Revision 2786990 of "Kota Pontianak" on mswiki'''Kota Pontianak''' merupakan sebuah kota yang terdapat di [[Kalimantan Barat]], [[Indonesia]].Kota ini juga dikenali sebagai Kota Khatulistiwa kerana terletak di atas garisan [[Khatulistiwa]] iaitu di atas kedudukan 0º0' N, 109º20' E dengan suhu mencecah 22.9°C sehingga 31.05°C dan mendapat 3,000 mm - 4,000 mm hujan setiap tahun.
Kota ini berkeluasan 107.82 km2 dengan penduduknya berjumlah 526,600 orang pada tahun [[2000]].
Di antara etnik yang terdapat di sini ialah [[Melayu]], [[Cina]], [[Dayak]], dan etnik minoriti yang lain.[[Islam]] merangkumi 65% daripada agamanya diikuti [[Buddha]](23,2%), [[Kristian]](6,8%), [[Hindu]] (0,4 %), dan agama lain(4,6%).
Bahasa yang digunakan ialah [[Bahasa Indonesia]] yang digunakan secara meluas manakala bahasa tempatan juga digunakan seperti [[Bahasa Melayu]], [[Teochew]], [[Hakka]], dan Dayak.
==Asal nama==
Dikisahkan bahawa ketika [[Syarif Abdurrahman Al-Qadri]] pertama kali mendirikan Kota Pontianak, ia dan rombongannya sering diganggu oleh hantu [[pontianak]] ketika menyusuri Sungai Kapuas yang merupakan pintu gerbang Kota Pontianak dari arah laut cina selatan. Maka untuk mengusir hantu pontianak tersebut, ditembakkannya dengan menggunakan meriam. Sekaligus di mana peluru meriam itu jatuh, maka di situlah akan didirikan kesultanan.
Maka peluru meriam itu jatuh melepasi simpang tiga Sungai Kapuas dan Sungai Landak yang kini lebih dikenal sebagai kawasan Beting-Kampung Dalam Bugis-Pontianak Timur. Itulah asal nama Kota Pontianak. Nama Pontianak sendiri diambil dari nama hantu pontianak yang sering mengganggu Syarif Abdurrahman Al-Qadri. Syarif Abdurrahman Al-Qadri sendiri akhirnya menjadi Sultan Kesultanan Pontianak yang pertama (sekitar abad 17).
Kini Keraton Qadriah dan Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman masih berdiri dengan kokoh di kawasan Beting dan Kampung Dalam Bugis-Pontianak Timur, sebagai lambang kejayaan Kesultanan Melayu Pontianak-Kalimantan Barat-Indonesia.
==== Sejarah pendirian menurut VJ. Verth ====
Sejarah pendirian kota Pontianak yang dituliskan oleh seorang sejarawan [[Belanda]], [[VJ. Verth]] dalam bukunya ''Borneos Wester Afdeling'', yang isinya sedikit berbeda dari versi cerita yang beredar di kalangan masyarakat saat ini.
Menurutnya, Belanda mulai masuk ke Pontianak tahun 1194 Hijriah ([[1773]] [[Masehi]]) dari [[Betawi]]. Verth menulis bahwa Syarif Abdurrahman, putra ulama [[Syarif Hussein bin Ahmed Alqadrie]] (atau dalam versi lain disebut sebagai Al Habib Husin), setelah meninggalkan [[kerajaan Mempawah]] dan mulai merantau. Di wilayah [[Banjarmasin]] ia menikah dengan adik sultan. Ia berhasil dalam perniagaan dan mengumpulkan cukup modal untuk mempersenjatai kapal pencalang dan perahu lancangnya, kemudian ia mulai melakukan perlawanan terhadap penjajahan Belanda.
Dengan bantuan [[Sultan Pasir]], Syarif Abdurrahman kemudian berhasil membajak kapal Belanda di dekat Bangka, juga kapal Inggris dan Perancis di Pelabuhan Passir. Abdurrahman menjadi seorang kaya dan kemudian mencoba mendirikan pemukiman di sebuah pulau di [[sungai Kapuas]]. Ia menemukan percabangan sungai Landak dan kemudian mengembangkan daerah itu menjadi pusat perdagangan yang makmur dan Pontianak berdiri.
