Difference between revisions 7007206 and 7007207 on idwiki

{{Islam}}
'''Rukun Iman''' (bahasa arab: أركان الإسلام) yaitu pilar keimanan dalam Islam ada enam. Enam rukun iman ini didasarkan dari ayat-ayat Al-Qur'an dan [[Hadits Jibril]] yang terdapat dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim yang diriwayatkan dari Umar bin Khatab. {{Quote| "“Beritahukan kepadaku tentang Iman”. Nabi menjawab,”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para RasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,” ia berkata, “Engkau benar.” ...Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga Nabi bertanya kepadaku : “Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?” Aku menjawab,”Allah dan RasulNya lebih mengetahui,” Beliau bersabda,”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.”"| HR Muslim, no. 8<ref> Arba'in Nawawi, oleh Imam Nawawi, Hadits ke-2.</ref>}}

== Rukun Iman ==
* Iman kepada [[Allah]]. 
** Patuh dan taat kepada ajaran dan hukum-hukum Allah.
* Iman kepada [[malaikat]]-malaikat Allah.
** Mengetahui dan percaya akan keberadaan kekuasaan dan kebesaran Allah di alam semesta.
* Iman kepada kitab-kitab Allah.
** Melaksanakan ajaran kitab-kitab Allah ''hanif''. Salah satu kitab Allah adalah [[Al-Qur'an]].
** Al-Qur'an memuat tiga kitab Allah sebelumnya, yaitu kitab-kitab [[Zabur]], [[Taurat]], dan [[Injil]].
* Iman kepada rasul-rasul Allah.
** Mencontoh perjuangan para [[Nabi]] dan [[Rasul]] dalam menyebarkan dan menjalankan kebenaran yang disertai kesabaran.
* Iman kepada hari [[kiamat]]. 
** Faham bahwa setiap perbuatan akan ada pembalasan.
* Iman kepada [[Qada]] dan [[Qadar]].
** Paham pada keputusan serta kepastian yang ditentukan Allah pada alam semesta Iman kepada [[malaikat]]-malaikat Allah.
* Iman kepada kitab-kitab Allah.
* Iman kepada rasul-rasul Allah.
* Iman kepada hari [[kiamat]]. 
* Iman kepada [[Qada]] dan [[Qadar]], takdir yang baik dan buruk.

== Pengertian istilah Iman ==
Iman secara bahasa berarti tashdiq (membenarkan). Sedangkan secara istilah syar’i, iman adalah "Keyakinan dalam hati, Perkataan di lisan, amalan dengan anggota badan, bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan maksiat". Para ulama salaf menjadikan amal termasuk unsur keimanan. Oleh sebab itu iman bisa bertambah dan berkurang, sebagaimana amal juga bertambah dan berkurang". Ini adalah definisi menurut Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Al Auza’(contracted; show full){{reflist}}

== Pranala luar ==
* {{id}} [http://al-atsariyyah.com/penjelasan-rukun-iman.html Penjelasan Rukun Iman]

{{islam-stub}}

[[Kategori:Islam]]