Revision 5060055 of "Kabupaten Kotabaru" on mswiki

{{Dati2
| nama=Kabupaten Kotabaru
| propinsi=[[Kalimantan Selatan]]
| ibukota=[[Kotabaru]]
| luas=13.044,5 km²
| penduduk=276.574 jiwa ([[2008]])<ref>[http://kalsel.bps.go.id/?set=viewDataDetail&flag_template2=1&id_sektor=13&id=177 BPS Provinsi Kalimantan Selatan - Penduduk menurut Kabupaten/Kota Tahun 2008]</ref>
| kepadatan=18,55
| kecamatan=20
| kelurahan=195
| kodearea=0518
| apbd =
| lambang= [[Fail:Lambang Kabupaten Kotabaru.png|120px|Lambang Kabupaten Kotabaru]]
| peta= [[Fail:Lokasi Kalimantan Selatan Kabupaten Kotabaru.svg‎|300px]]
| koordinat=114°19'13" - 116°33'28" [[Bujur Timur|BT]]{{br}}101°21'49" - 04°10'14" [[Lintang Selatan|LS]]
| dasar hukum =
| tanggal =
| motto='''Sa-ijaan'''{{br}}<small>''artinya:''Semufakat, satu hati dan se-iya sekata</small>
| kepala daerah=[[Bupati]]
| nama kepala daerah=[[Irhami Ridjani]]
| web=http://www.kotabarukab.go.id/
}}

'''Kabupaten Kotabaru''' merupakan sebuah [[Daerah Tingkat II]] di [[provinsi]] [[Kalimantan Selatan]], [[Indonesia]]. [[Ibu kota]] [[kabupaten]] ini terletak di Kota [[Kotabaru]]. <!--Kabupaten ini merupakan salah satu kabupaten pertama dalam provinsi Kalimantan dahulu. Dan di masa Hindia Belanda merupakan Afdeeling Pasir en de Tanah Boemboe dengan ibukota Kota Baru. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 13.044,5 km² dan berpenduduk sebanyak 241.959 jiwa BPS [[2004]] dengan nelayan laut sebanyak 15.961 jiwa. Motto: "Sa-ijaan" (bahasa Banjar).

== Arti Lambang Daerah Kabupaten Kotabaru ==

* Lambang daerah berbentuk perisai segi lima, melambangkan ketuhanan dan pertahanan rakyat.
* Lima buah sudut pada perisai melambangkan kelima sila dari pancasila.
* Sisi atas berbentuk busur, gambaran dinamika dan stamina rakyat.
* Sisi samping berbentuk tegak lurus , menggambarkan sifat gotong royong, kejujuran dan keadilan.
* Sisi bawah perisai berbentuk lancip, menggambarkan suatu tujuan untuk membina masyarakat adil dan makmur.
* Garis tebal berwarna kuning emas pada sisi dalam sekeliling perisai, melambangkan persatuan rakyat.
* Dasar perisai berwarna merah, menggambarkan sifat keberanian.
* Garis kuning tebal yang membagi dua lukisan bagian atas dan bawah, menggambarkan bidang agraris pertanian (padi).
* Ikan todak, menggambarkan hasil tradisianal dari sektor prikanan kelautan.
* Lautan dengan garis gelombang, menggambarkan panorama alam dan gelora semangat rakyat.

== Letak Wilayah ==

Letak Kotabaru pada 01°21'49" sampai dengan 04°10'14" Lintang Selatan dan 114°19'13" sampai dengan 116°33'28" Bujur Timur

Letak Kotabaru di sebelah timur laut [[provinsi]] [[Kalimantan Selatan]] yaitu:

{{Batas USBT
| utara=[[Kabupaten Pasir]], [[Kalimantan Timur]]
| selatan=[[Kabupaten Tanah Bumbu]] dan [[Laut Jawa]]
| barat=[[Kabupaten Balangan]], [[Kabupaten Hulu Sungai Tengah|Hulu Sungai Tengah]], [[Kabupaten Banjar|Banjar]] dan [[Kabupaten Tanah Laut|Tanah Laut]]
| timur=[[Selat Makassar]]
}}

