Difference between revisions 10285 and 10293 on niawiktionary

'''Catatan''': 

* ''Tulisan ini sengaja ditulis '''dalam bahasa Indonesia''', sebab banyak istilah teknis ketatabahasaan belum terdapat dalam bahasa Nias, sementara orang Nias hanya belajar tata bahasa Indonesia di sekolah. Jadi secara logis tulisan tentang tata bahasa Nias seyogyanya ditulis dalam bahasa Indonesia untuk memudahkan bukan hanya orang Nias, melainkan juga orang bukan Nias mempelajarinya.''
* ''Saya tahu bahwa ada booklet tata bahasa Nias yang beredar yang berusaha menggunakan istilah bahasa Nias sebagai padanan istilah bahasa Indonesia. Tetapi setelah membacanya, saya yakin kebanyakan orang akan menjadi bingung dan justru menjadi penghalang untuk belajar bahasa Nias.''
* ''Tulisan ini merupakan "work in progress", mengingat berbagai kesibukan sehari-hari. Jadi akan ditulis sedikit demi sedikit.''
* ''Sangat diharapkan bahwa para penulis dari ke-5 dialek di Nias mengoreksi dan melengkapi apa yang dituliskan di sini.''
* ''Tulisan ini pertama kali muncul di [[:w:Fanolo:Tata_Bahasa_NiasOlayama|Wikipedia Nias]]. Kemudian saya pindahkan ke sini melihat tulisan ini belum mendapat tempat yang tepat di sana. Tulisan di sana tidak akan di-update!'' 
* ''Pertama kali tulisan ini dibuat dalam satu halaman, namun karena menjadi terlalu panjang, akhirnya dibagi dalam berbagai tulisan mandiri.''

== Pengantar ==

Tata Bahasa Nias ini lahir dari berbagai usaha untuk membawa bahasa Nias ke era digital. Memang telah ada beberapa buku ''cetak'' tata bahasa Nias, tetapi nampaknya di zaman digital ini para penulis berbahasa Nias, yang giat dalam media sosial dan internet tidak bisa mengaksesnya atau tidak punya waktu untuk pergi ke museum atau ke tempat di mana buku-buku itu tersedia sebelum mulai menulis judul nyanyian di YouTube atau sebuah pos di Instagram, Facebook, dlsb. Sehingga akhirnya di dunia digital bahasa Nias dan penulisan bahasa Niasnya sungguh mengalami kesimpangsiuran.

Pertama muncul uUsaha untuk memudahkan penulisan bahasa Nias di layar telefon cerdas (''smartphone''), pertama muncul setelah melihat semakin banyak orang Nias aktif berkomunikasi di media sosial. Namun karena papan ketik yang tersedia tidak menyediakan huruf ŵ dan ö, dua huruf yang secara tradisional menjadi ciri khas penulisan bahasa Nias, akhirnya terjadi kesimpang-siuran penulisan di berbagai kanal media sosial. Ada orang yang menulis ŵ dengan w saja atau malah terbalik ŵ. Demikian dengan huruf ö yang kadang ditulis dengan 6 atau o atau e.

Maka lahirlah proyek keyboard Nias di smartphone Android dan di desktop PC yang dibarengi dengan fungsi ejaan otomatis untuk menghindari salah ketik.<ref>[https://niaskeyboard.blogspot.com/ Proyek Keyboard Nias]</ref>

Kemudian muncul gagasan membuat program lima tahun (2020-2025) mendorong penggunaan bahasa Nias di era digital dengan tiga komponen: dokumentasi, standardisasi dan promosi. Pada awal-awal digunakan Google Drive untuk menyimpan segala daftar kata dan berbagai dokumen program ini.<ref>[https://drive.google.com/drive/folders/1WUEqzPx6o7uzvzuushvi_ke0ODI7mGxl?usp=sharing Rencana Program Pelestarian Bahasa Nias 2020-2025]</ref>

Namun hampir dalam waktu bersamaan muncul ide untuk mengurangi kompleksitas penyimpanan dan pengolahan dokumen-dokumen dengan langsung memasukkan entri bahasa Nias di Wikipedia Li Niha <ref>[[:w:Olayama|Wikipedia Nias]]</ref> dan Wiktionary Nias.<ref>[[Olayama|Wiktionary Nias]]</ref>

Demikianlah setelah berbagai entri mulai dimasukkan ke Wiktionary dan Wikipedia semakin terasa perlunya "tata bahasa sederhana" sebagai pegangan bagi mereka yang mau menggunakan bahasa Nias secara elegan dan benar.