=== Kolonialisme Belanda dan Jepun ===
Pada tahun [[1778]] kolonialis [[Belanda]] dari [[Batavia]] memasuki Pontianak dengan dipimpin oleh [[Willem Ardinpola]]. Kolonial Belanda saat itu dan menempati daerah di seberang [[keraton]] kesultanan yang kini dikenal dengan daerah Tanah Seribu atau ''Verkendepaal''.<ref name="Pem">[http://pemkot.pontianak.go.id/sejarah.html ''Sejarah Berdirinya Kota Pontianak''; Situs Pemerintah Kota Pontianak]</ref>
Pada tanggal [[5 Juli]] 1779 Belanda membuat perjanjian dengan Sultan mengenai penduduk Tanah Seribu agar dapat dijadikan daerah kegiatan bangsa Belanda yang kemudian menjadi kedudukan pemerintahan ''Resident het Hoofd Westeraffieling van Borneo'' (Kepala Daerah Keresidenan Borneo lstana Kadariah Barat) dan ''Asistent Resident het Hoofd der Affleeling van Pontianak'' (Asistent Resident Kepala Daerah Kabupaten Pontianak). Area ini selanjutnya menjadi ''Controleur het Hoofd Onderafdeeling van Pontianak'' atau ''Hoofd Plaatselijk Bestuur van Pontianak''.<ref name="Pem">[http://pemkot.pontianak.go.id/sejarah.html ''Sejarah Berdirinya Kota Pontianak''; Situs Pemerintah Kota Pontianak]</ref>
''Assistent Resident het Hoofd der Afdeeling van Pontianak'' (semacam Bupati Pontianak) mendirikan ''Plaatselijk Fonds''. Badan ini mengelola ''eigendom'' atau kekayaan Pemerintah dan mengurus dana pajak. ''Plaatselijk Fonds'' kemudian berganti nama menjadi Shintjo pada masa kependudukan [[Jepang]] di Pontianak.<ref name="Pem">[http://pemkot.pontianak.go.id/sejarah.html ''Sejarah Berdirinya Kota Pontianak''; Situs Pemerintah Kota Pontianak]</ref>
=== Masa Stadsgemeente ===
Berdasarkan ''besluit'' Pemerintah Kerajaan Pontianak tanggal 14 Agustus 1946 No. 24/1/1940 PK yang disahkan menetapkan status Pontianak sebagai ''stadsgemeente''. [[R. Soepardan]] ditunjuk menjadi ''syahkota'' atau pemimpin kota saat itu. Jabatan Soepardan berakhir pada awal tahun [[1948]] dan kemudian digantikan oleh [[Ads. Hidayat]].<ref name="Pem">[http://pemkot.pontianak.go.id/sejarah.html ''Sejarah Berdirinya Kota Pontianak''; Situs Pemerintah Kota Pontianak]</ref>
=== Masa Pemerintahan Kota ===
Pembentukan ''stadsgerneente'' bersifat sementara, maka ''Besluit'' Pemerintah Kerajaan Pontianak
diubah dan digantikan dengan Undang-undang Pemerintah Kerajaan Pontianak tanggal 16 September 1949 No. 40/1949/KP. Dalam undang-undang ini disebut Peraturan Pemerintah Pontianak dan membentuk Pemerintah kota Pontianak, sedangkan perwakilan rakyat disebut Dewan Perwakilan Penduduk Kota Pontianak. Walikota pertama ditetapkan oleh Pemerintah Kerajaan Pontianak adalah [[Rohana Muthalib]].<ref name="Pem">[http://pemkot.pontianak.go.id/sejarah.html ''Sejarah Berdirinya Kota Pontianak''; Situs Pemerintah Kota Pontianak]</ref>
=== Masa Kota Praja ===