== Suku Bangsa ==

* [[Suku Banjar]]
* [[Suku Dayak Bukit]]
* [[Suku Dayak Maanyan|Suku Dayak Samihim]]
* [[Suku Mandar]]
* [[bahasa Sama-Bajau|Suku Bajau]]
* [[Suku Bugis]]
* [[Suku Jawa]]
* [[Suku Tionghoa-Indonesia]]
-->
== Kepulauan ==
[[FAil:Gunung-jambangan.jpg|thumb|right|200px|Panorama [[Gunung Jambangan]].]]
Kotabaru memiliki beberapa 90 [[pulau kecil]], 31 di antaranya belum bernama. Kecamatan Kelumpang Tengah memiliki 21 pulau kecil, Kecamatan Pulau Sebuku memiliki 10 pulau kecil, Kecamatan Pulau Laut Selatan memiliki 23 pulau kecil, dan lain-lain. Pulau-pulau di Kotabaru di antaranya:

# [[Kepulauan Laut Kecil]]
# [[Kepulauan Samer Gelap]]
# [[Pulau Laut]]
# [[Pulau Sebuku]]
# [[Pulau Kerayaan]]
# [[Pulau Kerayaan Kecil]]
# [[Pulau Kerasian]]
# [[Pulau Kerumputan]]
# [[Pulau Serudung]]
# [[Pulau Birah-birahan]]
# [[Pulau Semut (Kalsel)]]
# [[Pulau Kelambau]] di Desa [[Labuan Barat, Pulau Sembilan, Kotabaru]]
# [[Pulau Manti]]
# [[Pulau Manti Kecil]]
# [[Pulau Keluang]]
# [[Pulau Perdamaian Besar]]
# [[Pulau Perdamaian Kecil]]
# [[Pulau Haur]]
# [[Pulau Samer Gelap]]
# [[Pulau Nangka]]
# [[Pulau Nangka Kecil]]
# [[Pulau Tabuan]]
# [[Pulau Tanah Merah]]
# [[Pulau Lari Larian]]<!--, berjarak 60 mil dari pulau Sebuku dan 80 mil dari Sulawesi Barat, karena itu pulau ini sempat diklaim Sulawesi Barat.

Lagu daerah dari kabupaten Kotabaru adalah [[:b:Paris Barantai|Paris Barantai,kotabaru gunungnya bamega]]

Upacara adat di Kabupaten Kota Baru:

* [[Pawanangan]], upacara suku [[Dayak Dusun]] di [[Sungai Durian, Kotabaru]]
* [[Papande Wanua]]/[[Papande Sasi]], upacara [[suku Mandar]] di [[pulau Kerayaan]]
* [[Leut]], upacara [[suku Bajau]] di [[Pulau Laut Utara, Kotabaru]]

== Peta Kabupaten Kotabaru ==
[[Berkas:Petaadm-kotabaru.jpg|right|195px]]
Keterangan Nama-Nama Kecamatan (sesuai dengan daftar dan nomor peta) :

# Kecamatan Pamukan Selatan
# Kecamatan Pamukan Utara
# Kecamatan Pamukan Barat
# Kecamatan Sungai Durian
# Kecamatan Kelumpang Barat
# Kecamatan Sampanahan
# Kecamatan Kelumpang Utara
# Kecamatan Kelumpang Tengah
# Kecamatan Kelumpang Hulu
# Kecamatan Hampang
# Kecamatan Kelumpang Selatan
# Kecamatan Kelumpang Hili
# Kecamatan Pulau Laut Utara
# Kecamatan Pulau Laut Tengah
# Kecamatan Pulau Laut Timur
# Kecamatan Pulau Sebuku
# Kecamatan Pulau Laut Barat
# Kecamatan Pulau Laut Selatan
# Kecamatan Pulau Laut Kepulauan
# Kecamatan Pulau Sembilan

== Sejarah ==
Menurut Hikayat Banjar pada abad ke-17, Kabupaten Kotabaru termasuk dalam wilayah pemerintahan Aji Tunggul adipati Pasir yang menjadi bawahan Sultan Banjar IV Marhum Panembahan/Sultan Mustainbillah. Pada masa pemerintahan Sultan Mustain Billah, ia menyuruh '''Kiai Martasura''' ke [[Makassar]]/Gowa untuk menjalin hubungan bilateral kedua negara pada masa Karaing Patigaloang (= Raja Tallo' yaitu I Mangadacinna Daeng Sitaba Karaeng Pattingalloang yang menjabat mangkubumi Sultan Malikussaid Raja Gowa 1638-1654), dimana ia telah memohon ijin untuk meminjam kawasan Pasir (termasuk Kabupaten Kotabaru) kepada Marhum Panembahan sebagai tempat berdagang dan ia telah bersumpah apabila anak cucunya hendak aniaya dengan negeri Banjar maka akan dibinasakan Allah. Maka diberikanlah daerah-daerah yang ada di sepanjang kawasan tenggara dan timur pulau Kalimantan sebagai tempatnya berdagang. Peristiwa pada abad ke-17 ini menunjukkan pengakuan Makassar (Gowa-Tallo) mengenai kekuasaan Kesultanan Banjar terhadap daerah di sepanjang tenggara dan timur pulau Kalimantan. Pada masa itu Sultan Makassar lebih terfokus untuk menaklukkan kerajaan-kerajaan di kawasan timur Nusantara. Tetapi pada abad ke-18 Raja Bugis-Wajo, [[La Madukelleng]] sempat menawan daerah Kutai dan Pasir serta berupaya menyerang Banjarmasin. 