Untuk itu tulisan-tulisan berikut dipakai sebagai referensi:

# H. Sundermann, ''Niassisch-deutsches Wörterbuch'', Moers, 1905
# H. Sundermann, ''Niassische Sprachlehre'', 'S-Gravenhage, 1913
# T. Halawa dkk., ''Struktur Bahasa Nias'', Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1983
# Lea Brown, ''A grammar of Nias Selatan'', University of Sydney, 2001
# Yas Harefa, ''Tata Bahasa Daerah Nias'', Gunungsitoli, 2002
# Wa'özisökhi Nazara, ''Morfofonemik Bahasa Nias'', Jurnal Akademika, Vol. 11, No. 2, Oktober 2007
# Andi W. Polili dkk., ''The Status of Nias Language'', Journal of Arts & Humanities, Vol. 07, Issue 01, 2018, 08-22

Tidak ada usaha untuk membuat sintesa dari semua buku di atas, melainkan sekedar digunakan untuk menjadi dasar bagi tata bahasa Nias sederhana yang bisa menjadi pegangan cepat di era digital ini.

Perlu ditegaskan di sini bahwa pendekatan yang digunakan adalah ''pendekatan inklusif''. Artinya baik tata bahasa ini maupun Wikipedia Nias dan Wiktionary Nias berusaha mengakomodasi berbagai dialek yang ada di Nias dan menghindari andaian bahwa dialek Gunungsitoli dan Nias Utara adalah standar. Berkenaan dengan standar bahasa Nias ini, T. Halawa dkk. dengan tepat menulis:<ref name="thalawa1">'''T. Halawa''' dkk., ''Struktur Bahasa Nias'', Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1983, hal. 4</ref><blockquote>''Perlu diketahui pula bahwa dialek yang umum dikenal ialah dialek kota'' ''Gunungsitoli dan sekitarnya. Hal ini dapat dimengerti karena latar belakang'' ''sejarahnya. Zending Protestan dari Jerman Barat yang datang sekitar tahun'' ''1860 mula-mula mempelajari bahasa Nias dialek kota Gunungsitoli sehingga'' ''misi mereka ke seluruh daerah Nias selalu disampaikan dalam bahasa Nias'' ''dialek kota Gunungsitoli. Demikian juga, buku-buku yang berhubungan dengan itu, misalnya, Alkitab dan buku nyanyian gereja selalu diterjemahkan'' ''dalam bahasa Nias dialek Gunungsitoli. Hal yang serupa kita lihat pula dari'' ''buku-buku yang dikarang dalam bahasa Nias yang juga selalu mengandung'' ''dialek Gunungsitoli. Hal ini disebabkan oleh pengarangnya kebanyakan orang-orang yang bertempat tinggal di sekitar Gunungsitoli.''</blockquote>

== Ejaan dan bunyinya ==

Dalam Kitab Suci terjemahan H. Sundermann, yang de facto menjadi referensi utama bahan tertulis dalam bahasa Nias, jumlah ejaan Nias lebih terbatas daripada ejaan bahasa Indonesia. Huruf-huruf '''c, j, p, q, u, v,''' dan '''x''' dari bahasa Indonesia tidak ada, tetapi ada huruf tambahan, yakni '''oe''' mewakili huruf '''u''' dan '''ch''' mewakili huruf '''kh'''.