Sesuai dengan perkembangan tata pemerintahan, maka dengan Undang-undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953, bentuk Pemerintahan ''Landschap Gemeente'', ditingkatkan menjadi [[kota praja]] Pontianak. Pada masa ini urusan pemerintahan terdiri dari Urusan Pemerintahan Umum dan Urusan Pemerintahan Daerah.<ref name="Pem">[http://pemkot.pontianak.go.id/sejarah.html ''Sejarah Berdirinya Kota Pontianak''; Situs Pemerintah Kota Pontianak]</ref>
=== Masa Kotamadya dan Kota ===
Pemerintah Kota Praja Pontianak diubah dengan berdasarkan Undang-undang No. 1 Tahun 1957, Penetapan Presiden No.6 Tahun 1959 dan Penetapan Presiden No.5 Tahun 1960, Instruksi Menteri Dalam Negeri No.9 Tahun 1964 dan Undang-undang No. 18 Tahun 1965, maka berdasarkan Surat Keputusan DPRD-GR Kota Praja Pontianak No. 021/KPTS/DPRD-GR/65 tanggal 31 Desember 1965, nama Kota Praja Pontianak diganti menjadi Kotamadya Pontianak, kemudian dengan Undang-undang No.5 Tahun 1974, nama Kotamadya Pontianak berubah menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Pontianak.<ref name="Pem">[http://pemkot.pontianak.go.id/sejarah.html ''Sejarah Berdirinya Kota Pontianak''; Situs Pemerintah Kota Pontianak]</ref>
Berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah di Daerah merubah sebutan untuk Pemerintah Tingkat II Pontianak menjadi sebutan Pemerintah Kota Pontianak, sebutan kota Potianak diubah kemudian menjadi Kota Pontianak.<ref name="Pem">[http://pemkot.pontianak.go.id/sejarah.html ''Sejarah Berdirinya Kota Pontianak''; Situs Pemerintah Kota Pontianak]</ref>
== Pemerintahan ==
Kota Pontianak dipimpin oleh seorang [[walikota]]. Hingga kini Kota Pontianak pernah dipimpin oleh:<ref name="Pem">[http://pemkot.pontianak.go.id/sejarah.html ''Sejarah Berdirinya Kota Pontianak''; Situs Pemerintah Kota Pontianak]</ref>
{| class="wikitable"
|- bgcolor="#99ccff"
| '''No.'''
| '''Nama'''
| '''Status Wilayah'''
| '''Tahun Pemerintahan'''
|-
| 1
| R. Soepardan
| Syahkota Pontianak
| 1947-1948
|- bgcolor="#ddeeff"
| 2
| Ads. Hidayat
| Burgemester Pontianak
| 1948-1950
|-
| 3
| Ny. Rohana Muthalib
| Burgemester Pontianak
| 1950-1953
|- bgcolor="#ddeeff"
| 4
| Soemartoyo
| Kotapraja
| 1953-1957
|-
| 5
| A. Muis Amin
| Kotapraja/Kotamadya Pontianak
| 1957-1967
|- bgcolor="#ddeeff"
| 6
| Siswoyo
| Kotamadya Pontianak
| 1967-1973
|-
| 7
| Muhammad Barir ,SH.
| Kotamadya Daerah Tingkat II Pontianak
| 1973-1978
|- bgcolor="#ddeeff"
| 8
| T.B. Hisny Halir
| Kotamadya Daerah Tingkat II Pontianak
| 1978-1983
|-
| 9
| H. A. Majid Hasan
| Kotamadya Daerah Tingkat II Pontianak
| 1983-1993
|- bgcolor="#ddeeff"
| 10
| R.A. Siregar, S.Sos
| Kotamadya Daerah Tingkat II Pontianak
| 1993-1999
|-
| 11
| dr. H. Buchary Abdul Rahman
| Kota Pontianak
| 1999-2008
|- bgcolor="#ddeeff"
| 12
| Sutarmidji, M.Hum
| Kota Pontianak
| 2008-2013
|}
== Geografi dan pembagian administratif ==
Struktur tanah kota merupakan lapisan tanah [[gambut]] bekas endapan Lumpur Sungai Kapuas. Lapisan tanah liat baru dicapai pada kedalaman 2,4 meter dari permukaan laut. Kota Pontianak termasuk beriklim [[tropis]] dengan [[suhu]] tinggi (28-32 °C dan siang hari 30 °C).
