. Kerajaan yang pertama kali didirikan di daerah ini adalah kerajaan Tanah Bumbu yang beribukota di Bangkalaan Melayu yang merupakan keturunan dinasti Raja-raja Banjar. '''Raja Tanah Bumbu'''<ref>http://pl.wikipedia.org/wiki/W%C5%82adcy_Kalimantanu</ref> # Pangeran Dipati Tuha/Raden Basus bin Sultan Saidullah (1660-1700) # Pangeran Mangu bin Pangeran Dipati Tuha (1700-1740) # Ratu Mas binti Pangeran Mangu (1740-1780)<ref>[http://www.guide2womenleaders.com/indonesia_substates.htm Ratu Mas dari Tanah Bumbu ]</ref>. # Kerajaan Tanah Bumbu berakhir karena wilayahnya dibagi menjadi wilayah kerajaan kecil, dengan berpusat di kerajaan Bangkalaan sejak [[1780]] '''Raja Bangkalaan'''<ref>Truhart P., Regents of Nations. Systematic Chronology of States and Their Political Representatives in Past and Present. A Biographical Reference Book, Part 3: Asia & Pacific Oceania, München 2003, s. 1245-1257, ISBN 3-598-21545-2.</ref> # Pangeran Prabu/Sultan Sepuh, putera Ratu Mas(1780-1800) # Pangeran Nata bin Pangeran Prabu (1800-1820) # Pangeran Seria bin Pangeran Prabu (1800-?) sekaligus Raja [[Tjingal]], [[Tjangtoeng]] dan [[Batoe Litjin]]. # Gusti Besar binti Pangeran Prabu (1820-1830), sekaligus Ratu [[Manoenggoel]] dan [[Sampanahan]], kemudian Sampanahan diberikan kepada Pangeran Mangku Bumi/Gusti Ali # Gusti Kamir (1830-1838) # Pangeran Musa bin Pangeran Haji Muhammad (1838-1840), merangkap Raja Batulicin (sejak 1832) kemudian keturunannya : ## Pangeran Jaya Sumitra (Raja Kusan dan Batulicin) ## Pangeran Abdul Kadir Kasuma (Raja Kusan, Batulicin, dan Pulau Laut) ## Pangeran Berangta Kusuma (Raja Pulau Laut dan Batulicin) menikah dengan Putri Intan Jumantan binti Pangeran Kasuma Indra ## Pangeran Amir Husin Kasuma (Raja Pulau Laut) ## Pangeran Aminullah Kasuma (Raja Pulau Laut) # Pangeran Aji Jawa (1840) (putera Gusti Besar) # Aji Tukul/Ratu Agung (1845) # Aji Pati dengan gelar Pangeran Agung, suami aji Tukul (1845-1846) # Aji Samarang gelar Pangeran Muda Muhammad Arifillah bin Aji Pati (1846-1883) sekaligus Raja Tjingal dan Manoenggoel. Kabupaten Kotabaru terbentuk dari gabungan bekas [[swapraja]]/kerajaan pada masa kolonial Hindia Belanda yaitu [[Bangkalaan]], [[Poelau Laoet]], [[Tjangtoeng]], [[Sampanahan]], [[Tjingal]] dan [[Manoenggoel]]. == Pemilihan umum kepala daerah == === Pilkada Kotabaru === Sejak reformasi [[1998]] dan pemberlakuan otonomi daerah, Kabupaten Kotabaru pertama kali menggelar pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah pada tahun [[2005]]. {| {{prettytable}} border cellspacing="0" cellpadding="5" |- bgcolor="#0000cd" ! Nama Pasangan ! Perolehan Suara<ref>[http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=116685 Suara Karya - Sudah Lima Pasangan Hasil Pilkada Lapor ke Gubernur]. Diakses 15 Agustus 2010</ref> |- | '''Sjachrani Mataja–Fatizanolo''' | 36.977 suara (32,06%) |- | Irhami–Dulman | 26.759 