Difference between revisions 12208942 and 15067406 on idwiki

{{rapikan}}
Tak ada demokrasi tanpa partai politik. Jadi, tak ada demokrasi kuat tanpa partai politik yang kuat. Di dalam partai politik dan parlemen di Indonesia masih terlihat adanya kelemahan-kelemahan, baik di tingkat struktur dan infrastruktur organisasi sampai rendahnya keteladanan dan komitmen elit partai dan anggota Dewan. Kondisi ini merupakan perkembangan yang kurang menyenangkan dan membahayakan proses konsolidasi demokrasi.
 
(contracted; show full)
 
== Kegiatan-kegiatan Forum ==
 
Aktivitas [http://www.forum-politisi.org/ Forum Komunikasi Partai Politik dan Politisi untuk Reformasi] dibuka dengan diskusi panel dengan tema "Strategi Bersama Partai Politik menghadapi Deparpolisasi". Sebagai panelisnya adalah Nurul Falah dari DPP PAN, Endin Soefihara dari DPP [
http://www.ppp.or.id/ [PPP]], Pramono Anung Wibowo dari [http://indonesian-democratic.blogspot.com/ PDIP], [[Yahya Zaini]] dari DPP [http://www.golkar.or.id/ Golkar] dan Ali Masykur Musa dari DPP [http://www.dpp-pkb.org/ PKB].

== Pertemuan Kerja Rutin ==
 
Pertemuan kerja rutin diadakan setiap dua minggu sekali. Tema-tema yang telah dibicarakan dalam pertemuan kerja rutin adalah :
•	Model pengembangan partai pro rakyat; narasumber Syamsuddin Haris, [http://www.lipi.go.id/ LIPI]
(contracted; show full)dangan serta para pakar dan politisi daerah dalam rangka reformasi partai politik dan parlemen, Forum juga telah melakukan serangkaian wawancara, antara lain: Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH, Ketua [http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/ Mahkamah Konstitusi], Oka Mahendra, Dirjen Perundang-undangan Departemen Hukum dan HAM, Slamet Effendi Yusuf, Ketua Badan Kehormatan [http://www.dpr.go.id/ DPR RI], dan lain-lain.
 
 


== Pranala luar ==
* {{id}} [http://www.forum-politisi.org/ Forum Politisi (Situs resmi)]