Rata–rata [[kelembaban nisbi]] dalam daerah Kota Pontianak maksimum 99,58% dan minimum 53% dengan rata–rata penyinaran matahari minimum 53% dan maksimum 73%.<ref name="Geo">[http://pemkot.pontianak.go.id/deskripsi.html ''Deskripsi Wilayah''; Situs Pemerintah Kota Pontianak]</ref>
Besarnya [[curah hujan]] di Kota Pontianak berkisar antara 3000-4000 mm per tahun. Curah hujan terbesar (bulan basah) jatuh pada bulan [[Mei]] dan [[Oktober]], sedangkan curah hujan terkecil (bulan kering) jatuh pada bulan [[Juli]]. Jumlah hari hujan rata-rata per bulan berkisar 15 hari.<ref name="Geo">[http://pemkot.pontianak.go.id/deskripsi.html ''Deskripsi Wilayah''; Situs Pemerintah Kota Pontianak]</ref>
Secara administratif, kota Pontianak dibagi atas beberapa kecamatan, yaitu: [[Pontianak Selatan, Pontianak|Pontianak Selatan]], [[Pontianak Timur, Pontianak|Pontianak Timur]], [[Pontianak Barat, Pontianak|Pontianak Barat]], [[Pontianak Utara, Pontianak|Pontianak Utara]], [[Pontianak Kota, Pontianak|Pontianak Kota]] dan [[Pontianak Tenggara]].
== Kependudukan ==
Jumlah penduduk tetap Kota Pontianak tahun 2006 hasil Proyeksi yang menggunakan data Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2006 dan Sensus Penduduk tahun 2000 berjumlah 510.687 jiwa, terdiri dari penduduk laki-laki 256.750 jiwa dan penduduk perempuan 253.937 jiwa.
Sedangkan dari hasil Sensus Penduduk tahun 2000 penduduk kota Pontianak berjumlah 464.534 jiwa, hal ini berarti bahwa telah terjadi peningkatan penduduk selama 4 (empat) tahun terakhir (tahun 2000- 2004), yaitu sebesar 1,76 persen pertahunnya.
Suku bangsa penduduk Kota Pontianak terdiri dari [[Dayak]], [[Tionghoa]], [[Melayu]], [[Bugis]], [[Suku Jawa]], [[Suku Madura]] dan lainnya. Sebagian besar penduduk memeluk agama [[Islam]] (65%), [[Buddha]] dan kepercayaan [[Kong Hu Cu]] (23,2%), [[Protestan]] (4%), [[Katolik]] (2,8%), [[Hindu]] (0,4%) dan lainnya.
Penduduk sebagian besar memahami [[bahasa Indonesia]] dan bahasa ibu masing-masing yakni [[bahasa Melayu]], [[bahasa Tiociu]], [[bahasa Khek]] dan berbagai variasi bahasa Dayak.
=== Perindustrian ===
Jumlah perusahaan industri besar dan sedang di Kota Pontianak yang telah terdata selama tahun 2005 adalah 34 perusahaan. Tenaga kerja yang diserap oleh perusahaan industri tersebut berjumlah 3.300 orang yang terdiri dari pekerja produksi 2.700 orang dan pekerja lainnya atau administrasi 600 orang. Perusahaan industri besar atau sedang yang terletak di Kecamatan Pontianak Utara menyerap tenaga kerja terbesar, yaitu 2.952 orang.
Nilai keluaran yang dihasilkan dari perusahaan industri besar atau sedang adalah sebesar 1,51 triliun [[rupiah]], dimana perusahaan industri besar atau sedang yang berada di Kecamatan Pontianak Utara yang didominasi oleh perusahaan industri [[perkaretan|karet]], sedangkan nilai keluaran yang terkecil berasal dari perusahaan yang terdapat di Kecamatan Pontianak Kota, senilai 2,85 milyar rupiah.