Kerajaan yang pertama kali didirikan di daerah ini adalah kerajaan Tanah Bumbu yang beribukota di Bangkalaan Melayu yang merupakan keturunan dinasti Raja-raja Banjar.

'''Raja Tanah Bumbu'''<ref>http://pl.wikipedia.org/wiki/W%C5%82adcy_Kalimantanu</ref>
# Pangeran Dipati Tuha/Raden Basus bin Sultan Saidullah (1660-1700)
# Pangeran Mangu bin Pangeran Dipati Tuha (1700-1740)
# Ratu Mas binti Pangeran Mangu (1740-1780)<ref>[http://www.guide2womenleaders.com/indonesia_substates.htm Ratu Mas dari Tanah Bumbu ]</ref>. 
# Kerajaan Tanah Bumbu berakhir karena wilayahnya dibagi menjadi wilayah kerajaan kecil, dengan berpusat di kerajaan Bangkalaan sejak [[1780]]

'''Raja Bangkalaan'''<ref>Truhart P., Regents of Nations. Systematic Chronology of States and Their Political Representatives in Past and Present. A Biographical Reference Book, Part 3: Asia & Pacific Oceania, München 2003, s. 1245-1257, ISBN 3-598-21545-2.</ref>
# Pangeran Prabu/Sultan Sepuh, putera Ratu Mas(1780-1800)
# Pangeran Nata bin Pangeran Prabu (1800-1820)
# Pangeran Seria bin Pangeran Prabu (1800-?) sekaligus Raja [[Tjingal]], [[Tjangtoeng]] dan [[Batoe Litjin]].
# Gusti Besar binti Pangeran Prabu (1820-1830), sekaligus Ratu [[Manoenggoel]] dan [[Sampanahan]], kemudian Sampanahan diberikan kepada Pangeran Mangku Bumi/Gusti Ali
# Gusti Kamir (1830-1838)
# Pangeran Musa bin Pangeran Haji Muhammad (1838-1840), merangkap Raja Batulicin (sejak 1832) kemudian keturunannya :
## Pangeran Jaya Sumitra (Raja Kusan dan Batulicin)
## Pangeran Abdul Kadir Kasuma (Raja Kusan, Batulicin, dan Pulau Laut)
## Pangeran Berangta Kusuma (Raja Pulau Laut dan Batulicin) menikah dengan Putri Intan Jumantan binti Pangeran Kasuma Indra
## Pangeran Amir Husin Kasuma (Raja Pulau Laut)
## Pangeran Aminullah Kasuma (Raja Pulau Laut)
# Pangeran Aji Jawa (1840) (putera Gusti Besar)
# Aji Tukul/Ratu Agung (1845)
# Aji Pati dengan gelar Pangeran Agung, suami aji Tukul (1845-1846) 
# Aji Samarang gelar Pangeran Muda Muhammad Arifillah bin Aji Pati (1846-1883) sekaligus Raja Tjingal dan Manoenggoel.

Kabupaten Kotabaru terbentuk dari gabungan bekas [[swapraja]]/kerajaan pada masa kolonial Hindia Belanda yaitu [[Bangkalaan]], [[Poelau Laoet]], [[Tjangtoeng]], [[Sampanahan]], [[Tjingal]] dan [[Manoenggoel]].

== Pemilihan umum kepala daerah ==
=== Pilkada Kotabaru ===
Sejak reformasi [[1998]] dan pemberlakuan otonomi daerah, Kabupaten Kotabaru pertama kali menggelar pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah pada tahun [[2005]].

