Difference between revisions 20817 and 20818 on niawiktionary

<templatestyles src="Main Page/style.css"/>
Dalam Kitab Suci terjemahan H. Sundermann, yang de facto menjadi referensi utama bahan tertulis dalam bahasa Nias, jumlah ejaan Nias lebih terbatas daripada ejaan bahasa Indonesia. Huruf-huruf '''c, j, p, q, u, v,''' dan '''x''' dari bahasa Indonesia tidak ada, tetapi ada huruf tambahan, yakni '''oe''' mewakili huruf '''u''' dan &(contracted; show full)
# '''Penggunaan huruf ö'''. Huruf ö dalam bahasa Nias sebenarnya diucapkan seperti "e" dalam kata "beberapa" dalam bahasa Indonesia. Sundermann sendiri tidak menulis dalam buku tata bahasa tsb. di atas mengapa dia memilih huruf ö untuk merepresentasikan bunyi e dalam bahasa Nias. Bunyi e dalam bahasa ibu Sunderman juga ditulis seperti e dalam bahasa Indonesia dan bukan ö.<ref>Bunyi yang saat ini direpresentasikan dengan huruf ö dalam bahasa Nias 
''sama sekali'' berbeda dengan bunyi ö dalam bahasa Jerman. Huruf ö dalam bahasa Jerman justru digunakan untuk menulisrepresentasikan bunyi oe, dan karena itu bisa ditulis sebagai oe terutama di Internet dan di keyboard komputer yang tidak memiliki huruf ö. Sedangkan huruf ö bahasa Nias bukanlah representasi bunyi oe melainkan huruf e seperti dalam kata "melawan".</ref> <br>T. Halawa dkk. mengusulkan untuk menulis bunyi yang selama ini dilambangkan dengan ö sebagai e.<ref name="thalawa2">'''T. Halawa''' dkk., ''Struktur Bahasa Nias'', Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1983, hal. 40</ref> <br>Seperti halnya dengan huruf z di atas, huruf ö tidak turut dibaharui ketika para pengambil keputusan mencetak ulang Kitab Suci. Efek samping dar(contracted; show full)|e
|e/ä
|  -/ch
|}

Seperti telah disebut sepintas di atas, Kitab Suci bahasa Nias yang disesuaikan ke EYD hanya menyesuaikan huruf oe ke u dan ch ke kh (di bawah entri k), tetapi tidak juga menyempurnakan huruf z, ö dan ŵ. Maka saat ini ejaan bahasa Nias adalah '''a, b, d, e, f, g, h, i, k, l, m, n, o, r, s, t, u, w, y''', dan '''z''' serta kedua huruf '''ö''' dan '''ŵ'''.


<blockquote>
Bunyi yang saat ini direpresentasikan dengan huruf ö dalam bahasa Nias ''sama sekali'' berbeda dengan bunyi ö dalam bahasa Jerman. Huruf ö dalam bahasa Jerman digunakan untuk merepresentasikan bunyi oe! Jadi pilihan Sundermann untuk merepresentasikan bunyi e dalam bahasa Nias dengan huruf ö kurang tepat.</blockquote>

Namun ada perkembangan terbaru yang menyangkut hal ini. Kendati ''de facto'' dialek Nias Utara seperti terdapat dalam KS terjemahan Sundermann telah menjadi standar bahasa Nias, pada awal tahun 2020 Gereja-Gereja di Nias memutuskan untuk menerbitkan Kitab Suci versi baru dalam berbagai dialek daerah di Nias. Dengan demikian akan hilang argumen yang mengatakan KS bahasa Nias versi dialek Gunungsitoli/Nias Utara adalah standar bahasa Nias.

Karena itu Wiktionary Li Niha dan Wikipedia Li Niha mengambil sikap inklusif dengan mendokumentasikan bahasa Nias dari berbagai daerah di Nias. Justru hal ini akan memperkaya bahasa Nias dan tidak memaksakan satu dialek tertentu atas berbagai daerah di Nias yang memilki bahasa ibu mereka masing-masing.

Dengan hal ini di depan mata, maka seharusnya huruf '''c''' serta '''j''' (yang banyak digunakan di dialek Tengah dan Selatan; dalam kamus Sundermann c ditulis sebagai tz atau j sebagai z) dan huruf '''v''', yang semakin populer melalui nama-nama seperti Victor, Veronika, Valentina dst., serta huruf '''p''', dalam nama seperti nama sutradara nasional Pontius Gea, masuk dalam ejaan standar bahasa Nias modern.

Dalam bukunya "Tata Bahasa Daerah Nias", Yas Harefa misalnya mengusulkan supaya, "Huruf yang dipakai dalam bahasa daerah Nias sama dengan huruf yang dipakai dalam bahasa Indonesia." (hlm. 3). Selain itu T. Halawa dkk, mengusulkan huruf tambahan: mb, ndr, kh, ng, -b- dan ë.<ref name="thalawa2"/> Maka inilah ejaan modern lengkap bahasa Nias yang disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia: '''A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, R, S, T, U, V, W,''' dan '''Z'''. Huruf Ö dan Ŵ terdapat di bawah O dan W.


== Harapan di masa depan ==

Untuk semakin menyelaraskan ejaan bahasa Nias dengan bahasa Indonesia, yang pelan-pelan telah menjadi bahasa utama para penutur bahasa Nias, maka ada dua kemungkinan bagi pembaharuan ejaan bahasa Nias di masa depan:

# '''Penyelarasan ideal''': Dalam opsi ini bunyi w seperti dalam kata "kawan" akan menggunakan huruf w seperti dalam bahasa Indonesia. Sedangkan untuk bunyi w seperti dalam kata "Wulan" digunakan huruf huruf ŵ (jadi terbalik dengan praktek yang ada sekarang). Sementara itu untuk bunyi e seperti dalam kata "beli" akan menggunakan juga huruf e seperti dalam bahasa Indonesia. Untuk bunyi e seperti dalam kata "keren" akan digunakan huruf é. <br>Maka kata yang selama ini ditulis böwö menjadi bewe (amal, perbuatan), sedangkan kata yang selama ini ditulis bewe menjadi béŵé (bibir), lölö mejadi lele (endapan, sisa) sedangkan lele menjadi lélé (kulit telur), dst.
# '''Penyelarasan total''': Dalam opsi ini huruf khusus ŵ dan ö digantikan dengan huruf w dan e seperti dalam bahasa Indonesia. Namun hal ini mengandaikan adanya pengajaran bahasa Nias di sekolah-sekolah. Mengapa? Karena akan terdapat banyak sekali kata yang penulisannya sama, tetapi pengucapannya berbeda, mis. bewe (bibir) dan bewe (amal, perbuatan; konversi dari böwö), meme (buah dada) dan meme (rumput; konversi dari mömö), dst. <br>Maka solusi terbaik untuk masa depan adalah kemungkinan pertama di atas, yakni penyelerasan ideal dengan ejaan bahasa Indonesia, tetapi menambah huruf ŵ untuk bunyi w seperti dalam kata "Wulan" dan huruf é untuk bunyi e seperti dalam kata "keren".


Kita harap bahwa pada suatu hari nanti ejaan bahasa Indonesia diterapkan secara penuh dalam bahasa Nias, sehingga generasi mendatang bisa terbebaskan dari "beban" sejarah huruf ŵ, ö dan z.

== Referensi ==

<references />

[[Kategori:Fanolo]]
[[Kategori:Tata bahasa Nias]]