suara (23,20%) |- | Tata M Anwar–Sabaruddin | 23.685 suara (20,54%) |- | Suriatinah–Saidi Noor | 14.001 suara (12,40%) |- | Firdaus Mansyori–Gerilyansyah Basrindu | 13.901 suara (12,05%) |} Sesuai dengan hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara pilkada di KPUD Kotabaru tanggal [[8 Juli]] [[2005]], dari 18 kecamatan dan 190 desa yang ada di Kotabaru, pasangan Sjachrani Mataja–Fatizanolo ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati Kotabaru terpilih untuk masa jabatan [[2005]]–[[2010]]. Pada tanggal [[2 Juni]] [[2010]], Kotabaru kembali menggelar [[Pilkada di Kalimantan Selatan 2010#Kabupaten Kotabaru 2|pemilu kada]] yang juga bersamaan dengan Pilgub Kalsel dan pilkada-pilkada lainnya di kabupaten/kota di Kalsel. Empat pasangan ditetapkan sebagai kandidat calon pemimpin Kabupaten Kotabaru. {| {{prettytable}} border cellspacing="0" cellpadding="5" |- bgcolor="#0000cd" ! No. ! Nama Pasangan ! Perolehan Suara<ref>[http://politik.tvone.co.id/berita/view/40213/2010/06/08/kpu_tetapkan_irhamirudy_menang_di_kotabaru/ TvOne - KPU Tetapkan Irhami-Rudy Menang di Kotabaru]. Diakses 17 Juni 2010</ref><ref>[http://www.news.id.finroll.com/dunia/27-politik/279716-kpu-siap-hadapi-gugatan-alam-haris-di-mk.html Finroll News - KPU Siap Hadapi Gugatan Alam-Haris di MK]. Diakses 17 Juni 2010</ref> |- | 1 | '''Irhami Ridjani–Rudy Suryana''' | 43.358 suara (33,38%) |- | 2 | Alamsyah–Abdul Haris | 42.392 suara (32,64%) |- | 3 | Bahruddin–Mursyid Arsyad | 20.021 suara (15,41%) |- | 4 | Abdul Hakim–Sugiannor | 24.111 suara (18,56%) |} Namun, dengan persentase yang tipis antara pasangan nomor 1 dan nomor 2, maka pasangan nomor 2, yakni Alamsyah-Abdul Haris menggugat ke [[Mahkamah Konstitusi]]<ref>[http://www.tribunnews.com/2010/06/10/pasangan-alam-haris-ajukan-gugatan-ke-mk Tribun News - Pasangan Alam-Haris Ajukan Gugatan ke MK]. Diakses 17 Juni 2010</ref> karena menduga terjadinya kecurangan dalam pilkada Kotabaru. Namun, gugatan itu akhirnya ditolak oleh MK dalam sidang keempat kalinya karena tidak terbukti adanya pelanggaran sistematis dan terstruktur.<ref>[http://www.radarbanjarmasin.co.id/index.php/berita/detail/59/2309 Radar Banjarmasin - Gugatan Alamsyah Kandas]. Diakses 3 Juli 2010</ref> Dengan demikian, pasangan Irhami-Rudy resmi menjadi bupati dan wakil bupati Kotabaru terpilih. Pelantikan dilaksanakan pada tanggal [[10 Agustus]] [[2010]] oleh gubernur [[Rudy Ariffin]] di gedung Mahligai Pemuda, [[Kotabaru]].