{|  {{prettytable}} border cellspacing="0" cellpadding="5"
|- bgcolor="#0000cd"
! Nama Pasangan
! Perolehan Suara<ref>[http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=116685 Suara Karya - Sudah Lima Pasangan Hasil Pilkada Lapor ke Gubernur]. Diakses 15 Agustus 2010</ref>
|-
| '''Sjachrani Mataja–Fatizanolo'''
| 36.977 suara (32,06%)
|-
| Irhami–Dulman
| 26.759 suara (23,20%)
|-
| Tata M Anwar–Sabaruddin
| 23.685 suara (20,54%)
|-
| Suriatinah–Saidi Noor
| 14.001 suara (12,40%)
|-
| Firdaus Mansyori–Gerilyansyah Basrindu
| 13.901 suara (12,05%)
|}
Sesuai dengan hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara pilkada di KPUD Kotabaru tanggal [[8 Juli]] [[2005]], dari 18 kecamatan dan 190 desa yang ada di Kotabaru, pasangan Sjachrani Mataja–Fatizanolo ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati Kotabaru terpilih untuk masa jabatan [[2005]]–[[2010]].

Pada tanggal [[2 Juni]] [[2010]], Kotabaru kembali menggelar [[Pilkada di Kalimantan Selatan 2010#Kabupaten Kotabaru 2|pemilu kada]] yang juga bersamaan dengan Pilgub Kalsel dan pilkada-pilkada lainnya di kabupaten/kota di Kalsel. Empat pasangan ditetapkan sebagai kandidat calon pemimpin Kabupaten Kotabaru.

{|  {{prettytable}} border cellspacing="0" cellpadding="5"
|- bgcolor="#0000cd"
! No.
! Nama Pasangan
! Perolehan Suara<ref>[http://politik.tvone.co.id/berita/view/40213/2010/06/08/kpu_tetapkan_irhamirudy_menang_di_kotabaru/ TvOne - KPU Tetapkan Irhami-Rudy Menang di Kotabaru]. Diakses 17 Juni 2010</ref><ref>[http://www.news.id.finroll.com/dunia/27-politik/279716-kpu-siap-hadapi-gugatan-alam-haris-di-mk.html Finroll News - KPU Siap Hadapi Gugatan Alam-Haris di MK]. Diakses 17 Juni 2010</ref>
|-
| 1
| '''Irhami Ridjani–Rudy Suryana'''
| 43.358 suara (33,38%)
|-
| 2
| Alamsyah–Abdul Haris
| 42.392 suara (32,64%)
|-
| 3
| Bahruddin–Mursyid Arsyad
| 20.021 suara (15,41%)
|-
| 4
| Abdul Hakim–Sugiannor
| 24.111 suara (18,56%)
|}
Namun, dengan persentase yang tipis antara pasangan nomor 1 dan nomor 2, maka pasangan nomor 2, yakni Alamsyah-Abdul Haris menggugat ke [[Mahkamah Konstitusi]]<ref>[http://www.tribunnews.com/2010/06/10/pasangan-alam-haris-ajukan-gugatan-ke-mk Tribun News - Pasangan Alam-Haris Ajukan Gugatan ke MK]. Diakses 17 Juni 2010</ref> karena menduga terjadinya kecurangan dalam pilkada Kotabaru. Namun, gugatan itu akhirnya ditolak oleh MK dalam sidang keempat kalinya karena tidak terbukti adanya pelanggaran sistematis dan terstruktur.<ref>[http://www.radarbanjarmasin.co.id/index.php/berita/detail/59/2309 Radar Banjarmasin - Gugatan Alamsyah Kandas]. Diakses 3 Juli 2010</ref>

Dengan demikian, pasangan Irhami-Rudy resmi menjadi bupati dan wakil bupati Kotabaru terpilih. Pelantikan dilaksanakan pada tanggal [[10 Agustus]] [[2010]] oleh gubernur [[Rudy Ariffin]] di gedung Mahligai Pemuda, [[Kotabaru]].<ref>[http://www.radarbanjarmasin.co.id/index.php/berita/detail/59/4194 Radar Banjarmasin - Irhami Disambut Demo]. Diakses 11 Agustus 2010</ref>-->

== Rujukan ==
{{reflist}}

== Pautan luar ==
* {{id}} [http://www.kotabaru.go.id/ Situs resmi]
* {{id}} [http://www.bappeda-kotabaru.info/umum/81/ Bappeda Kotabaru - Sejarah Kabupaten Kotabaru]

{{Kabupaten Kotabaru}}
{{Kalimantan Selatan}}

[[Kategori:Kabupaten di Kalimantan Selatan|Kotabaru]]
[[Kategori:Kabupaten di Indonesia|Kotabaru]]
[[Kategori:Kabupaten Kotabaru| ]]

[[bjn:Kabupaten Kotabaru]]
[[en:Kotabaru Regency]]
[[jv:Kabupatèn Kotabaru]]