Seperti ditulis sendiri oleh Sundermann keputusannya untuk memilih huruf-huruf tertentu adalah untuk menyesuaikannya dengan bahasa Belanda waktu itu (Sundermann tidak menulis entah dia mengenal tata ejaan yang berlaku saat itu di Nusantara, dalam hal ini [[:id:Ejaan_Van_Ophuijsen|Ejaan van Ophuijsen]]) Dia menulis, "Cara penulisan, sejauh mungkin, dibuat sesuai dengan bahasa Belanda".<ref name="sundermann1">'''H. Sundermann''', ''Niassische Sprachlehre'', hlm. 5</ref> Jadi inilah ke-21 huruf-huruf Nias ('''ila’ila zure''' dalam bahasa Nias Selatan) menurut Sundermann: a, b, d, e, f, g, ch, h, i, j, k, l, m, n, o, r, s, t, u, w, z <ref>Di sini ada huruf u, yang tak ada dalam KS terjemahan Sundermann. Dalam buku tentang tata bahasa Nias (''Niassische Sprachlehre'', 1913) ia menulis ketidaksenangannya dengan keharusan (dari penerbit?) menggunakan ejaan tertentu dalam buku-bukunya, termasuk Kitab Suci bahasa Nias terjemahannya. Dan dia sangat senang bahwa dalam buku Niassische Sprachlehre, dia diizinkan menulis huruf u dengan u dan bukan dengan oe (seperti dalam ejaan van Ophuijsen). Lih. catatan kaki buku tsb. di atas hal. 5.</ref> dan dua huruf lainnya yang bagi banyak orang telah menjadi khas bahasa Nias, yakni ö (di bawah entri o) dan ŵ (di bawah entri w).

Namun ada catatan penting tentang pilihan huruf ini yang telah menjadi "beban" untuk generasi muda Nias:

