Revision 2820127 of "Kabupaten Banjar" on mswiki

{{Dati2
| nama               = Kabupaten Banjar
| propinsi           = [[Kalimantan Selatan]]
| ibukota            = [[Martapura, Banjar|Martapura]]
| luas               = 4,688 km²
| penduduk           = 489,056 jiwa (2008)
| kepadatan          = 104
| kecamatan          = 19
| kelurahan          = 277/13
| kodearea           = 0511
| dau                = 
| lambang            = [[Fail:Coats of arms of Banjar Regency.svg|center|120px]]
| peta               = [[Fail:Lokasi Kalimantan Selatan Kabupaten Banjar.svg‎|300px]]
| koordinat          = 2°49’55 - 3°43’38 LS dan 114°30’20" - 115°35’37" BT
| dasar hukum        = UU No.27 tahun 1959
| tanggal            = 
| motto              = '''Barakat'''
| kepala daerah      = Bupati
| nama kepala daerah = Pangeran H. [[Khairul Saleh]]
| web                =http://www.banjarkab.go.id/
}}
[[Fail:Kerajinan Kabupaten Banjar.jpg|thumb|right|Kerajinan rakyat dari kabupaten Banjar]]
[[Fail:Fasade Gajah Baliku Teluk Selong Martapura.JPG|thumb|right|Rumah Adat Kabupaten Banjar]]
'''Kabupaten Banjar''' merupakan sebuah [[Daerah Tingkat II]] di [[provinsi]] [[Kalimantan Selatan]], [[Indonesia]]. <!--Ibu kota kabupaten ini terletak di [[Martapura]]. Kabupaten ini memiliki luas wilayah ±4.688 km² dan berpenduduk sebanyak 464.148 jiwa (2006).

Motto daerah "Barakat" artinya 'berkah' ([[bahasa Banjar]]).

== Sejarah pembentukan kabupaten ==

Pada waktu pemerintahan [[Sultan Adam]] Alwasiqubillah telah dibuat untuk pertama kalinya ketetapan [[hukum]] tertulis dalam menerapkan [[hukum Islam]] di Kesultanan Banjar yang dikenal dengan [[Undang-Undang Sultan Adam]].

Dari beberapa sumber disebutkan ada beberapa tempat yang menjadi kedudukan [[raja]] setelah pindah ke [[Martapura]] seperti : Kayu Tangi, [[Karang Intan, Karang Intan, Banjar|Karang Intan]] dan Sungai Mesa. Tetapi dalam beberapa perjanjian antara [[Sultan Banjar]] dan [[Belanda]], penanda tanganan di Bumi Kencana. Begitu juga dalam surat menyurat ditujukan kepada Sultan di Bumi Kencana Martapura.
Jadi [[Keraton Bumi Kencana]] Martapura adalah pusat pemerintahan untuk melakukan aktivitas kerajaan secara [[formal]] sampai dihapuskannya Kesultanan Banjar oleh Belanda pada tanggal [[11 Juni]] [[1860]].

Status [[Kesultanan Banjar]] setelah dihapuskan masuk ke dalam Karesidenan Afdeeling Selatan dan Timur Borneo. Wilayah dibagi dalam 4 [[afdeeling]], salah satunya adalah afdeeling Martapura yang terbagi dalam 5 Distrik, yaitu [[Distrik Martapura]], [[Distrik Riam Kanan]], [[Distrik Riam Kiwa]], [[Distrik Benua Empat]] dan [[Distrik Margasari]].
Selanjutnya terjadi perubahan dalam keorganisasian pemerintahan [[Hindia Belanda]]. Dibawah Afdeeling terdapat [[Onderafdeeling]] dan [[distrik]]. Afdeeling Martapura terdiri 3 onderafdeeling, salah satunya adalah onderafdeeling Martapura dengan distrik Martapura.

Perubahan selanjutnya Martapura menjadi onderafdeeling di bawah Afdeeling Banjarmasin.
Afdeeling dipimpin oleh Controleur dan Kepala Distrik seorang [[Bumiputera]] dengan pangkat [[Kiai]].
Setelah kedaulatan diserahkan oleh pemerintah Belanda kepada [[Republik Indonesia]] tanggal [[27 Desember]] [[1949]], ditetapkan daerah Otonomi [[Kabupaten Banjarmasin]]. [[Daerah otonom]] [[Kabupaten]] Banjarmasin meliputi 4 [[Kawedanan]].

DPRDS pada tanggal [[27 Februari]] [[1952]], mengusulkan perubahan nama Kabupaten Banjarmasin menjadi Kabupaten Banjar yang disetujui dengan Undang-Undang Darurat 1953, kemudian dikukuhkan dengan Undang-Undang No.27 Tahun 1959<ref>[http://banjarkab.go.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=1786 Pemkab Banjar - Sejarah Kerajaan Banjar.pdf]</ref>.

== Administrasi ==
Kabupaten Banjar terbagi menjadi 18 Kecamatan yaitu: Aluh Aluh, Aranio, Astambul, Beruntung Baru, Gambut, Karang Intan, Kertak Hanyar, Martapura Barat, Martapura Timur, Martapura, Mataraman, Paramasan, Pengaron, Telaga Bauntung, Sambung Makmur, Simpang Empat, Sungai Pinang, Sungai Tabuk dan Tatah Makmur.

== Perekonomian ==
Sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani dari perkebunan karet yang rata-rata adalah kebun perseorangan. Selain itu perkebunan Jeruk menjadi penopang hidup sebagian masyarakat yang merupakan produk unggulan dari Kecamatan Astambul. Keberadaan perusahaan lokal, nasional, dan asing yang bergerak dibidang Tambang Batubara turut memberikan andil besar terhadap perekonomian di Kabupaten Banjar. Tambang Batubara di kabupaten ini dikelola oleh perusahaan seperti PT. Pamapersada Nusantara, PT. Kalimantan Prima Persada, PT. Pinang Coal Indonesia, dll yang diawasi oleh Perusahaan Daerah (PD. Baramarta).

== Suku bangsa ==
# [[Suku Banjar]]: 361.692 jiwa
# [[Suku Jawa]]: 29.805 jiwa
# [[Suku Bugis]]: 828 jiwa
# [[Suku Madura]]: 13.047 jiwa
# [[Suku Dayak Bukit|Suku Bukit]]: 1.737 jiwa
# [[Suku Mandar]]: 17 jiwa
# [[Suku Dayak Bakumpai|Suku Bakumpai]]: 34 jiwa
# [[Suku Sunda]]: 1.187 jiwa
# Lainnya: 3.554 jiwa

<small>(Sumber: BPS sensus 2000)</small>

== Lagu Daerah ==
# [[:b:Sungai Martapura|Sungai Martapura]]
# [[:b:Hura Ahui|Hura Ahui]]
# [[:b:Kambang Barenteng|Kambang Barenteng]]-->

== Lihat juga ==
* [[Bahasa Banjar]]
* [[Kerajaan Banjar]]
* [[Rumah Banjar]]
* [[Lagu Banjar]]
* [[Tari Banjar]]
* [[Suku Banjar]]

== Rujukan ==
{{Reflist}}

{{Kabupaten Banjar}}
{{Kalimantan Selatan}}
{{Indo-geo-stub}}

[[Kategori:Kabupaten di Kalimantan Selatan|Banjar]]
[[Kategori:Kabupaten di Indonesia|Banjar]]
[[Kategori:Kabupaten Banjar| ]]