Difference between revisions 6678286 and 7007206 on idwiki{{Islam}} '''Rukun Iman''' (pilar keyakinan) ini adalah menurut aliran [[Islam Sunni]] terdiri dari: * Iman kepada [[Allah]]. ** Patuh dan taat kepada ajaran dan hukum-hukum Allah. * Iman kepada [[malaikat]]-malaikat Allah. ** Mengetahui dan percaya akan keberadaan kekuasaan dan kebesaran Allah di alam semesta. * Iman kepada kitab-kitab Allah. ** Melaksanakan ajaran kitab-kitab Allah ''hanif''. Salah satu kitab Allah adalah [[Al-Qur'an]]. ** Al-Qur'an memuat tiga kitab Allah sebelumnya, yaitu kitab-kitab [[Zabur]], [[Taurat]], dan [[Injil]]. * Iman kepada rasul-rasul Allah. ** Mencontoh perjuangan para [[Nabi]] dan [[Rasul]] dalam menyebarkan dan menjalankan kebenaran yang disertai kesabaran. * Iman kepada hari [[kiamat]]. ** Faham bahwa setiap perbuatan akan ada pembalasan. * Iman kepada [[Qada]] dan [[Qadar]]. ** Paham pada keputusan serta kepastian yang ditentukan Allah pada alam semesta. "Rukun Iman" dibawah ini adalah menurut aliran Islam Syiah (dikenal sebagai ushulluddin/ prinsip-prinsip keimanan) terdiri dari: * At-tauhid = keesaan Allah * Al-adhalah = keadilan Allah * An-nubuwah = kenabian * Al-imamah = kepemimpinan pasca Nabi Muhammad saaw * Al-ma'ad == Pranala luar == * {{id}} [http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=9786 Iman kepada para rasul dan kitab sucibahasa arab: أركان الإسلام) yaitu pilar keimanan dalam Islam ada enam. Enam rukun iman ini didasarkan dari ayat-ayat Al-Qur'an dan [[Hadits Jibril]] yang terdapat dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim yang diriwayatkan dari Umar bin Khatab. {{Quote| "“Beritahukan kepadaku tentang Iman”. Nabi menjawab,”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para RasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,” ia berkata, “Engkau benar.” ...Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga Nabi bertanya kepadaku : “Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?” Aku menjawab,”Allah dan RasulNya lebih mengetahui,” Beliau bersabda,”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.”"| HR Muslim, no. 8<ref> Arba'in Nawawi, oleh Imam Nawawi, Hadits ke-2.</ref>}} == Rukun Iman == * Iman kepada [[Allah]]. ** Patuh dan taat kepada ajaran dan hukum-hukum Allah. * Iman kepada [[malaikat]]-malaikat Allah. ** Mengetahui dan percaya akan keberadaan kekuasaan dan kebesaran Allah di alam semesta. * Iman kepada kitab-kitab Allah. ** Melaksanakan ajaran kitab-kitab Allah ''hanif''. Salah satu kitab Allah adalah [[Al-Qur'an]]. ** Al-Qur'an memuat tiga kitab Allah sebelumnya, yaitu kitab-kitab [[Zabur]], [[Taurat]], dan [[Injil]]. * Iman kepada rasul-rasul Allah. ** Mencontoh perjuangan para [[Nabi]] dan [[Rasul]] dalam menyebarkan dan menjalankan kebenaran yang disertai kesabaran. * Iman kepada hari [[kiamat]]. ** Faham bahwa setiap perbuatan akan ada pembalasan. * Iman kepada [[Qada]] dan [[Qadar]]. ** Paham pada keputusan serta kepastian yang ditentukan Allah pada alam semesta. == Pengertian istilah Iman == Iman secara bahasa berarti tashdiq (membenarkan). Sedangkan secara istilah syar’i, iman adalah "Keyakinan dalam hati, Perkataan di lisan, amalan dengan anggota badan, bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan maksiat". Para ulama salaf menjadikan amal termasuk unsur keimanan. Oleh sebab itu iman bisa bertambah dan berkurang, sebagaimana amal juga bertambah dan berkurang". Ini adalah definisi menurut Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Al Auza’i, Ishaq bin Rahawaih, madzhab Zhahiriyah dan segenap ulama selainnya.<ref>Kitab Tauhid li Shaff Ats Tsaani Al ‘Aali, hal. 9.</ref> Dengan demikian definisi iman memiliki 5 karakter: keyakinan hati, perkataan lisan, dan amal perbuatan, bisa bertambah dan bisa berkurang. {{quote|“Agar bertambah keimanan mereka di atas keimanan mereka yang sudah ada.”|QS. Al Fath [48] : 4}} Imam Syafi’i berkata, “Iman itu meliputi perkataan dan perbuatan. Dia bisa bertambah dan bisa berkurang. Bertambah dengan sebab ketaatan dan berkurang dengan sebab kemaksiatan.” Imam Ahmad berkata, “Iman bisa bertambah dan bisa berkurang. Ia bertambah dengan melakukan amal, dan ia berkurang dengan sebab meninggalkan amal.”<ref>Al Wajiz fii ‘Aqidati Salafish shalih, hal. 101-102</ref> Imam Bukhari mengatakan, “Aku telah bertemu dengan lebih dari seribu orang ulama dari berbagai penjuru negeri, aku tidak pernah melihat mereka berselisih bahwasanya iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang.”<ref>Fathul Baari, I/60</ref> ==Cabang keimanan == Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah, {{quote|“Iman itu ada 70 atau 60-an cabang. Yang paling tinggi adalah perkataan ‘laa ilaha illallah’, yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalanan, dan sifat malu (juga) merupakan bagian dari iman.”| (HR. Bukhari no. 9 dan Muslim no. 35).}} Perkataan ‘Syahadat’ menunjukkan bahwa iman harus dengan ucapan di lisan. Menyingkirkan duri menunjukkan bahwa iman harus dengan amalan anggota badan. Sedangkan sifat malu menunjukkan bahwa iman harus dengan keyakinan dalam hati, karena sifat malu itu di hati. Inilah dalil yang menunjukkan bahwa iman yang benar hanyalah jika terdapat tiga komponen di dalamnya yaitu (1) keyakinan dalam hati, (2) ucapan di lisan, dan (3) amalan dengan anggota badan. Maka tanpa adanya amalan, walau ada keyakinan dan ucapan, tidaklah disebut beriman. ==Rujukan == {{reflist}} == Pranala luar == * {{id}} [http://al-atsariyyah.com/penjelasan-rukun-iman.html Penjelasan Rukun Iman] {{islam-stub}} [[Kategori:Islam]] All content in the above text box is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike license Version 4 and was originally sourced from https://id.wikipedia.org/w/index.php?diff=prev&oldid=7007206.
![]() ![]() This site is not affiliated with or endorsed in any way by the Wikimedia Foundation or any of its affiliates. In fact, we fucking despise them.
|