# '''Penggunaan huruf z'''. Huruf z dalam bahasa Nias tidaklah berbunyi seperti z dalam bahasa Indonesia, melainkan seperti "j" dalam kata "jangan" <ref>Sundermann sendiri menjelaskan hal ini dalam buku Niassische Sprachlehre, bahwa huruf "z" diucapkan lembut: "z, welcher weicher wie im Holländischen gesprochen wird" (hal. 5). Jadi huruf "z" dalam bahasa Nias diucapkan seperti "j" dalam kata "jelas" dan bukan seperti "z" dalam kata "zamzam"</ref> atau z dalam bahasa Belanda. Sundermann sendiri menegaskan dalam kamus Nias bahwa pengucapan z adalah lembut ("weicher wie das deutsche »s« gesprochen, mit leichtem D-Vorschlag". Karena itu mereka yang berbicara dialek Selatan menuliskan z dengan j. Selain itu kita tahu bahwa waktu itu ejaan yang berlaku telah memakai huruf j untuk melambangkan bunyi y (ejaan van Ophuijsen). Sayangnya setelah Indonesia merdeka dan memiliki ejaan yang disempurnakan (EYD), para pengambil keputusan hanya mengubah '''oe''' menjadi '''u''' serta '''ch''' menjadi '''kh,''' tetapi tidak z menjadi j ketika mencetak ulang Kitab Suci berbahasa Nias terjemahan Sundermann itu. Sundermann memilih z dengan menyesuaikannya dengan bahasa Belanda, seharusnya para pengambil keputusan sekarang mengubah z ke j untuk menyesuaikannya dengan bahasa Indonesia.
# '''Penggunaan huruf ö'''. Huruf ö dalam bahasa Nias sebenarnya diucapkan seperti "e" dalam kata "beberapa" dalam bahasa Indonesia. Sayangnya Sundermann tidak menulis dalam buku tata bahasa tsb. di atas mengapa dia memilih huruf ö untuk bunyi e dalam bahasa Nias. Anehnya lagi bunyi e dalam bahasa ibu Sunderman juga ditulis e seperti dalam bahasa Indonesia dan bukan ö.<ref>Bunyi yang saat ini direpresentasikan dengan huruf ö dalam bahasa Nias sama sekali berbeda dengan bunyi ö dalam bahasa Jerman. Huruf ö dalam bahasa Jerman justru digunakan untuk menuliskan bunyi oe, dan karena itu bisa ditulis sebagai oe terutama di Internet dan di keyboard komputer yang tidak memilki huruf ö. Sedangkan huruf ö bahasa Nias bukanlah representasi bunyi oe.</ref> Jalan terbaik seharusnya Sundermann memakai huruf e untuk bunyi e, jadi daripada menulis mörö, seharusnya menulis ''mere'' (tidur), seperti dalam bahasa Indonesia dewasa ini. Hal ini misalnya diusulkan oleh T. Halawa dkk, yakni menulis bunyi yang selama ini dilambangkan dengan ö dengan menggunakan huruf e.<ref name="thalawa2">'''T. Halawa''' dkk., ''Struktur Bahasa Nias'', Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1983, hal. 40</ref> Sekali lagi sayang bahwa para pengambil keputusan tidak mengambil langkah ini ketika menyesuaikan KS bahasa Nias dengan EYD. Efek samping justru kontra-produktif: daripada menulis ö dokumen resmi negara dan orang bukan Nias menulis ö menjadi o, bunyi yang sama sekali berbeda dari e. Marga ''Zendratö'' menjadi ''Zendrato''. Saya harap suatu hari orang tidak akan menulis ''högö'' (kepala) menjadi ''hogo'' (pantat dalam dialek Nias Selatan).
# '''Penggunaan huruf ŵ'''. Huruf ŵ dalam bahasa Nias juga diucapkan seperti w dalam bahasa Indonesia. Lucunya dalam buku tata bahasa tsb. di atas Sundermann menyebut pengucapan ŵ seperti w dalam bahasa Indonesia dewasa ini. Dia menulis,  "... das mit einem ~ bezeichnete w (ŵ), welches lautet wie das englische w in Wales". <ref name="sundermann1" />  Seperti bisa dilihat penulisan Wales adalah seperti w, bukan ŵ. Juga dalam hal ini T. Halawa dkk. mengusulkan penulisan huruf w tanpa tilda.<ref name=thalawa2/> Hal terakhir ini misalnya sangat dipromosikan oleh E. Halawa<ref name="ehalawa">'''E. Halawa''', [http://niasonline.net/2010/01/25/karakter-w-w-dan-w-w-dalam-li-niha-2/ Karakter “W-w” dan “Ŵ-ŵ” Dalam Li Niha] </ref> dan juga oleh A. Lase.<ref name="alase">'''Apolonius Lase''', ''Kamus Li Niha: Nias-Indonesia'', Penerbit Buku Kompas, 2011</ref> <ref>Lucunya langkah yang diambil E. Halawa dan A. Lase tidak diterapkan juga pada huruf ö, yang sebenarnya jauh lebih menyimpang dari bunyi e yang direpresentasikan oleh huruf ö. Mereka hanya konsentrasi dengan huruf ŵ. Seandainya mereka konsekuen, maka huruf w jadi ŵ dan huruf e jadi é (sedangkan ö jadi e)</ref> Juga sayang  bahwa para pengambil keputusan tidak mengambil langkah ini ketika menyesuaikan KS bahasa Nias dengan EYD.<ref>Sebagai akibat dari "kelalaian" ini, kerancuan penulisan berbagai bunyi tsb. di atas akan terus berlangsung sampai suatu saat nanti para pengambil keputusan membuang "beban sejarah" ini dan mengambil langkah untuk memudahkan penulisan bahasa Nias buat generasi muda.</ref>

{| class="wikitable"
|+Kesimpangsiuran penulisan ŵ dan ö dalam bahasa Nias
!Yang dianggap standar
!ŵ
!w
!ö
!e
!z
|-
|H. Sunderman (KS bahasa Nias)
|w̃
|w
|õ
|e
|z
|-
|A. Lase <ref name="alase"/> / E. Halawa <ref name="ehalawa" />
|w
|ŵ
|ö
|e
|z
|-
|N. Duha/W. Gulö <ref name="ehalawa" />
|w
|v
|ö
|e
|z
|-
|Dokumen pemerintahan
|w
|w
|o
|e
|z
|-
|Pengguna media sosial
|w
|w
|6
|e
|j
|-
|Bahasa Indonesia (EYD)
|w
|w
|e
|e
|j
|-
|Bahasa Jerman (pembanding)
|w
|w
|e
|e/ä
|  -/ch
|}

Seperti telah disebut sepintas di atas, Kitab Suci bahasa Nias yang disesuaikan ke EYD hanya menyesuaikan huruf oe ke u dan ch ke kh (di bawah entri k), tetapi tidak juga menyempurnakan huruf z, ö dan ŵ. Maka saat ini ejaan bahasa Nias adalah '''a, b, d, e, f, g, h, i, k, l, m, n, o, r, s, t, u, w, y''', dan '''z''' serta kedua huruf '''ö''' dan '''ŵ'''.