Untuk Nilai Tambah Bruto (NTB) yang diperoleh dari seluruh perusahaan industri besar /sedang di Kota Pontianak selama tahun 2005 adalah sebesar 217,57 milyar rupiah dan pajak tak langsung yang diperoleh adalah sebesar 462,78 juta rupiah, sedangkan NTB atas Biaya Faktor yang diperoleh adalah sebesar 217,10 milyar rupiah.
Jumlah unit usaha industri, tenaga kerja, besarnya nilai [[investasi]] dan nilai penjualan dari sentra industri kecil jenis Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan (IHPK) terlihat bahwa sentra industri kecil jenis IHPK terbanyak adalah usaha industri [[makanan ringan]] yang terpusat di Kelurahan Sungai Bangkong dengan tenaga kerja yang diserap sebanyak 329 orang, nilai investasinya mencapai 249,50 juta rupiah dan nilai penjualannya sebesar 780,50 juta rupiah. Sedangkan industri anyaman [[keladi air]] pada tahun 2005 ini hanya memiliki 16 unit usaha dengan nilai investasi 17,5 juta rupiah dan nilai penjualan 110 juta rupiah yang terletak di Tanjung Hulu, Pontianak Timur.
=== Pertanian ===
Pada tahun [[2006]], jenis tanaman pangan yang hasilnya paling besar adalah [[ubi kayu]], [[padi]], [[ubi rambat]]. Penduduk juga bertani [[sayuran]] dan [[lidah buaya]]. Tanaman buah-buahan yang banyak ada di Kota Pontianak adalah [[nangka]], [[pisang]] serta [[nanas]].
Perternakan di kota Pontianak terdiri dari [[sapi]] (potong dan perah), [[kambing]], [[babi]] dan [[ayam]] (ras dan buras).
=== Perdagangan ===
Perdagangan merupakan salah satu usaha yang berkembang pesat di Kota Pontianak. Perdagangan modern mulai berkembang pada awal tahun [[2000]] dengan berdirinya [[Mal Matahari Pontianak]] di Pontianak Kota. Pusat perbelanjaan modern mulai dibangun di berbagai sudut kota, seperti [[Mal Pontianak]] dan [[Ayani Mega Mall Pontianak]] (Pontianak Selatan). Berbagai perusahaan ''retail'' nasional mulai mendirikan usahanya di Pontianak.
== Pendidikan ==
=== Sekolah Menengah Atas ===
# [[SMA Negeri 1 Pontianak]]
# SMA Negeri 2
# SMA Gembala Baik
# SMA Santo Petrus
# SMA Santo Paulus
# SMA Immanuel
# SMA Negeri I
# SMA Negeri III
# SMA Negeri VII
# SMA Negeri IX
# SMK Immanuel 1
# SMA Negeri 5
# [[SMA Negeri 6 Pontianak]]
<br />
== Pariwisata ==
[[Berkas:Water Pontianak.jpg|thumb|right|220px|''Waterfront'' Kota Pontianak]]
[[Berkas:Barongsai Pontianak.jpg|thumb|right|220px|Aksi Naga dan Barongsai saat Imlek di Kota Pontianak]]
Pariwisata Kota Pontianak didukung oleh keanekaragaman budaya penduduk Pontianak, yaitu [[Dayak]], [[Melayu]] dan [[Tionghoa]]. Suku Dayak memiliki pesta syukur atas kelimpahan panen yang disebut ''Naik Dango'' dan masyarakat Tionghoa memiliki kegiatan pesta tahun baru [[Imlek]] dan perayaan sembahyang kubur (''Cheng Beng'' atau ''Kuo Ciet'') yang memiliki nilai atraktif turis.