<ref>[http://www.radarbanjarmasin.co.id/index.php/berita/detail/59/4194 Radar Banjarmasin - Irhami Disambut Demo]. Diakses 11 Agustus 2010</ref>--> == Rujukan == {{reflist}} == Pautan luar == * {{id}} [http://www.kotabaru.go.id/ Situs re# Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar {{col-css3-end}} [[Fail:Lambang Kabupaten Kotabaru.png|thumb|Lambang Kabupaten Kotabaru]] === Lambang Daerah === Arti Lambang Daerah Kabupaten Kotabaru adalah sebagai berikut: * Lambang daerah berbentuk perisai segi lima, melambangkan ketuhanan dan pertahanan rakyat. * Lima buah sudut pada perisai, melambangkan kelima sila dari Pancasila. * Sisi atas berbentuk busur, gambaran dinamika dan stamina rakyat. * Sisi samping berbentuk tegak lurus, menggambarkan sifat gotong royong, kejujuran dan keadilan. * Sisi bawah perisai berbentuk lancip, menggambarkan suatu tujuan untuk membina masyarakat adil dan makmur. * Garis tebal berwarna kuning emas pada sisi dalam sekeliling perisai, melambangkan persatuan rakyat. * Dasar perisai berwarna merah, menggambarkan sifat keberanian. * Garis kuning tebal yang membagi dua lukisan bagian atas dan bawah, menggambarkan bidang agraris pertanian (padi). * Ikan todak, menggambarkan hasil tradisianal dari sektor prikanan kelautan. * Lautan dengan garis gelombang, menggambarkan panorama alam dan gelora semangat rakyat.Demografi === Suku Bangsa === Suku bangsa yang mendiami daerah ini antara lain: * [[Suku Banjar]] * [[Suku Bugis]] * [[Mandar|Suku Mandar]] * [[Bajau|Suku Bajau]] * [[Dayak|Suku Dayak]] [[Bukit]] * [[:id:Suku_Dayak_Samihim|Suku Dayak Samihim]] * [[Suku Jawa]] * [[Cina Indonesia|Suku Tionghoa-Indonesia]] Kultur masyarakat di sini cukup beragam, sebagai dampak pembauran suku-suku di sini.<ref>Arcana, Putu Fajar (23 Desember 2018). "Gipsi Laut Pemberani". ''[[Kompas (surat kabar)|Kompas]]''. Hlm.21</ref> == Seni Budaya == === Lagu Daerah === Lagu daerah dari kabupaten Kotabaru adalah: * [[:b:Paris Barantai|Paris Barantai, Kotabaru Gunungnya Bamega]] === Upacara Adat === Upacara adat di Kabupaten Kota Baru antara lain: * [[Pawanangan]], upacara suku [[Dayak Dusun]] di [[Sungai Durian, Kotabaru]] * [[Papande Wanua]]/[[Papande Sasi]], upacara [[suku Mandar]] di [[pulau Kerayaan]] * [[Leut]], upacara [[suku Bajau]] di [[Pulau Laut Utara, Kotabaru]] == Referensi == {{reflist}} == Lihat Juga == * [[:id:Pamukan|Kerajakan Pamukan]] * [[:id:Pulau_Laut|Pulau Laut]] * [[Orang Banjar|Suku Banjar]] == Pranala luar == * {{id}} [http://www.kotabaru.go.id/ Situs rasmi] * {{id}} [http://www.bappeda-kotabaru.info/umum/81/ Bappeda Kotabaru - Sejarah Kabupaten Kotabaru] ⏎ ⏎ {{Kabupaten Kotabaru}} {{Kalimantan Selatan}} {{Authority control}} [[Kategori:Kabupaten Kotabaru| ]] [[Kategori:Kabupaten di Kalimantan Selatan|Kotabaru]] [[Kategori:Kabupaten di Indonesia|Kotabaru]]⏎ [[Kategori:Kabupaten Kotabaru| ]] [[bjn:Kabupaten Kotabaru]] [[en:Kotabaru Regency]] [[jv:Kabupatèn Kotabaru]] All content in the above text box is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike license Version 4 and was originally sourced from https://ms.wikipedia.org/w/index.php?diff=prev&oldid=5060057.
![]() ![]() This site is not affiliated with or endorsed in any way by the Wikimedia Foundation or any of its affiliates. In fact, we fucking despise them.
|