Namun perlu lagi catatan dalam hal ini. Kendati ''de facto'' dialek Nias Utara seperti terdapat dalam KS terjemahan Sundermann telah menjadi standar bahasa Nias, pada awal tahun 2020 Gereja-Gereja di Nias memutuskan untuk menerbitkan Kitab Suci versi baru dalam berbagai dialek daerah di Nias. Dengan demikian akan hilang argumen yang mengatakan KS bahasa Nias versi dialek Gunungsitoli/Nias Utara adalah standar bahasa Nias. Sebaliknya Wiktionary Li Niha dan Wikipedia Li Niha seyogyanya bersikap inklusif artinya mendokumentasikan bahasa Nias dari berbagai daerah di Nias. Justru hal ini akan memperkaya bahasa Nias dan tidak memaksakan satu dialek tertentu atas berbagai daerah di Nias yang memilki bahasa ibu mereka masing-masing.

Dengan hal ini di depan mata, maka seharusnya huruf '''c''' serta '''j''' (yang banyak digunakan di dialek Tengah dan Selatan; dalam kamus Sundermann c ditulis sebagai tz atau j sebagai z) dan huruf '''v''', yang semakin populer melalui nama-nama seperti Victor, Veronika, Valentina dst., serta huruf '''p''', dalam nama seperti nama sutradara nasional Pontius Gea, masuk dalam ejaan standar bahasa Nias modern.

Dalam bukunya "Tata Bahasa Daerah Nias", Yas Harefa misalnya mengusulkan supaya, "Huruf yang dipakai dalam bahasa daerah Nias sama dengan huruf yang dipakai dalam bahasa Indonesia." (hlm. 3). Selain itu T. Halawa dkk, mengusulkan huruf tambahan: mb, ndr, kh, ng, -b- dan ë.<ref name="thalawa2"/> Maka inilah ejaan modern lengkap bahasa Nias yang disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia: '''A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, R, S, T, U, V, W,''' dan '''Z'''. Huruf Ö dan Ŵ terdapat di bawah O dan W.

Kita harap bahwa pada suatu hari nanti ejaan bahasa Indonesia diterapkan secara penuh dalam bahasa Nias, sehingga generasi mendatang bisa terbebaskan dari "beban" sejarah huruf ŵ, ö dan z.lm. 4</ref>

<blockquote>''Perlu diketahui pula bahwa dialek yang umum dikenal ialah dialek kota'' ''Gunungsitoli dan sekitarnya. Hal ini dapat dimengerti karena latar belakang'' ''sejarahnya. Zending Protestan dari Jerman Barat yang datang sekitar tahun'' ''1860 mula-mula mempelajari bahasa Nias dialek kota Gunungsitoli sehingga'' ''misi mereka ke seluruh daerah Nias selalu disampaikan dalam bahasa Nias'' ''dialek kota Gunungsitoli. Demikian juga, buku-buku yang berhubungan dengan itu, misalnya, Alkitab dan buku nyanyian gereja selalu diterjemahkan'' ''dalam bahasa Nias dialek Gunungsitoli. Hal yang serupa kita lihat pula dari'' ''buku-buku yang dikarang dalam bahasa Nias yang juga selalu mengandung'' ''dialek Gunungsitoli. Hal ini disebabkan oleh pengarangnya kebanyakan orang-orang yang bertempat tinggal di sekitar Gunungsitoli.''</blockquote>

== Ejaan dan bunyinya ==

[[Fanolo:Ejaan bahasa Nias|Ejaan bahasa Nias]]

== Perubahan kata ==

[[Fanolo:Perubahan kata dalam bahasa Nias|Perubahan kata dalam bahasa Nias]]

== Struktur kalimat ==

== Kelas kata ==

=== Nomina ===

=== Verba ===

=== Pronomina ===

=== Adjektiva ===

=== Numeralia ===

=== Partikel ===

== Referensi ==

<references />

[[Kategori:Fanolo]]
[[Kategori:Tata bahasa Nias]]