Kota Pontianak juga dilintasi oleh garis khatulistiwa yang ditandai dengan Tugu Khatulistiwa di Pontianak Utara. Selain itu kota Pontianak juga memiliki visi menjadikan Pontianak sebagai kota dengan pariwisata sungai.
Pontianak juga dikenal sebagai tempat wisata kuliner. Keanekaragaman makanan menjadikan Pontianak sebagai surga kuliner. Makanan yang terkenal antara lain:
# Sambal Goreng Tempoyak
# Sotong Pangkong
# bubur padas
# [[Lemang]] (ketan yang dibakar)
# [[Ikan asam pedas]] (sup ikan pedas dengan bumbu asam)
# ''[[Kwe tiau]]''
# ''Chai kue'' (semacam pastel yang tidak digoreng, berisi bengkuang, ''kuchai'', talas atau kacang)
# ''Kwe cap'' (sup dengan kulit babi, semacam kwe tiau, tahu, kacang dan kadang-kadang ditambah daging)
# ''Kwe kia theng'' (sup dengan isi jeroan babi)
# Keladi
# Minuman lidah buaya
Hotel-hotel berbintang yang ada di pusat kota Pontianak adalah:
* Hotel Mercure (*4)
* Hotel Grand Mahkota (*4)
* Hotel Kapuas Palace (*3)
* Hotel Santika (*3)
* Hotel Orchardz (*3)
* Hotel Kini (*3)
* Hotel Peony (*3)
* Hotel Gajah Mada (*3)
== Transportasi ==
=== Udara ===
Kota Pontianak melalui bandar udaranya, [[Bandar Udara Supadio]] terhubung dengan beberapa kota besar lain di [[Indonesia]], seperti [[Jakarta]], [[Surabaya]], [[Semarang]] dan [[Yogyakarta]]. Selain itu bandara ini juga mempunyai penerbangan internasional langsung dari dan ke luar negeri, yaitu ke [[Kuching]], [[Sarawak]], [[Malaysia]]; [[Kuala Lumpur]], [[Malaysia]] dan [[Singapura]]. Dari Pontianak juga dapat dilayani [[penerbangan perintis]] ke berbagai ibukota kabupaten di [[Kalimantan Barat]].
=== Laut ===
[[Pelabuhan Pontianak]] dapat melayani kapal-kapal barang maupun penumpang. Dahulu melalui dermaga ini sering melayani kapal penumpang menuju [[Jakarta]], [[Ketapang]], [[Landak]], [[Kapuas, Sanggau|Sanggau]] dan [[Putussibau]].
=== Darat ===
Sistem transportasi darat Kota Pontianak dilayani oleh minibus angkutan kota yang biasa disebut oplet, taksi dan beberapa rute dilayani oleh bus kota. Sebagian besar rute dalam kota dilayani oleh oplet yang menghubungkan beberapa terminal. Untuk keberangkatan jalan darat ke luar kota dilayani di [[Terminal Batulayang]].
Melalui jalan darat pula dilayani bus antar negara, yakni ke [[Kuching]]. Bus ini disediakan oleh berbagai penyedia layanan, termasuk [[DAMRI]]. Layanan imigrasi Indonesia-Malaysia dilaksanakan di [[Entikong, Sanggau|Entikong]], [[Kabupaten Sanggau]].
== Pautan luar==
* {{id}} [http://www.pontianakkota.go.id/ Situs web Pemerintah Kota]
* {{id}} [http://www.pontianakonline.com/pontianak Situs web Pontianak]
* {{id}} [http://www.pontianakpost.com/ Situs web Pontianak Post]
* {{id}} [http://www.tribunpontianak.co.id/ Portal Real Time Pertama Di Kalimantan Barat]
==References==
<references/>
{{Kota Pontianak}}
{{Kalimantan Barat}}
[[Kategori: Bandar di Kalimantan]]All content in the above text box is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike license Version 4 and was originally sourced from https://ms.wikipedia.org/w/index.php?oldid=2786990.
![]() ![]() This site is not affiliated with or endorsed in any way by the Wikimedia Foundation or any of its affiliates. In fact, we fucking despise them.
|